Puisi Delapan Puluh Tiga
"Denganmu"
segala rasa mulai berkecambuk
sungguh, aku benar-benar ingin mengakhiri
denting itu kembali berbunyi
pertanda, kehadiranmu kian dekat
inginku tolak, tak memungkinkan
tidak bisa kupungkiri bahwa aku ingin
mengapa masa lalu kita belum usai?
mengapa seolah tak terjadi apapun?
mengapa hanya aku yang ....
sudahlah, aku mengerti
apakah hanya aku saja?
sedang kamu tidak?
harus kuapakan rasa ini?
kuletakkan dimana?
mengapa kebimbangan ini begitu dahsyat?
mengapa aku tidak bisa membendungnya?
apa aku masih mengharapkanmu untuk kembali?
sedang secara yakin aku akan menolakmu
denganmu;
pasti menjadi ketidakpastian
aku ingin bebas
mengepakkan sayapku sendiri
terbang menuju cakrawala
denganmu;
seolah aku mati
Palur, 18 Februari 2022
9:46 pm
—matchalatte
follow my instagram account
"rachmalianh"
NB : jika ingin izin menggunakan puisi, silakan DM instagramku. sankyu ッ