Hidupkan Hidupmu

By Thierogiara

5K 966 207

Bagaimana jika seorang gadis datang ke hidupmu dengan segudang masalah? Masalah lainnya adalah kamu merupakan... More

Prolog
1. Betamu untuk Bertemu
2. Tempat Teraman
3. Kepedulian yang Tidak Disadari
4. Kepercayaan
5. Masalah Kecil
6. Satu Titik
7. Keputusan Besar
8. Hari yang Berat
9. Percobaan Sekali Lagi
10. Perihal Mengalah pada Kehidupan
11. Jangan Khawatir
13. Penyelamatan
14. Tenang
15. Menjadi Kuat Bersama
16. Rumah Berjuang
17. Sebuah Keputusan
18. Yang Terbaik untuk Hidupku
19. Menikah
20. Hari Pertama
21. Mari Hidup Berdua
22. Untuk Hidup Sama Kamu
23. Dua Orang Menyedihkan
24. Tidak Enak Hati
25. Tetap Anak yang Sempurna
26. Berubah Pikiran
27. Jangan Tolak
28. Hidupku

12. Pengorbanan

157 29 3
By Thierogiara

'Penderitaan yang selalu membuatku merasa seharusnya aku tidak dilahirkan.'

Hidupkan Hidupmu

~Thierogiara

***

Meski batinnya sangat amat tersiksa, tapi Hanna tidak punya pilihan lain selain mengikuti permainan Bagas. Karena pada akhirnya Hanna menyerahkan dirinya, maka pria itu beranggapan bahwa Hanna memang mau, dia juga turut serta memanggil teman-temannya kemudian mengatakan bahwa sekarang Hanna sudah kembali ke sisinya, sudah bersedia dengan sendirinya menyerahkan diri. Hanna jijik dengan mereka semua, tapi menurutnya belum selesai segala sakit yang dia terima, mereka semua harus tahu sebaik apa Hanna bisa melakukannya untuk membalaskan dendam.

Jarvis beberapa kali mengatakan bahwa dia akan datang untuk menolong Hanna, tapi Hanna selalu meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja, bahwa dia tahu hidupnya akan baik-baik saja. Hanna terus meyakinkan Jarvis bahwa apa yang dia lakukan belum selesai, dia masih harus menyelesaikan tugasnya, untuk kemudian hidup dengan tenang.

"Sekarang kamu bersedia untuk melayani teman-temanku juga?" Bagas bertanya.

Hanna menatapnya, dia tidak habis pikir dan ternyata sosok yang mamanya nikahi dan percayai ini sama sekali tidak punya hati nurani. Hanna kemudian menganggukkan kepalanya, karena teman-teman Bagas juga merupakan mereka yang harus binasa, mereka yang harus menerima hukuman bahkan sejak mereka di dunia.

"Walaupun kamu tidak dibayar?" Bagas bertanya, soalnya siapa sih yang mau menyerahkan dirinya secara cuma-cuma?

"Kenapa harus dibayar? aku bukan pekerja sex." Hanna masih memasang wajah datar di wajahnya, kenapa juga mereka harus bernegosiasi? Sejak awal Bagas sudah melakukan pemerkosaan atas dirinya, lantas kenapa sekarang begini?

"Kenapa tiba-tiba kamu begini?" Bagas bertanya, pada akhirnya dia menaruh curiga, pada akhirnya dia heran sendiri, bagaimana mungkin? Seseorang yang sejak dulu selalu menangis ketika dia melakukannya, hari ini mulai menerima semuanya? Menurutnya masih agak kurang masuk akal.

"Memangnya kalian suka aku menolak?" Hanna bertanya balik. Dia mengeluarkan rokok dari bungkus rokok yang ada di atas meja kemudian menyulutnya, iya dia merokok. Kehidupan beratnya tentu saja akan selalu membuatnya berdiri menjadi sosok yang bukan dirinya. Bagas senang sekali kalau Hanna bergaya begini, dia suka jika Hanna kelihatan seperti jalang, dia juga jadi tidak begitu merasa bersalah.

"Kamu mulai menikmati kenikmatan dunia yang aku kenalkan ke kamu?" tanya Bagas, dia memperkenalkan berbagai gaya dengan Hanna dan merasa bebas dengan semua itu.

Hanna menyesap rokoknya kemudian terkekeh. "Aku mencari banyak laki-laki di luar sana, tapi kamu tetap menjadi sosok yang paling bisa membuat aku puas." Padahal Hanna pergi karena ketakutan, tapi dia akan terus memprovokasi Bagas karena memang tujuannya adalah membuat Bagas terjebak, tentu Hanna tidak ingin binasa sendirian.

Bagas tertawa, tawanan menggelegar, sarat akan kebanggaan terhadap dirinya sendiri, dia bangga karena Hanna mengatakan semua sesuai dengan apa yang dia mau.

"Yes Babe! Kamu tau di mana tempat kamu kembali. Di sini." Itu menjijikkan sih, tapi Bagas menunjuk selangkangannya.

Hanna tersenyum, segala rencananya belum selesai sampai di sini. "Iya, aku suka itu."

"Kita akan melakukan perjalanan seperti sebuah bulan madu, mau gila rasanya sama tubuh kamu."

