Complicated wedding

By diaan_Diuun

27.1K 461 60

No specialll... but kaloo pada mau mampir yaa monggo.. cerita absurd tentang cewek poloss si Alify Bellvania... More

Complicated wedding
Complicated wedding |*3
Complicated wedding |*4
Complicated Wedding |*5 Alandrio Reindra Saputra
Complicated wedding |*6 Kesedihan
Complicated Wedding |*7 Cinta dan Benci
Complicated Wedding |*8 Malam yang Menyedihkan
Complicated Wedding |*9 Beginning
Complicated Wedding |*10 Awal yang Manis

Complicated Wedding |*2

1.9K 39 0
By diaan_Diuun

Ify memasuki rumah mewah itu. Dengan langkah yang pelan Ify mengamati setiap sudut rumah itu. Berbagai barang-barang mewah terpajang dengan rapi. Di saat Ify sedang berjalan mengikuti Om Irfan, Ify melihat anak laki-laki sedang menuruni tangga rumah tersebut. Tidak kecil dan tidak tua, namun seumuran dirinya. Apa dia yang akan di urus oleh Ify? Berhubung Om Irfan mengatakan pada Ify jika beliau hanya memiliki seorang anak laki-laki. Namun fikiran Ify tak sebatas itu, dia merasa wajah laki-laki itu sudah tak asing lagi baginya. Seperti ada sesuatu antara dia dan laki-laki itu tapi entah apa, Ify tak kunjung menemukannya.

“Ray, kesini dulu papa mau  bicara sama kamu.”

Mendengar nama laki-laki itu Ify terbelalak kaget. ‘Ray’ nama itu mengingatkan Ify dengan seseorang yang sangat dia kenal di masa lalunya.

“ada apa pa?” Ray bertanya kepada ayahnya sambil memperhatikan gadis yang ada di belakang ayahnya.

“kenalkan ini Ify, dia yang akan mengurus keperluan kamu selama papa ada tugas di luar kota.”

Ray tak kalah kaget dengan Ify. Dia mengenal gadis itu bahkan sangat mengenal. Dia adalah gadis di masa lalunya yang dulu sangat dia sayangi. Tapi itu dulu, sekarang yang ada hanya rasa benci diantara mereka.

Dulu Ify dan Ray adalah sepasang sahabat karib. Dimana ada Ray disitu ada Ify atau sebaliknya. Seiring berjalannya waktu rasa cinta tumbuh dihati mereka. Singkat cerita mereka menjalin hubungan. hubungan mereka sangat dekat membuat pasangan lainnya iri. Ray sangat perhatian kepada Ify, apapun yang Ify minta Ray selalu berusaha untuk mengabulkannya. Begitu pula Ify, apapun yang Ray inginkan selalu dia turuti.

Ada teman Ray yang tidak menyukai hubungannya dengan Ify. Dia Achalea Inggarranty –Acha -, dan diam-diam Acha menaruh hati pada Ray sehingga dia sangat tidak suka dengan Ify yang di anggapnya merebut Ray darinya. Hingga akhirnya Acha memilih jalan untuk memfitnah Ify. Acha mengaku pada Ray jika Ify telah mencelakainya karna Ify yang tidak suka Ray dekat-dekat dengan Acha. Awalnya Ray tak percaya namun dengan segala pengakuan palsu dari Acha akhirnya Ray percaya dan dia pun memutuskan hubungannya dengan Ify. Sejak kejadian itu Ray sangat membenci Ify. Bahkan sampai sekarang rasa benci itu semakin menjadi setelah pertemuannya dengan Ify.

“apa? Dia yang akan mengurus aku?” Ray berteriak sekencangnya dengan mata terbelalak.
“ iya. Ya sudah papa ada meeting dengan klien dan papa nanti langsung terbang ke Riau selama satu bulan.kamu baik-baik ya.”

