TAKDIR AKU,RAGU!

By Wp_wiwiaja30

42.5K 4.1K 1.3K

"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar da... More

Part 1 (Berantem?)
Part 2 (Saskia ku selamanya?)
Part 3 (Sandrinna?)
Part 4 (Kenal Rey?)
Part 5 (Bertemu Lagi?)
Part 6 (Bintang Minta Maaf?)
Part 7 (Memaafkan?)
Part 8 (Perasaan Takut?)
Part 9 (Si Galak & Si Posesif)
Part 10 (Pelukan?)
Part 11 (Raqeela & Arsyah?)
Part 12 (Emyr Atau Bintang?)
Part 13 (Tunangan?)
Part 15 ( Kecewa?"
Part 16 (Rahasia & Janji?)
Part 17 (Perhatian Reyfan?)
Part 18 ( Kabar Saskia Sakit?)
Part 19 ( Leukimia & Mencari?)
Part 20 ( Di Culik?)
Part 21 (Kritis?)
Part 22 (Ikhlas tuk selamanya?)
Part 23 (Ingin menepati janji?)
Part 24 (15 day with Sandrinna?)
Part 25 ( Skateboard bareng?)
Part 26 ( Masalah baru?)
Part 27 ( Nasgor Special)
Part 28 (Raqeela Arsyah Pacaran?)
Part 29 (Semakin Rumit?)
Part 30 (Sandrinna Sakit?)
Part 31 (Pesan Istimewa?)
Part 32 (Curhatan Hati Raqeela?")
Part 33 ( Why She?")
Part 34 (Rey?)
Part 35 (Pacaran Yuk?)
Part 36 (Gue Suka Lo Reyfan!)
Part 37 (Tidak Serendah Itu!)
Part 38 (Merasa Bersalah?)
Part 39 (Bayi Gedenya Bintang?)
Part 40 (Permintaan Maaf Reyfan?)
Part 41 ( Tak Percaya?)
Part 42 (Apakah Ini Takdir?)
Part 43 (Bimbang Untuk Memilih?)
Part 44 ( Kecelakaan Kecil)
Part 45 (Ketahuan Lagi!)
Part 46 (Kissing?)
Part 47 (Gemoynya Sandrinna?)
Part 48 (Amanah Bunda Reyfan?)
Part 49 - ( Hati Aku Sakit!๐Ÿ’”)
Part 50 - (Gue Benci Lo Sandrinna!)
Part 51 - (Bintang Pembohong!)
Part 52 - (Clara Wilantara?)
Part 53 - (Menunggu Kesempatan Kedua?)
Part 54 - ( Bintang kemana?)
Part 55 - (Kecewanya Sandrinna! & Perhatian Reyfan?)
Part 56 - (Kalimat manis Reyfan?)
Part 57 - (Harus Memilih & Fakta Clara?)
Part 58 - (Tekad Untuk Memperjuangkan!)
Part 59 - (Perasaan Seorang Reyfan?)
Part 60 - (Pelukan & Fakta Baru!)
Part 61 - (Permintaan Sulit & Pilihan?)
Part 62 - (Kelicikan Seorang Bintang!)
Part 63 - (Kisah kita telah selesai!)
Part 64 - (Kissing & Kekecewaan!)
Part 65 - ( Meski jauh tetap perhatian?)
Part 66 - (Senyuman keraguan?)
Part 67 - Fakta Dan Kesalahan?
Part 68 - Kecupan dari Reyfan?
Part 69 - Memutar Balikkan Fakta!
Part 70 - Yang Di Takutkan Reyfan?
Part 71 - ( Pernyataan Cinta & Kabar Buruk?)
Part 72 - (Koma & Kepergian?)
Part 73 - (Janji! & Do You Miss Me?)
Part 74 - (Aku, Kamu & Rencana Kejutan?)
Part 75 - (Will You Marry Me? & Keributan!)
Part 76 - (Pertunangan & Jadian?)
Part 77 - (Flashback Jadian & Minta Restu Virtual?)
Part 78 - (LDR & Ada Apa Dengan Reyfan?!)
Part 79 - ( Ini Akhir Dari Semuanya!) Part END!!!
Part 80 - (Extra Partโฃ๏ธ)
PERHATIAN!.. (Ada cerita baru ges!)๐Ÿ˜‹
Guys! Cerita Baru Udah Di Up!!
Yg Baca Alhamdulillah Orang Baik (ada info!)