Hanna menganggukkan kepalanya, ide yang bagus, dia akan menyerahkan dirinya habis-habisan pada Bagas dan pada orang-orang yang akan Bagas bawa, Hanna siap untuk binasa bersama. Hubungan menjijikkan ini harus berakhir paling tidak di balik jeruji besi, sudah banyak bukti yang Hanna pegang dan saatnya mengumpulkan lebih banyak lagi. Hanna lebih baik mengorbankan dirinya di tangan manusia-manusia bajingan ini, ketimbang ada korban lain lagi.

***

Hari ini mereka benar-benar berkendara, Hanna sendiri juga tidak tahu mereka akan ke mana atau mau apa. Pokoknya Bagas kini tidak sendirian, dia bersama teman-temannya, tiga temannya yang lain adalah Jack, Robert dan Agus. Hanna sudah mengenal mereka semua karena sebelumnya juga sudah melecehkan Hanna. Bahkan hari ini mereka semua juga mencium bibir Hanna satu persatu, jijik? Bahkan Hanna sudah tidak bisa mendeskripsikan apa yang membuatnya jijik, semuanya terasa sama saja.

Hanna duduk di jok depan di sebelah Bagas, dia hanya diam dan berusaha untuk tetap tenang. Sekitar dua jam perjalanan mereka akhirnya sampai, ke sebuah villa di Bogor. Tempatnya enak, adem tapi Hanna sudah yakin kalau tempat itu akan menjadi trauma untuknya. Dia lantas mengirimkan pesan untuk Jarvis.

Hanna :
'Aku kirim lokasi aku sekarang ke kamu, aku harap kamu datang buat menyelamatkan aku.'
'Mungkin kalau kamu terlambat aku akan bunuh diri, karena kehidupan akan berakhir di sini.'

Hanna lantas mengirimkan lokasinya pada Jarvis. Dia diminta langsung masuk ke dalam kamar, untuk yang kali ini Hanna meminta agar mereka melakukannya satu per satu, karena dia juga hanya manusia biasa. Dalam mimpi sekalipun Hanna tidak pernah menyangka kalau dia akan melakukan hal yang sangat menjijikkan seperti ini, dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan melayani empat manusia menjijikkan.

Hanna melepas sendiri pakaiannya, mereka sudah tahu harus apa, jadi sudah sama-sama paham saja. Hanna menerima Jack yang hari ini menjadi yang pertama, berusaha ikut dalam permainan hingga kelihatan begitu menikmati apa yang dia dapatkan malam ini.

"Kamu kelihatan jauh lebih cantik kalau pasrah begini."

Hanna hanya diam, dia kemudian mencium bibir dan sekitar leher Jack agar pria itu lekas segera menuju ke intinya, otak-otak para bangsat ini hanya soal selangkangan dan kali ini Hanna akan menyodorkan selangkangannya untuk mereka.

Desakan, eraman dan bunyi-bunyi tidak jelas kedengaran di seluruh penjuru ruangan membuat mereka yang menunggu di luar jadi tidak sabaran.

"Sial kamu nikmat sekali Hanna!" Hanna tetap bergerak dan membuat Jack tidak berdaya di bawahnya karena kini posisi berubah, dia tidak sungkan menggerakkan tubuhnya agar Jack merasa ini gila.

Sampai akhirnya pria itu sampai di puncak kalimatnya, Hanna membiarkannya keluar di dalam rahimnya kalau bisa dia tidak mau melepaskan diri. Jack membelai wajahnya kemudian untuk yang terakhir kalinya menggigit bibir Hanna.

Selanjutnya pekerjaan Hanna masih belum selesai, bangsat yang lainnya sudah mengantri. Hanna tetap sama seperti sebelumnya bertindak seperti dia sangat menikmati setiap momen yang mereka lakukan, dengan senang hati melebarkan kakinya dan menerima hujaman dari para pria laknat ini. Dia juga selalu berusaha kelihatan menikmati apa yang dia terima dari mereka semua, mengeluarkan desahannya dan bergerak jika dibutuhkan.

***

Sekali lagi aku ingatkan kalau cerita ini mungkin akan banyak menyajikan hal yang menjijikkan. Aku juga jijik yang nulis, tapi ini bagian dari proses penyelesaian.

Aku harap bisa maklum ya, kalau nggak sukses cerita semacam ini juga bisa banget mampir di cerita aku yang lain.





Mampir di fizzo juga ya! Ada banyak cerita aku yang menarik di sana!

Continue Reading

You'll Also Like

3.3M 239K 29
Rajen dan Abel bersepakat untuk merahasiakan status pernikahan dari semua orang. *** Selama dua bulan menikah, Rajen dan Abel berhasil mengelabui sem...
450K 34.8K 16
[SEBAGIAN DI PRIVATE, FOLLOW AUTHOR DULU BARU BACA] Dilarang ada hubungan antara senior dan peserta OSPEK, Galen, sebagai Ketua Komisi Disiplin terpa...
1.4M 6.3K 14
Area panas di larang mendekat 🔞🔞 "Mphhh ahhh..." Walaupun hatinya begitu saling membenci tetapi ketika ber cinta mereka tetap saling menikmati. "...
1.3M 77.6K 35
"Di tempat ini, anggap kita bukan siapa-siapa. Jangan banyak tingkah." -Hilario Jarvis Zachary Jika Bumi ini adalah planet Mars, maka seluruh kepelik...