Namjin
Terlihat seorang pemuda tampan namun lebih terlihat manis dengan kemeja lengan panjang pink nya,duduk di salah satu kursi taman.
Menatap dedaunan yang mulai berubah warna menjadi kekuningan.
Tatapan mata yang mengisyaratkan kerinduan yang amat mendalam.
Beberapa kali ia terlihat menghela nafas panjang.
Kenangan manis itu kembali melintas dalam ingatannya.
Flashback
'hyung!!' terlihat seorang pemuda tinggi, dengan setelan kemeja dan celana jeans-nya tak lupa kacamata yang melekat di hidungnya berteriak dari arah kejauhan, berharap pemuda yang lebih tua mendengar panggilan nya.
'JIN HYUNG!!!!' ia kembali berteriak memanggil pemuda yang lebih tua dari kejauhan.
Ia berlari menuju sang lebih tua untuk menghampiri.
'jin hyung' ia berdiri didepan pemuda yang lebih tua, sedikit terengah karena berlari.
'oh? Namjoon-ah apa yang kamu lakukan disini?' tanya pemuda yang lebih tua kepada juniornya itu.
'hah' Kim namjoon menghela nafas sekilas, ia menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
'aaa anu Hyung, ada yang ingin saya bicarakan'
Ucapnya sambil menatap Kim Seokjin dengan kikuk.
'mau bicara apa namjoon-ah? Apa itu hal penting?' tanya Kim Seokjin pada Namjoon.
'ah itu... Apa Hyung bisa ikut saya sebentar? Hanya sebentar saya janji tidak akan lama'
Ucap Namjoon saat melihat bibir tebal milik Seokjin akan mengeluarkan suara.
Kim Seokjin pun menyetujui permintaan juniornya itu.
Sesampainya mereka ditanam
'jadi, Namjoon-ah apa yang mau kamu bicarakan?'
Tanya Seokjin.
'hyung hah'
Terlihat guratan gugup dari Namjoon ketika ingin menyampaikan sesuatu pada seniornya itu.
'hyung saya tau ini mungkin akan terdengar konyol, jadi tolong dengarkan baik-baik. Hyung hanya perlu mendengarkan sampai saya selesai bicara baru Hyung boleh menjawab'
Seokjin menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia paham dengan apa yang dikatakan sang junior.
'hyung saya tidak tau dari sejak kapan saya mulai mempunyai rasa dengan Hyung, saat pertama kali saya melihat Hyung di halte bis saat itu, saat Hyung menawarkan payung kepada saya yang dengan bodoh nya tidak membawa payung, padahal langit begitu mendung'
Namjoon kembali menarik nafas panjang untuk mengurangi rasa gugupnya.
'saya menyukai Hyung, sudah lama sekali'
Pemuda dengan kacamatanya itu menunduk untuk menyembunyikan raut gugupnya.
'mau kah Hyung menjadi kekasih saya?'