Part 14 (Berantem Lagi?)

492 45 6
By Wp_wiwiaja30

Dugh!

Tubuh mungil itu jatuh begitu saja di atas lantai tepat saat ia memasuki kamarnya.

Dengan sekuat tenaga ia bangkit dan berjalan gontai menuju meja belajar miliknya dan membuka laci lalu mengambil 2 botol kecil itu.

Dalam sekali telan 4 butir obat itu masuk begitu saja ke dalam mulutnya.

Dengan memejamkan kedua matanya dan membekap mulutnya sendiri ia sekuat mungkin menahan suara rintihan yang berasal dari rasa sakit tubuhnya saat ini.

Drrtt..
Drrrt..

Dengan satu tangan ia mengambil ponsel miliknya dan melihat nama di layar yang menghubunginya.

Reyfan

Tanpa sadar air mata itu jatuh tanpa ia minta saat membaca nama itu dan tanpa menjawab ia membiarkan panggilan itu terus menerus hingga getaran di ponselnya berhenti.

Ting!

Bisa ia tebak satu nofikasi baru saja masuk pesan ponsel nya namun seperti tau siapa orangnya ia memilih untuk membiarkan dan membacanya nanti karna rasa sakitnya belum juga reda.

Mungkin saat ia tidur ia tidak akan rasakan lagi sakit itu.

Mungkin?

"Kamu pasti bisa!"gumamnya lemas?

Hanya itu kata kata yang sering ia ucapkan untuk menguatkan diri sendiri dalam keadaan seperti ini.

"Mama, papa, dan Reyfan masih butuh tubuh dan raga ini!"

Kalimat itu ia ucapkan hingga kesadaran nya mulai hilang.

....

"Arrghh! Kenapa sih? Angkat doang susah banget! Bahkan bales chat gue aja enggak! Jangankan bales baca aja enggak!.. "

Pria itu mengacak frustrasi rambutnya dengan kedua tangan dan mulai melepas seragam putih nya hanya menyisakkan kaos hitam nya.

Ia berdiri tepat di balkon kamarnya dan menatap bintang yang begitu terang di malam hari.

"Kamu lagi apa Sas? Aku cuman mau minta maaf karna sikap diam aku dan egois aku tadi siang ke kamu itu aja.. Tapi kamu malah nggak angkat telfon aku!.. Apa kamu marah? Kecewa? "

Ceklek..

"Reyfan!"

"Iyah bun"

Ia berbalik dan menatap ke arah sang bunda yang sedang berjalan menuju ranjang nya dan duduk di tepi nya.

"Ada apa bun?"

Sambil tersenyum ia membalas tatapan sang bunda sembari duduk di kursi meja tempat meja belajarnya.

"Harusnya bunda yang nanya sama kamu.. Kamu kenapa? Ada masalah?"

"Bunda tau aja.."

Ia menunduk sembari memainkan jari jemari miliknya seolah tidak bisa beradu tatapan lagi karna sang bunda seperti bisa membaca pikirannya.

"Saskia?"

"Bunda.. Reyfan bisa minta satu permintaan sama bunda?" tanpa menjawab pertanyaan sang bunda ia malah membalas dengan bertanya lagi.

"Minta apa itu?"

"Reyfan mau.."

"Mau?"

"Emm.. Mau"

"Mau apa sih? Jangan bilang sama bunda kalo kamu mau minta bunda nikahin kamu sama Saskia!"

"Astagfirullah bunda.. Reyfan masih mikir kali kalo usia kita itu masih rrmaja kek gini.. Enggak semudah itu Reyfan langsung minta nikah"

"Yah mana tau kan.. "

"Reyfan mau setelah lulus Reyfan pengen tunangan sama Saskia!"

"Hah?"

