RANDOM STORY[MAHAE VERSION]

By ariesgirl021

3.6K 191 56

Cerita sesuai judul [random] Kalau minat langsung baca aja. - BXB AREA🔞 - 100% fiksi - bahasa baku/non baku ... More

FITTING
SAKIT GIGI
Sorry
Kebiasaan
Apple Hair
MODEL LEE HAECHAN
JALAN-JALAN MALAM

Potong Rambut

943 37 8
By ariesgirl021

"Rambut kakak udah panjang"

Sebuah suara lembut menginterupsi indera pendengaran Mark. Namun, pria tampan itu enggan membuka matanya, ia masih menikmati elusan lembut dikepala yang diberikan oleh suami manisnya.

Hening sejenak menerpa keduanya.

"Kalau aku mau potong rambut, gimana?"
Setelah mendengar kalimat tersebut Mark reflek membuka matanya, ditatapnya wajah sang pujaan hati dari bawah.

Posisi Mark sekarang sedang berbaring, kepalanya diletakan di paha suaminya.

"Kenapa tiba-tiba pengen potong rambut, heum?" Tanya Mark dengan lembut, diraihnya jari jemari si manis yang lentik untuk ia genggam.

"Bosen? Entahlah, tiba-tiba pengen aja potong rambut, udah agak panjang juga soalnya" jawaban yang diberikan oleh si manis.

"Kakak terserah sama kamu aja, Haechan. Mau rambut kamu kayak gimana kakak tetep suka"

"Kalau aku botak?" Jawaban iseng yang diberikan oleh Haechan, reflek membuat Mark terkekeh.

"Kan tadi udah kakak bilang, mau rambut kamu modelnya kayak gimana, atau bahkan botak sekalipun kakak tetep suka sama kamu"

"Ihh tapi aku gak mau botak" dasar si manis, tadi dia yang mengatakannya sendiri.

Mark hanya menggelengkan kepalanya, sudah biasa menghadapi suaminya yang dalam mode seperti itu.

"Kakak gak mau potong rambut juga? Rambut kakak udah lumayan panjang ini"

Mark sedikit berpikir, sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu ia sudah ada keinginan untuk mengubah gaya rambutnya, hanya saja karena ia masih banyak pekerjaan jadinya belum sempat saja.

"Sebenernya dari beberapa waktu yang lalu kakak pengen potong rambut, tapi masih belum nemu waktu yang pas aja. Emangnya kamu ngebolehin kakak potong rambut?"

"Emang aku pernah ngelarang kakak potong rambut?"

"Engga sih, cuma kakak keinget waktu kamu bilang suka banget kalau rambut kakak panjang, lebih manly"

"Iya, tapi kan gak mungkin kakak rambut panjang terus, emang gak bosen?"

"Kakak yang bosen atau kamu yang bosen ngeliatnya hmm?"

"Ihh kok kakak ngomongnya gitu, kakak nuduh aku?" Si manis sedikit bersungut, bibirnya mengerucut dengan lucu.

Mark tidak kuat, ia dibuat gemas dengan tingkah suaminya kalau sudah begini.

"Kakak kan cuma tanya sayang, kok marah gitu?"

"Aku gak marah"

"Gak marah tapi cemberut, bibirnya maju-maju begitu mau kakak cium?"

Mark langsung membangunkan tubuhnya, berpura-pura ingin menyerang bibir Haechan yang sudah membuat dirinya gemas. Tapi tak disangka si manis langsung menghindar darinya.

"Kakak ish, nou kith kith"

"Kakak mau cium adek, sini tiduran sebelah kakak"

Mark menepuk kasur yang kosong disebelahnya, menyuruh Haechan untuk berbaring disampingnya. Meskipun si manis masih ngambek tapi ia tetap menurut pada suaminya.

Mark langsung meraih pinggang ramping Haechan setelah si manis berbaring disampingnya, mengait agar lebih dekat dan mempersempit jarak diantara keduanya.

"Aku gak pernah bosen sama kakak, jangan ngomong gitu" ucap Haechan, bibirnya sudah mencebik lucu.

