"hm," asahi membuang muka, mengalihkan pandangannya dari jaehyuk, "yaudah, terserah."
"satu lagi,"
"apa lagi?"
"lagian, lo beda dari dia."
"dia siapa?"
"ya asahi yang gue kenal dulu. lo tau bedanya apa?"
"enggak lah. gue kan gak kenal—"
"lo lebih galak," jaehyuk memotong kalimat asahi, "lebih cerewet juga."
"kalo gak ada yang mau lo omongin lagi, mending lo pulang."
"...dan lo ngambekan."
kalimat itu sudah jelas mendapat balasan yang tidak enak dari asahi. ia menatap jaehyuk sinis. tapi, tanpa sadar, asahi juga sedang mengerucutkan bibirnya; kesal.
tingkah asahi membuat jaehyuk tertawa kecil. selain itu, membuat ia semakin sadar bahwa asahi yang ada di depannya ini sangat berbeda 180 derajat dari si robot.
"udah? masih mau nyebutin apa yang beda dari gue sama dia?" tanya asahi sewot.
"sini,"
"ngapain?"
jaehyuk sedikit berdiri dari kursinya dan mendekatkan wajahnya pada kepala asahi; membuat asahi mematung dan agak membelalakkan matanya kaget.
sebentar; dan detik berikutnya jaehyuk kembali duduk. ia tersenyum tipis.
"shampoo lo beda."
"...gak jelas." kata asahi pelan, namun juga dengan menekankan kata-katanya.
tangan asahi meraih minumannya. ia berusaha menghilangkan sedikit kecanggungan karena tingkah jaehyuk yang tiba-tiba.
"lo pasti deket banget sama dia," ucap asahi, "naksir ya?"
"kenapa gitu?"
"ya, lo aja sampe tau shampoo-nya segala, yang jelas-jelas gak penting banget buat lo tau."
jaehyuk hanya tersenyum menanggapi asahi. toh, kalimatnya juga tidak salah. jaehyuk memang dekat dengan asahi si robot dan— naksir.
"gak usah dipaksa," nada bicara asahi mendadak berbeda, lebih serius.
"apanya?"
"gak usah dipaksa kalo emang lo gak mau dijodohin. gak usah dipaksa buka hati, kalo emang masih suka sama dia."
"trus lo mau gue ngestuck selamanya sama orang yang udah gak inget gue— nggak, nggak. bahkan dia bukan orang..."
"iya, mau. kan lucu liat lo galauin robot."
"dih. jadi, gimana? lo belum jawab pertanyaan gue."
"pertanyaan apaan sih?"
"lo mau gak nunggu gue?"
asahi berdecak, "masih aja lo bahas."
"kan gue butuh jawaban."
"hmm," asahi mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, "jalanin aja. lagian, kalo lo emang pada akhirnya nerima dijodohin sama gue, ngapain juga gue nunggu lo? toh, ujung-ujungnya bareng juga, kan?"
yah, ada benarnya kata asahi.
jaehyuk tersenyum tipis, yang juga dibalas senyuman manis dari asahi.
memang hidup, nggak akan ada yang tau apa yang bakal terjadi satu detik lagi, satu menit lagi, besok, sebulan lagi, atau setahun lagi.
tidak terkecuali seperti apa yang selama ini terjadi dengan yoon jaehyuk. semuanya bisa sesuai keinginan maupun di luar dugaan.
waktu juga yang akan menjawab semuanya.
tangan jaehyuk tiba-tiba meraih ponsel asahi yang tergeletak di meja.
"eh? ngapain?" asahi berusaha merebut, tapi gagal, karena jaehyuk bisa menghindar dengan cepat.
"kok hp lo gak ada passwordnya?" tanya jaehyuk, sembari mengotak-atik ponsel asahi.
"ya abis ini gue kasih password biar lo gak sembarangan liat-liat!"
raut wajah asahi terlihat kesal. siapa sih yang nggak sebel kalau hp-nya tiba-tiba dibuka sama orang lain.
namun, karena merasa percuma juga merebut ponselnya kembali, asahi hanya diam menunggu jaehyuk mengembalikan.
dan tidak sampai lima menit, jaehyuk memberikan ponselnya lagi.
"udah gue tambahin nomer gue di kontak lo, namanya 'jaehyuk'. tapi, kalo lo mau ganti jadi 'calon jodoh' juga gak papa sih."
"gila, parah lo. omongan lo kayak buaya darat tau gak. jijik banget, jaehyuk."
jaehyuk nyengir, "trus gue juga udah tambahin kontak di aplikasi chat lo, biar lo bisa ngabarin gue. hehe."
"jaehyuk, lo pulang sekarang."
"bentar, satu lagi. itu udah ada passwordnya, 2307. tanggal lahir gue, alias bentar lagi gue ulang tahun. surprise-in gue, ya?"
"gak."
"galak."
"gih, pulang. udah hampir tengah malem, udah mau ganti hari."
"iya, iya." jaehyuk tertawa kecil, lalu beranjak dari tempatnya.
asahi mengantarnya hingga ke gerbang yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat mereka duduk tadi.
"makasih ya. sorry, gue ngebuang waktu lo banget sampe tengah malem."
"hmmm,"
"gue pulang dulu,"
"iya. hati-hati, jaehyuk."
tidak ada angin, tidak ada hujan, jaehyuk mengacak rambut asahi gemas.
keduanya tersenyum.
"sampai ketemu besok... dan seterusnya."
—
# end. #
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.