"Tunangan?"lanjut sang bunda

"Iyah.. Dan kalo bisa Reyfan pengennya sih jangan nunggu lulus karna Reyfan pengen bener beber punya ikatan yang kuat sama Saski"

"Jangan nekat nak! Tunangan itu hampir sama kayak nikah itu adalah hubungan yang bukan sembarangan bisa kamu gunakan hanya sekedar untuk memperkuat suatu hubungan!"

"Tapi bun.. "

"Apa Saskia setuju?"

Reyfan terdiam dan bingung harus menjawab apa?

"Udah kamu bicarain sama dia?"

Udah bun tapi dianya malah ragu

Reyfan kembali hanya tetap bungkam dan itu sudah jelas bisa di tebak sang bunda.

"Kalo dia nolak karna ragu itu nggak salah kok nak"

"Kok gitu bun?"

"Yah karna suatu hubungan pertunangan itu jelas penting dan akan bahaya jika kalian nanti contohnya ada masalah lalu tiba tiba salah satu memutuskan hubungan gitu aja kan jadi ragu bukan"

Ia mengangguk pelan seolah baru mengerti akan hal itu.

"Tapi bund.."

"Yakinin hati kamu, yakinin Saskia kalo kalian sudah menemukan jawaban dan sama sama mau biar bunda yang akan bicarain ini sama orang tua nya Saskia.."

Senyuman manis nan lebar seketika terlihat begitu semangat dari Reyfan.

"Beneran bun?" ujarnya sembari menghampiri sang bunda dan berjongkok tepat di depan sang bunda.

"Iyah!"

"Makasih bunda!"

Ia lalu memeluk erat sang bunda masih dengan senyum nya.

"Kalo kamu bahagia bunda juga bahagia nak"

...

Prank!

"Aelah! Pecah lagi"

"BINTANG!"

Ia menutup kedua telinganya akibat teriakan perempuan itu yang menggema di dapur.

"Heran punya badan kecil mungil tapi suaranya subhanallah guede banget!"

"Kalo bukan pacar udah aku buang ke samudra hindia!" omelnya sembari mencuci piring dan gelas yang telah ia sabuni itu.

"Oh gitu! Jadi akunya mau di buang!"

Mampus!

Ia mematikan air kran itu dan menelan dengan susah payah saliva nya lalu perlahan berbalik hingga tepat berhadapan dengan sosok gadis di depannya ini.

Dengan tangan yang bersedekap di depan dan menatap tajam ke arahnya.

"Ehh... Ada bu ratu"

"Ratu siapa? Selingkuhan kamu!"

"Astaga!"

"Bentar.. Ratu bukanya sahabat Saskia yah? Kamu selingkuh sama sahabatnya pacar musuh kamu sendiri? Astaga Bintang! "

"Wah mulai sakit nih cewe gue"

"Tuhkan sekarang bilang aku sakit!"

"Aku bilang kamu ibu Ratu bukan aku selingkuh sama si Ratu!"

"Alesan aja! Mending sana aja biar aku yang nyuci! "

"Ehh enggak biar aku aja.. Kan kamu udah masak trus aku yang nyuci okey.. Kan kamu ntar cape apalagi mami sama daddy kamu kan lagi di luar kota jadi pasti semua kamu urus sendiri" jelas Bintang namun Sandrinn hanya menatap nya dengan wajah datarnya.

"Kan ada bibi"

"Yah nggak harus semua dia yang kerjain kan kasian"

"Yaudah kalo gitu kamu aja yang gantiin bibi entar soal gaji biar aku yang urus"

Mampus!

Maunya biar uwu eh malah mau di tawarin jadi pembantu!

"Tega bener sama pacar sendiri"

"Biarin!.."

"Eh tapi nggak jadi deh.. Yang ada semua piring sama gelas malah kamu pecahin lagi ini aja udah gelas kedua yang kamu pecahin kan? "

Sembari menunjuk ke arah pecahan gelas yang ada di tong sampah dengan warna yang berbeda dari gelas sebelumnya.

Bintang hanya nyengir sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal.

"Malah nyengir lagi! Udah sana! "

"Tapi.."

