DARANGGA [END]

By trilasm__

43.1K 3.1K 895

Misi adalah kehidupan sehari-hari Daraya Arvia Ozig. Jatuh cinta hanya keberuntungan semata datang dari Rangg... More

PROLOG
1. PELUKAN HANGAT
2. MISI PERTAMA DARAYA
3. DUNIA PORTAL
4. TERPANA PERTAMA KALI
5. INFORMASI TARO
CAST DARANGGA
6. PETUNJUK PAPA XAVIER
7. WALLPAPER
8. PASAR MALAM
9. ORANG MISTERIUS
10. MENGINAP DI TEMTIH
11. MARKAS
12. Suster Tari
13. BUCKET BUNGA
14. PENYERAGAPAN RUMAH S
15. HUTAN
16. HARUN ASLI KEMBALI
17. TERBONGKARNYA OZIG
18. CIUMAN TERAKHIR
19. RUANG MAKAN OZIG
20. FAKTA KELAM DARAYA
21. LUKISAN SUNMOON EYES
22. HANTU JEPANG JAHIL
23. PERTEMUAN PERTAMA
24. KEMBALI BERTEMU
25. DATA SISWI HILANG
26. KASUS S & G
27. Antoinette
28. Adik Santi Anggraini
29. FAKTA GRANO
30. KEMBALINYA SANTI
31. HADIAH MISI PERTAMA
32. LIBURAN WISATA
33. AMANAH KAKEK ERWIN
34. KECELAKAAN RINGAN
35. ADEGAN GRATIS
36. PENANTIAN TIBA
37. BARENGAN BICARA
38. HUBUNGAN TERBONGKAR
39. SEMBUH DARI CEDERA
40. RAPAT OSIS
41. MAKAN BARENG
42. BUKU JATUH
43. LEBIH BAIK JUJUR
44. AC GRATIS
45. TIDAK PAHAM B. JAWA
47. SALEP LEHER
48. KEMANJAAN BERTAMBAH
49. PELUKAN SEORANG PAPA
50. AQUARIUM DATE
51. PERTARUNGAN DUA GENDER
52. SEPUPU ELLGAR
53. AIR MATA KETUA VARION
54. PELUKAN HANGAT
55. PANJAT TEBING
56. PASRAH [END]
EXTRA PART : MASA LALU DARAYA
EKSTRA PART : SEMBUH
NEW POST WARNING!

46. TERCEKIK MAKLUM LAIN

320 38 7
By trilasm__

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

"Ndra, Tar, menurut lo ini takdir gak sih?" Dika memandangi langit Perpustakaan sambil berpikir. "Entah kenapa Raya diberi petunjuk untuk bantu masalah Sekolah yang tidak ada habisnya ini."

Indra membaca 'Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoh Amat by Mark Manson' yang barusan ditemukan tepat rak buku bagian 2 pojok kanan.

"Walaupun Sekolah ini terkenal dengan baik-baik saja di luar sana, nyatanya tidak sesuai fakta." Taro ikut menatap langit Perpustakaan dan menopang kepalanya dengan tangan.

"Di sini banyak rahasia tersembunyi yang kita gak tau dan tertutup rapat sama Kepala Sekolah."

"Kita sebagai Warga Sekolah, jangan coba-coba untuk galih informasi lebih dangkal. Gak ada gunanya." sambung Dika

Dika dan Taro mengangguk setuju. Capek, dulu sempat kepo 'Apakah ada masalah di Sekolah ini' dan sekarang mereka jadi tau setelah menunggu 2 tahun lamanya.

"Seharusnya yang kita gak tau, lebih baik gak tau selamanya. Dibanding tau, bikin diri kita kepikiran."

Quote Indra sembari peringatkan kedua sahabatnya selalu ingin tau masalah orang lain. Tapi mereka tidak mau membantu orang lain karena takut menimpali diri sendiri.

"Gue percaya, kalau misi ini juga berhasil seperti misi sebelumnya. Raya tidak lemah seperti yang kita bayangkan." yakin Taro seratus persen melihat misi sebelumnya dikerjakan secara bersamaan dan berhasil.

"Ikuti alur aja. Kita pasti bisa." Kepercayaan Dika sama dengan Taro

Ruangan hening untuk sementara waktu, tidak ada yang lanjutkan bicara. Sejam kemudian, suara pintu terdengar di telinga ketiga pria ini.

Taro dan Dika bangunkan tubuhnya melihat betapa banyak makanan yang dibawa Ellgar dan Rangga di tangan mereka berdua.

"Mumpung gue baik hari ini. Gue belikan jajan buat kalian." Ellgar menaruh jajan di atas lantai dan mempersembahkan di hadapan mereka semua.

"Wih enak nih, makasih agar-agar." binar Taro beri nama panggilan favorit untuk Ellgar.

"Sama-sama." ikhlas Ellgar mulai ambil snack baru dibelinya berbagai macam merek.