"Iya sayang, kakak bercanda tadi. Jangan cemberut lagi, bikin kakak pengen nyium kamu"

"Cium aja kak, gak ada larangan tuh"

Ohh, Haechan sudah menantang.

"Oke siapin diri kamu buat nanti, sayang. Sekarang kakak mau nanya sama kamu"

"Nanya apa kakak sayang?"

Suara Haechan terdengar lembut dan manja, tangannya merangkul leher suaminya yang tampan.

Mark dibuat lemah dengan Haechan yang manja seperti ini, tapi ia harus menahannya untuk nanti.

"Kamu pengen potong rambut, kakak juga, gimana kalau besok kita ke tempat kak Jeonghan"

Jeonghan adalah salah satu kerabat dari Mark yang mempunyai beberapa salon ternama di beberapa pusat kota yang berbeda.

"Gak mau" jawaban Haechan yang langsung menolak, membuat Mark mengernyit bingung.

"Kenapa gak mau?"

"Kita potong rambut sendiri-sendiri aja biar surprise hehe" usul Haechan tiba-tiba.

Mark memutuskan untuk membiarkan, mana bisa ia menolak keinginan si manis.

"Oke kalau suami manis kakak maunya gitu" ucap Mark sambil mengacak gemas rambut Haechan.

Sesungguhnya Mark sangat menyukai rambut panjang Haechan, terlihat cantik tentu saja. Tapi jika Haechan ingin memangkas rambutnya Mark tidak bisa bilang tidak, Haechannya akan tetap terlihat cantik di matanya.

"Besok aku ke tempat kak Jeonghan siang ya, terus kakak kesana setelah aku"

"Oke, nanti kakak kesana sore aja habis pulang kerja, kamu mau kakak anter?"

"Nou, biar nanti Pak Kim yang nganter aku"

"Yaudah, tidur yuk, udah malem" ucap Mark, pria itu merapikan selimut untuk menutupi tubuhnya dengan Haechan.

"Kakak gak jadi cium aku?" Haechan bertanya dengan polos.

Mark terkekeh gemas, tanpa ada bantahan ia melakukan apa yang dikatakan oleh Haechan.
Mencium dari kening, kedua kelopak matanya yang cantik, sepasang pipi gembil, hidung bangirnya dan yang terakhir bibir berbentuk hati, bagian paling favourite untuk Mark. Sedikit lebih lama disana, Mark sematkan ciuman-ciuman yang lembut nan memabukkan. Haechan hanya bisa diam menerima segala perlakuan yang diberikan oleh suaminya.
Yang terakhir Mark arahkan tangannya dipunggung Haechan, memberikan usapan-usapan agar suaminya semakin merasa nyaman.

"Ich liebe dich"

KEESOKAN HARINYA

"Sayang buka pintunya dong, ngomong baik-baik sama kakak ada apa"

Dalam hal ini Mark benar-benar panik setelah mendapatkan telefon dari Haechan. Suami manisnya itu menelfonnya dengan suara serak dan sengau seperti orang habis menangis, apalagi saat itu Haechan mengatakan jika ia tidak boleh pulang kerumah dan bertemu dengannya. Bertambahlah kepanikan Mark, ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

"Kalau kakak salah kakak minta maaf"

Sedangkan didalam kamar, Haechan berdiri didepan cermin dengan wajahnya yang kacau, matanya sembab, benar dia habis menangis.

"Kak Jeonghan nyebelin huhu"

Satu nama yang lolos, yang membuat Haechan dan mood yang sangat buruk sekarang.

"Kalau kamu gak buka pintunya, kakak bakal dobrak"

Haechan mendengar teriakan suaminya dari luar, ia segera menghampiri pintu.

"Kakak jangan ketemu aku dulu, aku lagi jelek"

Mark sedikit bernafas lega, akhirnya Haechan muncul.

"Kamu kenapa? Kita bisa bicarain ini dulu kan, sayang"

"Kak Jeonghan hiks"

Kembali tangisan Haechan terdengar.