Deg.. Ify terkaget dengan ucapan Om irfan. Beliau akan meninggalkan dirinya dan Ray dirumah sendiri selama satu bulan. Apa yang harus Ify lakukan? Haruskah dia memulai dari awal, menganggap ini adalah pertemuan pertamanya dengan Ray dan tak pernah ada apa-apa diantara mereka, ah rasanya tak mungkin. Kejadian itu sangat tak mungkin untuk dilupakan begitu saja.

                                                ***

Ray masih terdiam didepan gadis itu. Tatapannya sangat sadis menandakan dia sangat membenci gadis ini. Ify hanya menunduk mendapat tatapan sadis dari Ray. Hatinya berontak seakan ingin berteriak jika dia tak bersalah namun apa yang bisa dilakukannya?. Ify mencoba membalas tatapan itu. Tatapan mereka bertemu. Pelan-pelan Ray mendekati Ify sangat dekat bahkan. Ify hanya terdiam. Ray mendekatkan wajahnya di telinga Ify.

“kenapa harus lo?”

Ray sangat marah, dia tak menyangka gadis yang sangat dia benci datang lagi dikehidupannya bahkan dia yang akan mengurus kehidupannya. Mendengar ucapan Ray yang menandakan jika dia sedang marah, dengan segala keberanian Ify mencoba untuk mejawab.

“bukan gue yang menginginkan pertemuan ini, tapi waktu yang membawa gue kesini dan takdir yang mempertemukan kita lagi.”

Ify menatap laki-laki didepannya itu dengan mata yang sayu, berharap orang yang pernah ada dihatinya itu mau membuka hatinya untuk berdamai. Ray mundur satu langkah dari samping Ify dan kini posisinya tepat di depan Ify, di cengkramnya kedua bahu gadis tirus itu.

“tapi kenapa harus elo. Dengan kehadiran lo disini hanya akan mengingatkan gue dengan apa yang telah lo perbuat pada Acha dan GUE AKAN SEMAKIN BENCI SAMA LO.” Ray berteriak, cengkramannya semakin kuat diguncangnya tubuh ify dengan kuat, nafasnya tersengal-sengal menandakan dia sangat membenci pertemuan ini.

‘gue gak pernah ngelakuin itu Ray, lo salah paham!!’ batin Ify menolak tuduhan Ray, tapi dia tak bisa berkata dan Ify hanya mampu menunduk mendengar semua perkataan Ray, air matanyapun tak sanggup dia tahan lagi, sakit yang dia rasakan saat Ray mencengkram tubuhnya.
“sampai kapan sih lo bakal benci sama gue? Apa begitu besarnya rasa benci lo sama gue?” pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut manis Ify, dengan mata yang penuh dengan air mata dia berusaha untuk menatap Ray.

“lo masih tanya sampai kapan, tanpa gue bilang harusnya lo udah tau. Gue benci lo SELAMANYA.” Ray beteriak sekeras-kerasnya, dihempaskannya tubuh Ify ke kursi yang ada dibelakangnya dan dia pun mengambil kunci mobilnya dan pergi entah kemana meninggalkan Ify dengan tangis yang semakin keras dan memilukan.

                                                ***

Iel masih terdiam didepan kontrakan Ify berharap kekasihnya itu akan pulang untuk menemuinya. Shilla baru saja pergi meninggalkan Iel setelah Shilla menceritakan semua tentang kepergian Ify. Kini Iel mengerti mengapa Ify tak mau cerita jika dia akan pergi ke  jakarta.

