Prolog

0 0 0
                                        

Gue ngak maksa kalian baca cerita ini, tapi gue cuma mau bilang, kalian wajib baca cerita ini, nggak terkesan maksa kan?, iya dong, udah iyain aja biar Authornya seneng, mweheheh.

Ok manteman, Happy Reading

┐( ̄ヮ ̄)


_________________o0o________________



































"Ka...k..s..sa..tit" Rintihan yang dikeluarkan oleh gadis kecil barumur sebilan tahun yang sedang meringkuk di dekat kaki meja terdengar sangat memilukan, tapi rintihan tersebut tak berlaku bagi lelaki bak iblis satu ini.

"Diamlah bocah"

"Apa salah Aya?. Kok kakak nakal ama Aya, kan Aya ngak nakal ama kakak"kembali, tangisan yang dikeluarkan gadis tersebut tak ditangapinya.

Bahkan Wajah gadis cantik ,manis ,nan mungil itu kini sudah penuh dengan memar yang diakibatkan oleh tamparan sang kakak, bahkan tubuhnya sudah dipenuhi bekas cambukan dan bercak besi panas.

"Apa salahmu?. Kau tak punya salah apapun padaku, aku hanya igin menyiksamu"anak lelaki berumur sepuluh tahun tersebut menjawab pertanyaan Kenya dengan bentakan dan kembali memberi cambukan bertubi terhadap gadis sebilan tahun tersebut.

Kenya yang mendengar jawaban sang kakak berserta cambukan bertubi tubi hanya bisa menunduk dan memekik kesakitan, dia tak kan berani menatap mata sang kakak.

Sebelumnya jika ia dan sang kakak berada didekat ayahnya, kakaknya tak pernah mengasarinya. Apalah daya anak berumur sembilan tahun yang tak mengerti akan tingkah kakaknya. Dia harus bisa menahan segala rasa putus asanya dan tetap diam jikala sang ayah bertanya tentang luka luka yang berada di tubuh munyilnya.

"Aya bakal tulutin apapun yang kakak minta, tapi jangan pukul Kenya lagi ya kak". Ujar kenya dengan nada yang bergetar. Kent, sang kakak yang mendengar ucapan Kenya, mengangkat salah satu sudut bibirnya.

"Baiklah tapi jika kau berbohong aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri" Ancaman yang diucapakan sang kakak mampu mencubit hati Kenya. Kenya merasakan sakit saat melihat sang kakak yang dulunya sangat menyayagi dirinya sekarang malah menyiksanya.

"Masuklah kekamarmu dan jangan keluar sebelum luka lukamu mengering. Satu lagi, jangan mengadukan perbuatanku terhadapmu dengan ayah"ujar kent sebelum melangkah dan meninggalkan Kenya sendirian di dalam gudang yang sangat kumuh tersebut. Kenya yang melihat sang kakak melangkah pergi menghela nafas lega.

Kenya mencoba untuk bangkit dengan keadaan yang sangat memprihatinkan, setelah berhasil berdiri, Kenya melangkah dengan sempoyongan meningalkan gudang untuk menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas yaitu lantai dua.

Bi darmi yang melihat keadaan nona kecilnya hanya bisa menatap sendu dan penuh kekehwatiran, selama ini dia hanya menjadi saksi peyiksaan tuan muda terhadap nona mudanya.

Jika saja dia bisa memberi tahu tuan besar maka nona mudanya pasti tidak akan tersiksa seperti saat ini, pernah sekali sosok wanita paru baya itu ingin memberi tau keadaan nona mudanya terhadap tuan besarnya, tapi anak kecil kemarin sore yang baru masuk kerumah ini, siapa lagi jikalau bukan, Kent.

Anak kecil tersebut sangatlah licik sehingga tuan besar tak mempercai itu semua, dengan dia berpura pura menjadi anak yang polos. Dan anak kecil tersebut mengancam bik darmi dengan mengatakan dia akan membully anak bik darmi yang satu sekolah denganya setiap hari.

