We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

chapter 1

69 1 0
                                        

***

Aku merasa hidupku baik-baik saja sampai dua bulan yang lalu, maksudnya--- saat ini--benar hidupku tidak baik-baik saja.

Seseorang mencoba merusak pola dan sistem kehidupan yang susah payah kubangun.

Hidupku, menjadi kacau.

"Hari ini kamu terlambat lagi Brian!" Pak Ahmad memarahiku lagi, sudah lima kali pertemuan mata kuliahnya aku selalu telat.

"Maaf pak, hari ini aku tidak akan membela diriku " aku mengutarakannya dengan sunggu-sunggu

Aku sadar, sejak awal hidupku tidak akan setenang apa yang selama ini diharapkan.

Karma akan selalu ada. Menyalahkan diri tidak ada gunanya jika dari awal aku tahu itu akan mendatangiku suatu hari nanti.

Dan kurasa aku menemui nya.

"Kamu tau kan bapak bilang apa dipertemuan kemarin--"

"Aku mengerti" aku memotong perkataannya dan segera keluar.

Tidak mengikuti mata kuliahnya lagi. Itulah perjanjian yang kusetujui pekan lalu jika aku terlambat lagi.

Tak kusangka akan separah ini sampai-sampai aku harus kehilangan satu persatu mata pelajaran ku.

Sial, aku bertemu lagi dengannya, kesialan terus saja mengikutiku dimasa lalu maupun dimasa depanku

"Hhhah!" Aku menghirup udara dibangku taman kampus, menjernikan pikiran dengan mencoba ikhlas mungkin jalan yang baik.

"Hai beb!"

Aku menatap lurus pada seseorang yang datang sambil melambai padaku, Wajahnya berseri lagi hari ini

"Apa kamu---tidak bosan melakukan ini?" Nada suaraku seperti biasa, tenang dan---

"Apa maksudmu? Tentu saja jika melihat mu saja aku tidak akan pernah bosan apalagi bisa berduaan denganmu "

Sekali lagi aku menghela napas, setelah itu aku beranjak meninggalkannya tanpa kata.

Dan--dia tetap mengekor dibelakangku, langka yang selalu kuhapal entah kenapa.

Rasanya ditelinga ku terdengar seperti pola melodi, aku bahkan sering menghitung tiap ketukan maju dan berhenti dari sepatunya

Lalu setelah berjalan lima kaki biasanya dia akan---

"Bi, hari ini aku dimarahi papa, abisnya kamu tau? Aku dilaporin sama guru les aku, hanya karena apa? Hanya karena aku sering bolos lesnya. Hahahaha lucu banget kan?"

"Dasar guru les itu mulutnya ember. pake acara laporin ke papa segala. huu! Dasar nener sihir!"

Dia mulai menceritakan tentang semua hal yang dialaminya, baik itu apa yang terjadi dirumahnya, dan di kampus

Terkadang aku risih mendengar semua hal itu, tapi karena hal itu seiring berjalan waktu aku mulai mengenalnya secara tidak langsung

Orang bodoh mana yang akan menceritakan semua hal apa yang terjadi padanya kepada orang lain atau orang asing yang baru ditemuinya.

Dasar gadis aneh. Dia terlalu polos tapi--terlalu naif juga, dia pikir dengan bersikap sok dekat atau pun mencoba dekat denganku, aku akan menerimanya?

Namanya Elina Veggie, mahasiswi cantik di kampusku, seluruh kampus anehnya mengenalnya. Kurasa dia populer dikalangan para cowok.

Aku tidak bisa menggambarkan kepribadian nya, tapi hanya bisa menebak kalau dia---gadis aneh serta gila

Setelah mengangganggu hidupku, kupikir dia mempunyai masalah hidup, apakah dia menjadi seperti ini karena diputuskan pacarnya dan tersakiti karena pengkhianatan?

Entahlah, itu hanya asumsi dari pikiran liarku, aku bahkan tak akan mencoba mencari tau tentang gadis itu

"Bi? Bian? Kamu mendengarku kan?"

Aku memejamkan mataku, gadis ini---selain menggangu dia juga suka mengubah nama orang

Aku berbalik, "Apa kau juga akan ikut kedalam?" Matanya hanya mengerjap lugu

Saat dia sadari apa maksudku, dia tersipu malu dan tertawa kecil, "Aku akan menunggu diluar" katanya tersenyum

Aku tidak ingin dia tersenyum, itu mengganggu. Masuk kedalam WC, aku berjalan kebilik kosong, didalam aku tidak buang air kecil maupun besar

Ini setingan. Ayolah, cara ku menghindarinya salah satunya dengan begini

Biasanya aku akan sampai satu atau dua jam atau bahkan lebih lama lagi untuk mengurung diri didalam bilik kamar mandi

Namun, hari ini---aku--melirik jam tangan ku, dia tidak mungkin menunggu ku kan?

Tidak, dia menungguku, saat aku keluar dia jongkok disamping dinding kamar mandi seperti orang bodoh saja

Aku hanya meliriknya dan tak berniat mengatakan apa pun padanya, tapi mata elangnya selalu cekatan menangkap bayanganku dan kembali mengekor ku

"Berhenti mengikutiku.."

"Tidak mau"

Bersambung

OBSESSION IIStories to obsess over. Discover now