“ Fy, lo kenapa tega ninggalin gue sendiri. Kenapa lo mesti malu dengan keadaan lo yang sekarang. Harusnya lo tau Fy sebesar apa cinta gue ke elo, gue cinta banget sma lo Fy walaupun kini lo udah gak kayak dulu lagi.” Kata Iel lirih, masih teringat jelas penjelasan Shilla kepadanya.
“sebenernya Ify bukan hanya untuk mencari pekerjaan, Ify juga ngomong ke gue kalau dia gak mau ngebebanin lo dengan permasalahannya, dia kasihan sama lo kak yang selalu ada disaat Ify lagi butuh lo,sedangkan dia gak bisa jamin lo akan bahagiakalo selalu sama dia makanya dia gak mau sampai lo korbanin diri lo sendiri Cuma demi dia. Dia takut kak kalau dia terus berhubungan sama lo, lo bakal dijauhin sama temen-temen lo gara-gara punya pacar seorang pembantu.”  Itulah penjelasan Shilla ke Iel. Iel tak habis fikir kenapa Ify bisa berfikir seperti itu.

Dengan langkah gontai Iel pergi menuju mobilnya tak lama kemudian mobil itu melesat dengan cepatnya.

Sesampainya dirumah Iel memarkirkan mobilnya digarasi dan langsung masuk kedalam.

“Iel kamu kenapa nak?” tanya bu Winda–mama Iel- cemas melihat anaknya yang sangat lesu.

“gak papa ma, Iel Cuma butuh waktu buat istirahat. Iel ke kamar dulu ma.” Ucap Iel sambil menaiki tangga menuju kamarnya.

Iel merebahkan tubuhnya diatas spring bed merah dikamarnya, dengan tangan yang digunakan untuk menopang kepalanya seperti hatinya yang sedang kehilangan penopangnya. Mata lelaki itu menerawang, mengingat masa-masa indah dan bahagia saat masih bersama Ify. Gadis manis itu selalu membuatnya tersenyum walaupun dalam keadaan susahpun dia masih merasa nyaman saat bersama Ify. Tanpa sadar Iel sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengenang kebersamaannya bersama Ify.

Toktoktok..

Terdengar ketukan pintu kamar Iel. “Yel ini mama nak.”

“masuk aja ma, gak dikunci kok.”

“kamu belum tidur nak? Ini udah malam lohh, apa besok kamu gak sekolah?.” Tanya bu Winda yang kawatir melihat keadaan Iel.

“gak ma, Iel lg gak enak badan. Kepala Iel tiba-tiba pusing.” Terang Iel pada bu Winda.

“kamu kenapa? Sejak kamu pulang tadi mama liat kamu sedang ada masalah. Crita sama mama biar sedikit ngilangin beban kamu. Apa ini ada kaitannya dengan Ify?” bu Winda sudah menebak jika masalah yang dialami Iel tidak jauh dari Ify.

“iya ma, Ify pergi ke jakarta ma, dia pergi ninggalin aku.”

Bu Winda sedikit terkejut mendengar penjelsan Iel. Bu Winda tau jika anak kesayangannya itu sangat mencintai Ify.

“kenapa dia pergi kejakarta Yel?” tanya bu Winda.

“dia kerja jadi pembantu disana ma, selain itu dia juga mau ninggalin Iel, dia bilang dia malu sama keadaannya saat ini. Dia takut kalau temen-temen Iel bakal jauhin aku karna punya pacar seorang pembantu.” Jelas Iel dengan sedih.

“Yel mama tau kamu cinta banget sama Ify, mama tau cinta kamu tulus sama Ify. Oh ya mama ada kabar buat kamu, mama jamin kamu pasti seneng dengernya.” Kata bu Winda dengan wajah yang berseri-seri.

“apa ma?” Iel masih bingung dengan kata-kata mamanya.

“tadi mama dapet telfon dari Om Irfan katanya dia minta kamu buat nemenin Ray. Soalnya om Irfan mau dinas ke luar kota selama satu bulan dan berhubung mama juga ada pekerjaan di paris selama beberapa bulan, mama ada rencana untuk mindahin kamu ke jakarta bareng Ray sekalian kamu bisa nyari Ify disana, gimana?”