Daraya berniat ambil snack yang ingin dimakan, terhalang tangan Rangga yang terlebih dahulu merebut.

Ekspresi Daraya langsung berubah kecewa. Snack favoritnya direbut. Rangga yang mendapati ekspresi kekasihnya cemberut, menjadi gemas sendiri.

Tersenyum lucu. Padahal niatnya tadi adalah untuk mempermudah kekasihnya langsung makan.

"Udah kamu jangan cemberut kayak gitu. Nih, kakak kembalikan. Tadi itu Kakak mau bukakan aja, gak ngambil kok." Rangga serahkan bungkus Snack yang sudah terbuka ke Daraya.

Mata Daraya terbuka senang dan ekspresi berubah kembali seperti semula. Beri senyuman manisnya, tanda terima kasih ke pacarnya.

Rangga mengelus rambut Daraya jawaban sama-sama darinya. Raih satu snack untuk dimakannya sendiri.

"Enaknya," Daraya geleng-geleng kepala menikmati Snack terlewat enak, rasanya manis cokelat.

"Iya Ray enak," setuju Taro dengan perkataan Daraya, "Enak gratis."

Taro langsung terpingkal dengan perkataannya sendiri. Yang lain ikut tertawa dengan lawakan Taro, kecuali Indra pastinya.

Dika tersadar kalau mereka semua lagi makan di Perpustakaan, berubah panik. "Guys, kalian gak sadar kalau kita makan di Perpustakaan? Pasti habis ini dimarahi."

"Sadar dari tadi. Cuman gue cuek aja. Ya toh nanti kita buang pada tempatnya." Ellgar terlewat santai.

"Kalau gak dibuang, pasti Kak Rangga dan Kak Indra marah. Dan Kita kena denda semua." tebak Daraya sambil menggigit Snack.

Dika dan Taro mengakui kemarahan mereka berdua itu harus dihindari. Jangan sampai jiwa psikopatnya keluar waktu marah. Harus berdoa agar yang buat marah, Selamat.

"Kalau buat kamu, kakak gak akan kasih denda." ucapan Rangga bikin para sahabatnya curiga. "Asalkan kamu turuti permintaan Kakak."

"Loh, kok gitu? Gak ah, mending Raya milih denda aja daripada permintaan yang aneh-aneh." Daraya geleng tidak setuju.

"Justru enak permintaan, Sayang. Pasti kamu suka." Rangga yakin ide yang dimilikinya ini bikin Daraya suka.

Daraya tidak menjawab perkataan Rangga, melanjutkan memakan Snack yang lain. Rangga cemberut tidak direspon Daraya asik makan.

"Rangga, Rangga, ternyata gini ya kalau lo jatuh cinta," Ellgar geleng minta ampun lihat Rangga yang biasanya tegas, berubah menjadi manja ke adiknya, "bucin banget lo."

Keempat sahabatnya menonton secara langsung, Rangga yang lagi berubah menjadi kucing yang manja ke majikannya.

Sudah terlalu lama di Perpustakaan, mereka berenam memutuskan untuk pulang ke Rumah masing-masing karena jam sekolah berakhir.

Geng Vairon dan Daraya mengistirahatkan tubuh mereka di kasur sampai matahari terbenam.

Sebelum tidur, Rangga melakukan ritual kesehariannya mulai hari lalu. Ritual itu adalah memeriksa wajah Daraya tanpa menggunakan kacamata yang tampak menawan.

Foto tersebut terletak di dalam pigura kecil yang sengaja ditaruh sebelah kanan tempat tidurnya supaya sewaktu-waktu bisa pandangi dengan enak. Foto tersebut, ia ambil dari upload-an Ig milik kekasihnya.

"Selamat tidur tuan putri." Perlahan mata Rangga terpejam nyenyak. Bermimpi, Daraya mencium bibirnya.

Sangking ingin lakukan hal di atas, Rangga bermimpi seperti gitu. Nafsu laki tidak bisa ditebak.

Malam hari, Daraya dan Ellgar makan bersama Orang Tuanya. Rangga dengan keluarganya. Begitupun dengan lainnya menikmati makan bersama keluarga.

Pada pagi hari, Daraya, Ellgar, dan Rangga pergi ke Sekolah seperti biasa.
Terutama Geng Vairon harus mengejar materi karena setengah hari mereka tidak masuk kelas.

Walaupun tidak masuk kelas, berlima masih bisa mengejar secara kemarin hanya pelajaran tambahan saja bukan pelajaran inti.

Sedangkan Daraya sekarang sedang pelajaran Olahraga. Jadi dirinya santai-santai perhatikan siswi lain yang jalankan praktek.

Berhubung dirinya habis maju, merasa lega tidak ada tanggungan sama sekali. Yang sudah praktek, boleh Istirahat.

Kebosanan menyerang Daraya. Sangking bosannya, Daraya gerakkan kakinya untuk mengelilingi sekolah.