"Nurut enggak!"

"Aku kan.."

"Diem!"

"San.."

"Nurut atau Pulang!"

"Ck iyah iyah! Fine!"

Ia mulai mundur dan membiarkan Sandrinna mengambil alih cucian piring itu.

"Aku mah apa atuh.." gerutunya kesal dengan pelan.

Sandrinna hanya diam dan fokus pada aktivitas nya meski kedua gendang telinganya terpasang tajam mendengar ucapan pria di belakangnya itu.

"Hmmm.. Bosan.."

"San.."

"Cewe.. Oii!"

"Ck nggak punya mulut apa?"

"Sandrinna...." panggil Bintang lembut.

"San.." lanjutnya.

"Bisa diem nggak sih Bintang!" sentak Sandrinna kesal.

"Berisik banget kek emak emak!"lanjutnya sembari dengan nada ketus.

Seketika suasana menjadi hening karna Bintang menurut untuk diam dan hanya terdengar suara air beserta piring.

"Sepi banget kek kuburan baru"

"He'em kan kamu mayit nya!"

Astagfirullah!

...

Hari ini terlihat cuaca lumayan mendung dan mungkin akan membuat hujan turun membasahi jalanan.

Terlihat Sandrinna yang baru saja berjalan masuk ke gerbang dengan langkah santai dan diikuti cowo yang berstatus pacarnya itu.

"Eh hai Saskia.." sapanya lembut saat mengetahui orang yang berjalan di depannya itu.

Merasa di namanya di panggil ia pun menoleh dan tersenyum manis pada Sandrinna yang sudah sejajarnya dengan langkahnya.

Sedangkan cowo yang sedari tadi mengikuti Sandrinna akhirnya mengalah dan hanya bisa diam sembari tetap berjalan di belakang kedua cewe itu dengan muka datarnya.

"Emm.. Bintang kamu duluan ke kelas kamu aja aku mau bareng Saski"

Bintang hanya mengangguk meski sempat ingin protes namun, ia urungkan saat melihat Saskia yang seperti terlihat tidak bersemangat dan ia sepertinya memang harus memberikan ruang untuk para cewe cewe itu meluangkan waktu.

"Yaudah aku duluan yah.. "ucapnya sebari mengusap lembut puncak kepala Sandrinna.

"Ternyata dia sweet juga yah"ujar Saskia setelah melihat punggung Bintang yang mulai menjauh.

"Iyah.. Tapi dia tuh kek bunglon tau"

"Kok kek bunglon?"

"Iya suka berubah ubah sikapnya.. Kadang kalo lagi sweet beuh ampe bikin aku salting abis tapi kalo lagi galak galaknya, trus di tambah marah marah dan omelannya hmm.. Nyeremin tau apalagi kalo dia udah ngomong dengan nada dingin dan jadi cuek itu lebih parah sih bisa jadi kek kulkas seribu pintu tau"ucap Sandrinna panjang lebar membuat Saskia terkekeh pelan.

Seperti dengan ekspresi yang begitu menggambarkan semua ceritanya.

"Hampir sama kek Reyfan berarti.."

"Reyfan juga kek gitu? "

"He'em cuman bedanya yah dia emang selalu bersikap dingin ke semua orang.. Kecuali aku, adeknya, bundanya yah itu juga lumayan.."

Sandrinna hanya mengangguk dan seolah ingin mendengar lebih tentang sosok Reyfan itu.

Srett..

"Aduh!" pekik Saskia saat merasa sakit di pergelangan tangannyq karna sebuah tangan yang secara tib tiba menariknya.

Sandrinna sontak mundur ke belakang karna tubuh kekar itu sempat menabrak pundaknya dan seolah menolaknya secara halus.

"Ayo!" titah pria itu lalu mulai menarik paksa tangan Saskia.

"Ehh!.. Jangan kasar dong sama cewe lo sendiri!" ucap Sandrinna sedikit kesal.

Saskia hanya menatapnya dan menggeleng seolah berharap ia tidak perlu mengatakan apalagi.

Pria itu membalikkan badannya dan berhadapan tepat dengan Sandrinna.