Iel kaget dengan kata-kata mamanya antara senang dan sedih. Senang karna dia akan bertemu sahabat karibnya Ray yang udah beberapa tahun tak ditemuinya tapi Iel agak sedikit sedih mendengar mamanya akan pergi keparis untuk beberapa bulan.

“mama serius mau mindahin aku ke jakarta?” tanya Iel tak percaya.

“mama serius, kalau kamu mau lusa kamu bisa pergi ke sana.” Terang Bu Winda.

“ya sudah Iel mau ma.” Jawab Iel agak sedikit tak ikhlas meninggaalkan mamanya sedirian.

                                                ***

Laki-laki itu masih mendribel bola yang ada ditangannya. Dengan sedikit emosi laki-laki itu memasukkan bola ke ring.

“arrgg!sial.” Ray _laki-laki itu_ merasa kesal dengan kejadian tadi. Rasanya dia enggan pulang kerumah jika dia hanya akan bertemu dengan gadis yang sangat dia benci saat ini.

“hai Ray ngapain lo disitu?” suara Cakka membuyarkan lamunan Ray.

“eh lo Cak, gak papa kok, iseng aja pengen main basket.” Elak Ray pada Cakka sahabatnya.

“Cak..Cak.. lo kira gue cicak manggil tuh yang bener Lancakka Andrew atau Cakka atau kka gitu Ray.” Jawab Cakka agak sewot.

“masak sih kak Ray, tapi kayaknya kakak lagi ada masalah. Kita udah hafal kok sama sifat kakak.” Sahut Agni yang datang bersama Cakka.

“iya Ray kita udah hafal sama sifat lo. Lo kalau lagi ada masalah pasti larinya kesini main basket buat ngeluapin uneg-uneg lo sama tuh bola, sampe tuh bola lo lempar-lempar sesuka hati lo.”

“hehe, lo diem-diem merhatiin gue juga Kka. Jadi gak enak gue ternyata ada yang diem-diem perhatian sama gue.” Sahut Ray keGRan.

“dasar lo pedenya gak ketulungan.” Cakka melayangkan toyoran terindahnya ke Ray.

“sakit tau Kka, tega lo sama temen sendiri.” Ray memegangi kepalanya.

“heh kakak yang ganteng, kalian ngapain disitu mau toyor-toyoran sampe kepala kalian kopyor. Udah sini duduk.” Kata Agni yang menghentikan kegiatan dua sahabat yang sedang adu toyor.

Ray dan Cakka berjalan menuju tempat Agni duduk sambil cengar-cengir.

“haha, Fiagni Raniandira ada-ada aja deh kamu. Eh bentar deh tadi kamu bilang kakak yang ganteng, maksudnya siapa yang ganteng?” tanya Cakka sedikit melotot.

“dua-duanya kan ganteng.” Jawab Agni jail.

“hah apa? Gue sama gantengnya sama si kunyuk satu ini? Kagak bisa, yang ada gue yang paling ganteng diantara temen gue.” Jawab Ray kepedean.

“enak aja, ya jelas gue yang paling ganteng Ray.” Sahut Rohan membela diri.

“ehh apa-apaan sih kalian, masak Cuma gara-gara hal kayak gitu aja diributin. Kalau cowok ya ganteng semua kalau cewek ya cantik semua.” Sahut Agni yang risih mendengar pertengkaran mereka.

“ini bukan masalah ganteng atau cantik, ini masalah siapa yang paling ganteng dari kita berdua. Kalau menurut lo Ag siapa yang paling ganteng diantara kita?” tanya Ray pada Agni.

“kalau menurut Agni ya kak, yang paling ganteng diantara kalian ya kak Cakka lah.” Agni tersenyum dengan jawaban yang dilontarkannya tadi.

“tuh kan Ray, Agni aja ngakuin kalau gue itu paling ganteng daripada sama lo. Udah deh lo ngalah aja.” Jawab Cakka bangga.

Ray menoyor kepala Cakka.

“jelas aja Agni bilang lo yang paling ganteng, orang Agni pacar lo.” Kata Ray.