Tapi ada apa dengan Jeonghan? Mark baru saja bertemu dengan Jeonghan untuk urusan potong rambut, tapi saat disana mereka biasa saja bahkan tidak membahas Haechan.

"Tunggu sebentar ya sayang"

Mark harus memastikan sesuatu. Ya, ia langsung menghubungi Jeonghan agar semuanya jelas, penyebab Haechan uring-uringan seperti ini.

"Hallo Mark, ada apa?"

"Hallo kak, boleh Mark nanya sesuatu?"

"Weits ada apa nih? Kok kelihatannya penting banget"

"Haechan sekarang nangis, gak mau ketemu aku, dia bilang dia lagi jelek, dan yang terakhir dia nyebut nama kakak. Sebenernya ada apa sama Haechan sampai kayak gitu?"

Bukannya langsung menjawab, Mark malah mendengar Jeonghan tertawa di seberang sana. Mark yang mendengar sedikit kesal.

"Kak please cepet jawab, Haechan gak mau keluar kamar"

"Emrh, jadi tadi siang dia ke tempat kakak buat ganti gaya rambut, sebenernya dia udah jelasin gaya yang dia mau sih. Tapi pas kakak baru mulai kerjaan kakak dia malah tidur, terus kakak potong rambut Haechan sesuai keinginan kakak, tapi menurut kakak itu bagus kok, kelihatan gemes tau Mark, kamu harus liat"

Mark hanya bisa memijat keningnya, frustasi.

"Kenapa gak lakuin kemauan Haechan aja sih kak, aku yang pusing kalau kayak gini"

"Sorry Mark, tapi kakak udah minta maaf kok tadi sama Haechan. Misal Haechan masih marah, nanti kakak minta maaf langsung sama dia"

"Oke kalau gitu, makasih kak, Mark matiin ya"

Mark lamgsung mematikan sambungan telefonnya dengan Jeonghan, sekarang harus berpikir bagaimana cara membujuk Haechan. Mark kembali mendekat kearah pintu.

"Sayang buka pintunya, kakak mau lihat kamu, mau bicara sama kamu"

"Aku jelek kakak"

"Adek gak pernah terlihat jelek dimata kakak, kalau adek tetep gak mau buka kakak bakal dobrak pintunya"

Klek

Tak lama setelah itu terdengar bunyi kunci yang terbuka, Mark langsung membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Haechan yang sedang menundukkan kepalanya.

Mark langsung fokus kearah rambut Haechan, ia mencoba mengamati seperti yang dikatakan oleh Jeonghan tadi, tapi Mark tidak bisa menilai karena tidak menatap wajah Haechan.

"Kenapa nangis heum? Lagi kesel sama kak Jeonghan?" Mark mencoba bertanya lembut.

Haechan tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya.

"Lihat kakak dulu sini"

"Gak mau huhu, jelek, adek gak suka"

"Adek gak jelek"

"Adek jelek coba kak-..."

Ucapan Haechan terhenti ketika ia mendongakkan wajahnya, ia ingin menatap wajah Mark tapi apa yang ia lihat membuatnya sedikit terpaku.

"Si-siapa?"

Haechan mundur satu langkah.

"Ini kakak, Kak Mark"

"Kak Mark?"

"Iya ini kakak sayang"

Haechan masih terpaku ditempatnya, ia seperti sedang berhadapan dengan orang lain. Bahkan ketika tubuhnya digendong dan didudukan dipangkuan suaminya pun ia tak sadar.

"Aww" Haechan memekik ketika merasakan hidungnya digigit kecil, dan pelakunya adalah orang tampan yang sedang berhadapan dengannya, jarak mereka sangat dekat.

"Ini bener kak Mark?" Haechan masih tidak percaya, Mark tampak sangat berbeda.

Ahh, Haechan mengerti, rambut baru Mark yang membuat Hachan pangling.

"Iya ini kakak, sayang"

Haechan mengangkat tangannya menyentuh wajah Mark dengan terpana, lalu menyugar rambut baru yang nampak cocok untuk suaminya.