Memang ancamanya tidaklah seberapa, tapi anak bik darmi pernah mengalami ganguan jiwa, sebanya hanya satu, yaitu sering dibully disekolah.

Setelah sampai di depan kamar, Kenya membuka knop pintu dengan sangat pelan agar tak menimbulkan bunyi dan mengakibatkan sang ayah bangun dan melihat keadaanya yang sangat memprihatinkan saat ini. Setelah masuk Kenya menutupi pintu dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Butuh waktu yang sangat lama untuk Kenya habiskan di kamar mandi dikarenakan dia mandi sambil menangis menahan perih akibat lukanya yang terkena air. Kalau author sih ngak bakalan mandi.

Setelah memakai baju santai, Kenya mengambil kotak P3K untuk mengobati lukanya. Kenya membersihkan lukanya mengunakan alkohol sambil menahan agar tak berteriak,sumpah rasanya Kenya ingin menangis,lukanya terasa sangat perih ketika terkena alkohol tersebut. Setelah bersih Kenya memberi petadin pada lukanya dan membalut luka tersebut mengunakan pembalut gulung.

Gadis mungil tersebut menatap sendu figura di meja belajarnya, diambilnya figura tersebut dan dengan pandangan kosong tak terasa air matanya telah meluncur deras. gadis kecil itu merebahkan dirinya di atas ranjang dengan pigura yang masih ia pegang. Tak lama terdengar dekuran halus yang keluar dari mulut gadis kecil tersebut yang menandakan ia sudah bergelut di alam mimpi.

...OuSec...

Di tengah malam kenya Gadis kecil itu merasa kasurnya bergerak, tapi dia tak memperdulikanya.

"K...Kenya" Kenya tak terbangun oleh suara rengekan yang dikeluarkan oleh seseorang tersebut.merasa tak dihiraukan sosok tadi memejamkan mata serta tangan yang dilingkarkan kepinggang Kenya. Tak lama terdengar suara dekuran halus yang menandakan kedua insan tersebut telah tertidur lelap.

.....OuSec....

Suara kicawan burung di pagi hari tak membangunkan sorang gadis terbangun dari tidur nyeyaknya.

Merasa sedang dipeluk erat gadis kecil nan manis tersebut mengerjapkan matanya secara perlahan. Disaat matanya terbuka sempurna ia tak menemukan siapapun di atas ranjangnya. Ah mungkin itu hanya hayalanya.

Kenya meyibak selimutnya dan berjalan sedikit pincang, entahlah dia tidak merasakan sakit yang diakibatkan oleh luka cambukan baik itu bekas besi panas maupun perih dipipinya ,tetapi memar memar merah tak bisa dielakan karena masih terlihat jelas bekas bekas merah yang akan menjadi keunguan.

Setelah menghabiskan waktunya didalam kamar mandi untuk membersihkan diri, kini gadis kecil tersebut sudah lenkap memakai dres mini berwarna pink yang manis ketika tubuh mungil tersebut mengenakanya.

Jika kalian bertanya mengapa tak ada yang memandikan dan mengganti pakainyanya. Jawabannya para pelayan dilarang keras oleh Kent untuk mengurus Kenya karena tak mau aksi kejinya diketahui oleh para pelayang dan mengadukanya kepada sang ayah, jika itu benar benar terjadi maka Kent yang akan turun tangan sendiri.

Jangan salah, Kent yang masih umur sepuluh tahun adalah bocah yang dilatih keras oleh ayah kandunya dulu,sehingga sekarang ia tak punya ketakutan untuk menyiksa seseorang yang diangapnya sebagai pengangu.

Gadis mungil dengan bola mata abu abu tersebut hanya mengurung diri didalam kamar seharian penuh tampa keluar kamar barang sedetikpun.

Kalau kalian bertanya dimana keberadaan papa kenya sehingga tak menyadari kenya tak keluar kamar, maka jawabnya papa kenya yaitu Houston dan helena ibu tiri kenya telah terbang ke jawa untuk urusan bisnis jual beli.





















"Gadis bodoh"

....OuSec...

Salam dari re..

See you

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 26, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

OurSecretsWhere stories live. Discover now