“udah ah, mau adu toyor lagi kalian. Eh iya tadi kak Ray belum crita kenapa marah-marah sama bola?” tanya Agni agak serius, menghentikan kegiatan toyoran kedua sahabat itu.

“ohh itu tadi, gue lagi sebel setengan mati.” Jawab Ray singkat.

“sebel kenapa Ray?” tanya Cakka penasaran.

“pembantu baru gue, ternyata dia mantan pacar gue.” Jawab Ray menahan emosinya,

“wahh asyik dong Ray, jangan-jangan ntar lo CLBK lagi sama dia.” Kata Cakka seenak jidatnya, membuat Ray melotot mendengar perkataan Cakka.

“CLBK pala lo peyang, yang ada gue jadi tambah benci sama dia.”

“loh kok bisa jadi tambah benci kak, emang kenapa?” Agni akhirnya buka mulut setelah diam melihat Ray dan Cakka.

“iya Ray, crita dong dari awal ke kita, siapa tau kita bisa kasih solusi.” Tambah Cakka yang juga penasaran.

Lalu Ray meceritakan semua kepada Agni dan Cakka. Termasuk dengan apa yang udah dia lakuin ke Ify tadi.

“eh Ray lo gila ya, itu anak orang lo kayak gituin. Emanng penyakkit kasar lo tu gak ilang-ilang ya.” Cakka kesal dengan apa yang telah dilakukan Ray pada mantan pacar sekaligus pembantu barunya itu.

“iya tuh kak Ray, kalo Agni jadi mantan kakak itu udah aku tampar kak Ray sampai bonyok. Enak aja main marah-marah.” Tambah Agni.

“biarin aja, biar dia tau kalo gue bener-bener masih benci sama dia. Gue gak trima sama perlakuannya ke Acha.” Jawab Ray dengan emosi.

“tapikan sekarang udah gak kak, lagian kan Acha sekarang udah jadi milik kakak.” Kata Agni menenangkan Ray yang agak emosi.

“iya Ag, gue akan jaga Acha biar dia gak diganggu sama cewek sialan itu.”

Tiba-tiba handphone Ray bergetar. Diambilnya handphone itu dari sakunya dan dilihat isi sms itu.

To: Ray

Ray kamu siapin kamar buat Iel.

Lusa dia akan pindah ke jakarta buat nemenin kamu.

Minta tolong aja sama Ify.

Ternyata sms dari papanya.Ray pun langsung tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya.

“gue balik dulu.” Kata Ray singkat.

“ngapain Ray?” Teriak Cakka yang masih tak mengerti.

Namun Ray sudah terlanjur pergi membawa mobilnya. Cakka dan Agni hanya terdiam melihat kepergian Ray. Agni menengok Cakka seakan bertanya ‘kenapa’ namun pacarnya itu hanya menaikkan kedua tangannya seakan menjawab ‘mana gue tau’.

Continue Reading

You'll Also Like

1.9K 135 19
WARNINGG!!! ini cerita BL ygy. and ini jg cerita fantasy, jadi kalo gasuka gausah mampir ygy. tapi bisa mampir ke cerita sebelahku wahahhaha. aku jug...
161K 13.9K 15
"Gue nyadar kok. Gue cuma fans. Mana mungkin dia mau ngebales cinta gue?" === Just a Fan === Hanya fiksi belaka, semua alur atas pemikiran sendiri. H...
93.2K 6.7K 41
tak perlu panjang lebar...cuss langsung baca aja cerita ini murni karangan penulis jadi mohon bijak dalam memilih cerita, yg ga suka blh langsung di...
158K 7.6K 23
Kehidupan real life Jossgawin yang dikira pacaran sama fans-dan ternyata emang iya:) - - - ‼️tolong nikmati cerita ini dengan bijak, JANGAN MENG-COPY...
Wattpad App - Unlock exclusive features