deal

35 3 0
                                        

"Cukup. Kita sampai disini"

Jaehyun hanya diam tak bersuara, namun kedua tangannya masih menggenggam kedua tanganmu.

"I know. Aku tidak akan berusaha untuk meminta kesempatan kedua"

Kamu hanya menundukkan kepala dengan air mata yang menetes berkali-kali tanpa diseka.

Kamu mulai melepaskan tangan Jaehyun, memberanikan diri untuk menatap matanya.

"Jangan menangis" kata Jaehyun padamu sambil menyeka air matamu yang hampir turun lagi.

Kamu meletakkan tangannya lembut, berbalik arah, lalu perlahan beranjak menjauh dari sana.

Sampai di depan pintu mobil, seseorang membukakannya untukmu.

"Mrs. Jung...."

I'm not Mrs. Jung anymore

.......................

Sepanjang perjalanan pulang, kamu sandarkan kepalamu ke jendela mobil, berusaha menikmati perjalanan ditemani cuaca yang sedang tak bersahabat. Siang ini matahari bersembunyi, hanya rintik-rintik hujan yang terlihat disana.

 Siang ini matahari bersembunyi, hanya rintik-rintik hujan yang terlihat disana

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kamu memejamkan mata, kilas balik masa lalu terlintas.

Pada tanggal 14 Februari 5 tahun lalu, kamu duduk di mobil yang sama bersama seorang pria setelah ia bersumpah dihadapan Tuhan untuk membahagiakan kamu, menjagamu, dan berjanji untuk bersamamu selamanya. Tapi keadaan kini berbeda.

Kamu membuka mata, menghela nafas, menyusun kenangan yang porak-poranda di hatimu.

Wanita itu hadir sejak 2 tahun lalu, tapi kamu terlambat menyadarinya, dan Jaehyun pandai menyembunyikannya. Setetes air mata itu jatuh lagi, dan segera kamu hapus.

Hari itu, dimana kamu menemukan mereka sedang makan berdua di restoran mahal yang berada di sebuah hotel mewah. Entah apa yang sebelumnya mereka lakukan, membayangkannya saja kamu tidak ingin.

Kamu memberanikan diri untuk mendekati mereka yang sedang duduk di meja dekat jendela. Matamu fokus pada Jaehyun yang posisi duduknya berhadapan langsung dengan arah langkahmu, sedangkan wanita itu membelakangimu.

Dari jarak 5 meter, tak sengaja mata kalian, kamu dan Jaehyun bertemu.

Jaehyun menghentikan aktivitasnya, membeku ditempat.

Jaehyun berdiri ketika menyadari bahwa itu benar-benar kamu, istri yang dinikahinya 5 tahun yang lalu.

Langkahmu terhenti di dekatnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Langkahmu terhenti di dekatnya. Kamu tak berencana untuk melihat sang penggoda. Kamu langsung meraih tangan Jaehyun dan menariknya pergi dari sana, sebelum emosimu meledak. Jaehyun hanya menurut padamu.

Kamu melepaskan genggaman itu sebentar, kalian berhenti di lobby hotel. Kamu memesan kamar, lalu dengan cepat kembali berlalu membawa kunci kamar hotel fan Jaehyun mengikuti langkahmu dengan khawatir.

Kamu masuk ke dalam kamar lebih dulu, melepaskan sepatumu di dekat pintu, dan melemparkan tasmu ke atas tempat tidur. Jaehyun yang berada di belakangmu segera menutup pintu kamar.

Kalian terdiam sejenak.

"Siapa wanita itu?" Tanyamu dengan lembut. Kamu berdiri di dekat jendela kamar.

"Kamu tahu....." Jaehyun tak bisa menjawabnya.

"Apa kurangnya aku?" Air mata pertamamu menetes.

Jaehyun yang melihatmu menangis berjalan mendekat.

"Stop! Jangan mendekat!" Kamu berbalik menatapnya. "Aku jijik. Bisa-bisanya kamu mengingkari janji pernikahan kita?! Sudah berapa lama?"

"Itu...."

"AKU TANYA SUDAH BERAPA LAMA?" Emosimu mulai tak terkendali.

"Du... Dua tahun.." jawab Jaehyun hampir tak terdengar.

Tangismu pecah. Langit seakan runtuh. Baru saja kemarin rasanya kamu merasa Jaehyun masih disisimu.

Kamu melangkah buru-buru mendekati Jaehyun. Tanganmu sudah tak bisa menahan.

Akhirnya tangan itu melukai pipi yang biasa kau belai lembut, yang kini berubah memerah.

"APA SALAHKU JUNG JAEHYUN APA?!! KENAPA KAU LAKUKAN INI KENAPA?"

Kedua tanganmu memukul dada pria di depanmu itu, melampiaskan seluruh kemarahan yang sudah kau tahan berminggu-minggu.

Jaehyun berusaha menenangkanmu dengan memelukmu. Kamu menangis histeris.

Seperti inikah rasanya dikhianati?

before you goWhere stories live. Discover now