Ia berusaha untuk tidak terlihat gugup karna bertatapan langsung dengan orang di depannya ini.

Tatapan itu terlihat datar dan sangat sangat terkesan dingin membuat siapa pun yang menatap akan merasa ngeri.

"Nggak usah ikut campur!

"Rey.." panggil Saskia lirih sambil mengusap lengan pria itu yang terlihat sedang menahan emosi pada Sandrinna.

"Bu.. Bukan mau ikut campur.. Gue cuman kasian aja sama Saskia karena lo narik tangannya kek gitu" ujarnya sedikit pelan.

"Mau gue ngapain dia itu bukan urusan lo!.. Lo urus aja diri lo sendiri ngerti lo!" ucap Reyfan penuh penekanan.

Deg!

"Udah!.. San maaf yah soal Reyfan.. Kao gitu kita berdua duluan sampai ketemu di kelas yah.. Dahhh"

Saskia melambaikan tangannya terlebih dahulu Sandrinna dan menarik tangan Reyfan untuk segera menjauh.

Sandrinna masih berdiri pada posisinya dan tersenyum hambar.

Jantung nya masih terus berdetak sekencang tadi saat menatap mata Reyfan dan menerima bentakan cowo itu yang membuatnya merinding takut karna sikap dinginnnya.

Ia teringat dengan kata kata Saskia yang mengatakan betapa dinginnnya sifat cowo itu pada orang lain.

"Ternyata bener tapi ini malah lebih parah dari kulkas seribu pintu..
Tapi jadi penasaran gimana sama sikap manisnya ke orang yang dia sayang.. Pasti bahagia banget"

...

"Lo kenapa kusut bener tuh muka kek belum di strika berhari hari" tanya Ratu saat melihat Saskia yang hanya duduk melamun di kursinya dengan wajah kusut pasih.

Laura hanya mengangguk menyetujui perkataan Ratu.

"Iyah.. Saskianya Reyfan lagi kenapa sih? Ada masalah?"

Tidak ada sahutan dari Saskia ia seolah masih berada dalam fikirannya.

"Sas..."

Ratu memberikan kode pada Laura lewat tatapan matanya yang seolah meminta cara apalagi agar bisa menarik perhatian cewe itu.

"Mmm.. Gue tau"

"Apaan? Buru! "

"Gimana kalo gue nyanyi aja pasti dia bakalan langsung sadar secara kan suara gue bagus banget"

"Hah! No no no!. Nggak ada bagus bagusnya suara lo! Merduan suara guntur dari suara lo tau! "

"Ihhh.. Jahat banget sih Tu!"

"Bodo! Lagian gue minta solusi, cara.
Bukan nya buat masalah!"

"Yehh emang suara gue ngundang masalah apa?"

"He'em.. "

"Enggak deh perasaan.."

Ratu hanya menepuk jidatnya frustasi lalu kembali fokus menatap Saskia yang juga tidak bergeming.

Seketika suasana menjadi hening di antara mereka bertiga hanya terdengar suara siswa dan siswi yang sedang berbicara dan berlarian di dalam kelas itu.

Terluka.. Ku menangis..

Tapi ku terima..

Semua keputusan yang telah kau buat..

Satu yang harus kau tau..

Ku menanti kau tuk kembali...

Hoo..

Wo... - "Ommphhhtt uhuk uhuk!"

Mampus!

Ia langsung mengeluarkan kertas gumpalan yang ada di mulutnya karna ulah Ratu.

"Rasain tuh!"

"Uhuk.. Uhuk! Uwekk!"

"Hmm.. Tuhkan makanya kalo di kasih tau di dengerin!"

Laura hanya menatapnya dengan mengumpat sumpah serapah di dalam hatinya.

"Dibilang jangan nyanyi lah dia malah konser.. Jadilah gue terpaksa ngasih lo kue kertas ala Ratu sofya.. "

Ucapnya dengan gaya tanpa rasa berdosanya.

"Setan lo!"

"Heh! Ngomong apa lo bocil!"