Yang sebelumnya bertujuan untuk mengurangi kebosanannya, menjadi temukan fakta terbaru dari masalah besar Sekolah.

Tanpa sengaja, Daraya menemukan tubuh seorang pria yang melayang dengan wajah lesu, tidak bertenaga dan terlihat pasrah diserap semua energi yang dimiliki pria tersebut.

"Berhenti." Daraya berlari menghampiri pria tersebut dan pastinya pria tersebut tidak sendiri.

Ada satu pria lagi dan satu Genderuwo, dalang dibalik pria tersebut terkapar tak berdaya.

Perhatian mereka berdua seketika berpaling ke suara yang menggangu ritualnya barusan. Baru kali ini ritual ini diganggu oleh orang lain.

Pria yang sebelumnya melayang, terjatuh begitu saja dengan keadaan pingsan pejamkan mata.

"Ternyata kalian yang bikin semua murid menjadi tua." teriak Daraya memberanikan diri

Pria berkulit putih di depan sana tertawa remeh ternyata yang mencegahnya ini hanya seorang gadis pendek lemah berani menantang dirinya.

"Main lo jauh juga ya, sampai tau gue lakukan hal begini." remeh Pria mengamati Daraya dari atas ke bawah

Daraya dianggap lemah hanya diam sambil membaca situasi lawannya terlihat begitu angkuh dan sombong.

Pria yang di sampingnya terdapat Genderuwo, menyuruh untuk menyerang Daraya sampai hilang di dunia. "Maju."

Genderuwo yang dengar perintah dari pemimpinnya, terbang hampiri Daraya dan mencekik leher Daraya dengan erat.

Tubuh Daraya melayang lalu digerakkan kesana kemari dan dihantamkan ke tembok dengan keras hingga bersuara.

Brak brak brak

Daraya yang dibuat mainan, mencoba keluarkan kalung yang bertengger di lehernya. Berhubung badannya digerakkan ke sana kemari tanpa kejelasan, kalung tersebut keluar begitu saja dari pakaian Daraya dan memancar indah.

Akibat cahaya dan kekuatan yang begitu besar dari dalam kalung, genderuwo menjadi kepanasan mendapat serangan mendadak dari dalam kalung.

Jatuhlah Daraya dari ketinggian dan ambruk tidak berdaya. Akhirnya terbebas juga dari genggaman Genderuwo.

Akibat kepanasan tidak terhingga, genderuwo yang dimiliki pria ditebak kelas XII IPS 3 itu, melarikan diri.

Pria di sebelah sana terheran-heran nonton Genderuwo yang kalah begitu saja dari gadis lemah tidak berdaya sekarang.

"Hebat juga lo. Tunggu permainan selanjutnya dari gue." Pria ini pergi melarikan diri dan membiarkan Daraya dan pria tidak sadarkan diri di tempat itu.

Daraya yang melihat pria pemilik Genderuwo pergi begitu saja, tersenyum lemah karena hanya begitu saja kekuatannya.

Daraya yang masih lemah karena serangan barusan, merogoh celana olahraganya untuk ambil hp lalu menekan tombol telpon.

"Kak, tolong datang ke pojok lab kimia. Gak pakai lama." lirih Daraya menatap redup daerah sekitar.

Panggilan pun dimatikan oleh jari telunjuk Daraya. Tidak menahan lebih lama, Daraya pejamkan kedua matanya sampai kakaknya datang.

BERSAMBUNG

Terima kasih sudah mampir di cerita 'PổpcổNaNổ'. Semoga kalian suka:-). Dan sampai jumpa di chapter selanjutnya. ˁˀSee Youˁˀ.

SEMANGAT!

Jika ada kritik dan saran, silahkan beri komentar di sebelah. Saran kalian membantu cerita selanjutnya.

Buat : Senin, 27 Juni 2022
Publik : Senin, 18 Juli 2022

𖤓 Jadwal Update : 𖤓
• Rabu = pukul 20.00
• Jumat = pukul 18.00
• Minggu = pukul 16.00

Continue Reading

You'll Also Like

26.3K 3.8K 44
"Selamat berkelana dalam cerita seorang pecinta luka yang menginginkan bahagia." **** Pertemuan dengan Leon yang menyelematkan dirinya dari kecelaka...
35.8K 826 32
AGASKAR the Allstars gang __________________ Ini tentang Agaskar Al-revansyah cowok iblis berwujud malaikat dalam mitologi Yunani kuno dan juga tenta...
372K 21.6K 48
PROSES REVISI⚠️⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM BACA^,^ - - - - - - - Hidup serba apa adanya tak membuat insky mematahkan semangatnya untuk terus membahag...
15K 3.6K 37
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum semua balik lagi Sama ily jangan sampe bosen ya ikutin ceritanya "WARNING: TYPO BERTEBARAN!!" "PLAGIATOR HA...
Wattpad App - Unlock exclusive features