horor cerpen 1

9 3 1
                                        

Aku dan keluarga sekarang ada di desa, kenapa harus desa? Karena ibuku mengalami penyakit, yang mengharuskan ibu untuk hidup sehat dan menghirup udara segar.

aku dan keluarga tinggal di rumah yang cukup besar di desa, bisa dikatakan ini bukanlah desa melainkan hutan, entah kenapa ayah ku memilih di tengah hutan.

Kami baru pindah satu hari yang lalu, dan hari ini adik ibu ku datang bersama istrinya yang sedang hamil dua bulan dan anak laki-laki nya yang lebih tua dari ku

"Nia... "

"Iya yah!" Ucap ku.

"Cepat mandi habis ini makan ada tamu" Ucap ayah.

Aku tidak tahu siapa tamu yang di maksud, tapi aku meng iya kan saja.
Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu rumah.

"Tok tok tok"

"Ya... " Aku teriak dan berlari untuk membuka pintu.

"Eh bibi kenapa datang? "

"Kaka ipar ku sakit masa gk datang" Ucap bibi.

"Gk di suruh masuk nih? " Ucap seseorang .

"Oh... Silahkan masuk" Ucap ku mempersilahkan masuk. Ya, yang datang adalah bibi ku dan keluarga nya.

"Kak lettaaa...! " Ucap ku teriak

"Yaaa... Apa niaaa, kenapa? " Ucap kak letta balas teriak

"Buatin minum unt... "

Prakkkkk

Kami semua yang ada di rumah terkejut dan aku dan bibi langsung lari kearah ruangan tersebut.
Karena aku yang lari paling depan aku lebih dulu melihat apa yang terjadi.

"Ibuuu!!! " Teriak ku

Bibi lansung pingsan karena ia sedang mengandung.

"Kenapa? " Ucap kak letta

"Aaaaaa" Karena kk letta teriak membuat paman dan ayah datang .

"Ada apa "ucap paman.

" Kakak!!! "Ucap paman

" Sepertinya dia sudah mati "ucap ayah.

Aku heran kenapa ayah bersikap seperti itu seperti tidak terjadi apa apa

" Kita harus menguburkan nya" ucap ayah

"Bian bantu aku menguburkan dia" Ucap ayah santai

Kenapa ayah begitu santai? Padahal yang mati adalah istrinya

Tanpa basa basi paman langsung mengangkat kakak nya

Kalau ibu mati karena penyakit nya, kenapa ada busa di mulut nya? Menurutku pasti ada yang meracuni nya, apakah ayah? Sudahlah tidak usah dibahas

"Aaaaa" Teriak paman yang melihat anak laki-laki nya tertusuk pisau buah.

Ini perbuatan siapa lagi

Sehari setelah kejadian itu, hari ini tidak terjadi apa apa.

Seperti biasa aku lah yang paling akhir tidur karena aku suka begadang, tetapi aku mendengar suara berisik di depan kamar ku, aku pun keluar kamar untuk mengecek, yang kukira kak letta terbangun, karena sudah biasa kak letta bangun, tapi aku keluar yang kutemui adalah kaki tergantung.

Aku melihat keatas, dan yang kutemui adalah kak letta yang tak bernyawa

"Aaaaaaaa" Aku teriak sekencengnya

"Kenapa nia! " Ucap bibi

"Letta apa yang kamu lakukan" Ucap bibi histeris.

"Ada apa ini ribut" Ucap paman baru bangun.

"Sayang letta sayang..." Ucap bibi

"Sepertinya kita harus pergi dari rumah ini" Ucap ayah begitu saja

"Benar" Ucap paman

"Ayo cepat" Ucap paman lari keluar sambil membawa kunci mobilnya.

Aku membantu bibi untuk berjalan, dan aku melihat ayah membawa seuatu.

"Ayah ngapain bawa itu? " Ucap ku heran

"Hanya untuk berjaga jaga" Ucap ayah

"Apa yang kalian lakukan? Cepat naik" Ucap paman

"Tunggu aku tidak melihat putra ku? Kemana dia? " Ucap bibi

"M-maaf bi tadi kakak juga di bunuh" Ucap ku gugup.

"BRIAN!!! ".

Bibi tertidur di mobil dan paman juga mengantuk sambil menyetir mobil, ayah ku terlihat tidak mengantuk, aku mulai mencurigai ayah.

kami berjalan menelusuri hutan untuk keluar, tetapi mobil paman menabrak pohon dan mobilnya jatuh.

Aku terbangun dan melihat aku sendirian di mobil yang terbalik, aku mencoba keluar

Aku berteriak memanggil ayah, paman dan bibi. Aku melihat bibi yang bersembunyi dan ketakutan, aku mencoba memegang bahunya.

" Aaaa"dia berteriak seakan-akan aku adalah penjahat

Dan tiba-tiba bibi memeluk ku, aku mencoba menenangkan bibi, aku di ajak lari oleh bibi, kata bibi kita lagi dalam bahaya.

Dan bibi terjatuh karena tak kuat berlari, aku melihat darah keluar, bibi keguguran, aku mencoba membantu bibi duduk.

"Aaaaaa... Aku sudah kehilangan suami ku dan kehilangan kedua anak ku!!! " Teriak bibi.

Aku bingung apa yang di maksud bibi? Apakah paman sudah mati? Berarti bibi tau pelakunya?

"Ternyata kalian di sini hahahha... " Ucap seseorang.

"Ayah... " Aku begumam.

Glinding glinding glinding

Aku melihat bibi yang sudah tak berkepala dan ayah yang memegang kepala paman.

"Kau selanjutnya HAHAHAHAHAHAHA....!!! " ucap ayah.

strassss

Semua pandang perlahan menggelap

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 03, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cerpen HororStories to obsess over. Discover now