"HAHAHAHAH! ADUH! HAHA"

Seketika Ratu dan Laura melihat ka arah sumber suara yang memenuhi ruangan itu bahkan beberapa oasang mata menatap ke arah mereka.

Pecah sudah tawa Saskia karna sedari Laura menyanyi ia sudah membuyarkan lamunanya dan fokus pada kedua sahabat nya itu yang berujung perdebatan.

Dan hal itu sungguh mengundang tawa nya karna sedari tadi ia berusaha untuk menahan namun tidak bisa saat mendengar makian dari Laura.

"Sas lo sehat?" tanya mereka bersamaan.

Ia masih berusaha untuk mentralkan tawanya dan mengusap sisa air mata di ujung matanya karna tertawa tadi.

" Alhamdulillah.. Sehat"

"Trus ngapa lo ngakak sendiri?"

"Kalian berdua berantemnya lucu makanya gue ketawa masa iyah gue nangis.."ucapnya sambil terkekeh.

Laura hanya menatapnya datar namun seketika menjadi kesal lagi saat menatap Ratu yang kebetulan juga menatapnya.

"Apa lo!"

"Lo apa!"

Saskia lalu mengedarkan pandangannya tepat di kursi Reyfan terlihat kosong di sana.

Apa cowo itu benar benar marah? Mengingat pertengkaran mereka tadi pagi karna Saskia yang bersikap cuek padanya bahkan saat ia mengajak ke kantin pun Saskia menolaknya mentah mentah.

Ia pun tidak sengaja menatap ke arah Sandrinna terlihat gadis itu sedang membaca novel sambil mendengarkan musik menggunakan earphone Miliknya.

"WOII ADA YANG BERANTEM DI KANTIN!"

Deg!

Sontak Saskia berdiri begitupun Sandrinna lalu mereka saling pandangn saat mendengar suara teriakan salah satu siswa di luar kelas itu seolah mengundang oranh orang untuk berarakan melihat kejadian itu.

"Reyfan.."

"Bintang..."

Tanpa mengatakan apapun keduanya berlari keluar kelas membuat Ratu dan Laura melongo melihat itu.

"Mereka kok kompak bener larinya?"

"Iyah.."

"Ehh.. Apa jangan jangan yang berantem cowo mereka berdua lagi makanya pada lari gitu! Secara kan si dua laki itu musuhan"

"Bisa jadi ayo liat!"

...

Bruk!

Prank!

Dugh!

Suara berisik terus menggema memenuhi kantin itu itu 3 kursi sudah patah dan meja yang terbalik suasana menjadi kacau dan dua orang itu masih terus beradu otot hingga luka di wajah mereka terlihat begitu mengenaskan.

Darah bercucuran dari mulai hidung, jidat , pelipis mata dan wajah mereka.

Suara sorakan teman teman terdengar nyaring dan tidak ada yang berniat seidkitpun untuk memisahkan mereka.

Hingga 3 cewe mungil itu tiba dan berusaha untuk menerobos melihat ke depan.

Setelah sampai terlihat di depan mereka salah satu dari kedua cowo itu berada di atas dan terus meninju wajah orang yang berada di bawah tindihannya.

"BINTANG!"

Srett!.

"Reyfan?"

Next? (siapa yg ribut?🤦‍♀)

Continue Reading

You'll Also Like

42.4K 2.2K 34
ReySan ________________________________________________________ Perjodohan yang tidak pernah ada didalam buku rencana sandrinna. Yaitu, harus menikah...
240 62 16
Karna kematian ketua gengnya, para Flowers pun membuat sebuah perjanjian untuk mengenangnya. Perjanjian itu di buat oleh Jasmin, ketua geng mereka yg...
16.7K 247 123
REVil"... Dan dia algantara Delano Arlaska yg sering di sapa algan dengan jaket hitam kebanggaan nya yg setia melekat di tubuh tegap sempurna nya yg...
36.8K 2.8K 50
โ€ขMuhamad Fahreyza Efrianda Biasa di panggil rey , orangnya ganteng banget sampe di icer oleh cewek-cewek , cuek tapi kalo sama sahabatnya dia sangat...
Wattpad App - Unlock exclusive features