"Kakak tampan" puji Haechan spontan, senyumnya merekah sangat manis. Melupakan hal yang membuat mood nya buruk hingga tak ingin bertemu dengan Mark sementara waktu tadi.

Senyum itu menular kepada Mark, dipuji seperti itu oleh orang tercintanya membuatnya serasa ingin meleleh. Namun Mark menyadari sesuatu dengan cepat, ia juga mengamati Haechan. Rambut baru yang menjadi sumber masalahnya tadi.

Rambut Haechan terlihat pendek, bahkan sedikit lebih pendek dari sebelumnya, tapi justru itu yang membuat wajah Haechan semakin bulat. Bukan, bukan bulat dalam artian yang negatif, justru Mark melihat Haechan sangat cocok dengan kepribadiannya, Haechan semakin manis dengan pipi gembilnya yang menonjol. Benar kata Jeonghan, rambut baru Haechan sangat cocok dengannya.

"Adek"

"Heum?"

"Kakak suka rambut baru adek"

Perkataan Mark membuat Haechan langsung tersadar. Ia bingung menutupi rambut barunya.

"Hey, hey, kenapa disembunyiin sih sayang, kakak udah lihat kok"

Seketika bibir Haechan mencebik dengan lucu, ingin menangis lagi.

"Jelek kakak, terlalu pendek buat adek, kak Jeonghan yang lakuin ini tanpa sepengetahuan adek, soalnya tadi adek gak sengaja bobo disana"

Ya Tuhan, kenapa ada makhluk selucu ini, Mark sulit menghadapinya.

"Cantik, kamu cantik banget"

"Kakak bohong?"

"Kakak selalu coba jujur sama kamu, kakak suka penampilan baru kamu, cantik, manis, gak pernah berubah dimata kakak. Semalam kan kakak bilang, mau kamu kayak gimanapun kakak tetep suka sama kamu"

"Ini bukan masalah besar sayang, tapi kakak bakal marah sama kamu kalau kakak denger kamu bilang kalau kamu itu jelek, kamu bikin kakak merasa kalau kakak suka dan cinta sama kamu cuma karena paras kamu aja. Jadi, berhenti berpikiran seperti itu ya, bisa?"

"Heung, adek sorry kakak"

"Iya kakak maafin, jangan bikin kakak jantungan lagi ya. Kakak beneran panik tadi"

Haechan langsung memeluk Mark, merasa bersalah atas sifatnya yang kekanak-kanakan tadi.

"Kakak tampan banget, nanti gimana kalau makin banyak yang suka?"

"Kamu juga makin cantik, manis, lucu, gimana kalau banyak yang suka?"

Pertanyaan berbalas pertanyaan.

Haechan mendongakkan wajahnya agar bisa bertatapan langsung dengan suaminya.

"Kak Mark punya Haechan"

"Iya, Haechan juga cuma punya kakak"

Yah dan sesi romansa sore mereka ditutup dengan Mark yang mencium bibir si manis, keduanya nampak menikmati ciuman hangat di sore yang indah itu.

Maaf kalau gaje banget, dan masih ada typo🥲

Rambut baru adek

Rambut baru kakak

Tha🐯❤️🐻

Continue Reading

You'll Also Like

Camera By none

Adventure

280K 8.9K 60
My escape from Springfield, Massachusetts, came in the form of an exchange program to New Delhi, India, one plane ticket for 11:00 am on the thirteen...
290K 18.1K 38
Larkin Knolls is a superhero. Combine that with being a sophomore in high school, and she's got her calendar booked. Homework, crime fighting, and th...
508K 16.5K 34
Brando Hallward is stuck on a transatlantic flight with his ex when he meets the suave Daxten Lowe. Maybe his luck is about to change. ...
11.4M 95.4K 7
•A Wattpad Twice-Featured Story. *Previously named Elle's Saviour* At 25 years old, Elle Barrett resorted to escorting to provide for her son and un...
Wattpad App - Unlock exclusive features