BRAK!
"Pak Kepala! Tolong jelaskan kenapa anak SMA ini ada di kantor kita?!" Laki-laki dengan surai cokelat perak itu menggebrak sembari menunjuk satu lagi pemuda yang terlihat duduk dengan santai mengotak-atik komputer di depannya.
"Oi Haru! Tenangkan dirimu!" ujar satu rekan kerjanya.
"Pak Kepala, tolong penjelasannya!" tekan laki-laki bernama Haru itu, setelah tak mendengarkan kalimat penenang dari rekannya.
Kepala kepolisian menghela nafasnya. "Inspektur, dia bukan anak SMA."
Sang inspektur mematung, matanya terbelalak. "Eh?"
Sementara Haru terlihat terkejut, laki-laki yang barusan dituding olehnya berdiri lalu membungkuk hormat.
"Kambe Daisuke. 27 tahun, sudah lulus SMA. Aquarius. Darah B. Anak tunggal. Laki-laki-"
"Iya, iya, sudah cukup! Aku tidak butuh bio datamu!" potong Haru, jengkel sendiri. Melihat wajahnya saja Haru kesal.
Haru tidak akan lupa kejadian dia terjatuh dari jembatan, sedangkan bajingan ini seharusnya bisa menolongnya. Tapi dia membiarkan dirinya terjatuh!
Haru akan menandai wajah itu. Haru tidak akan melupakan itu!
Mata lelaki itu kemudian kembali beralih pada sang atasan. "Pak Kepala, apa maksudnya ini?"
Yukihiro--nama asli sang kepala--kembali menghela napasnya sambil menyandarkan punggungnya ke tempat duduknya. "Mulai sekarang, dia akan membantumu menyelesaikan tugasmu."
Haru mengepalkan tangannya. "Maksudnya?"
Yukihiro menatap Haru dengan serius. "Dia partner-mu sekarang."
"Apa!?" Haru terkejut.
"Saya tidak terima!" Kepalan tangan Haru semakin mengerat. Kepalanya menunduk dan rahangnya mengeras menahan amarah.
Bekerja sama dengan keparat itu? Dia tidak akan pernah terima!
Sementara sekitarnya terasa mencekam, lelaki yang baru saja 'ditolak' untuk dijadikan rekan kerja oleh Haru, melangkah mendekati Haru.
Haru menatap Daisuke yang mengulurkan tangannya, dengan jengah. Namun laki-laki itu tetap mengambil kertas yang diserahkan oleh Daisuke.
"Sudah diterima. Sekarang mohon bimbingannya." Daisuke berkata dengan santai seraya membungkukkan badannya.
"Heh? Apa?"
Haru mengamati dengan seksama kertas di tangannya, dan matanya terbelalak tidak percaya begitu melihat sebuah cek dengan banyak nominal yang tertulis di sana.
"Kenapa? Apa itu kurang?"
"Hah?!" Haru melotot.
"Kita selesaikan ini, katakan kau butuh berapa-"
Dengan itu, Haru mencengkeram kertas di tangannya. "Kau pikir aku barang?!" tekan Haru, lantas melemparkan cek itu tepat ke wajah Daisuke.
Sementara Daisuke yang menerima perlakuan itu, hanya diam dan bergeming. Sebenarnya sih tidak mengerti kenapa teman barunya ini ngamuk.
Dan Haru sudah tidak bisa menahannya lagi. "Kau... bajingan kaya sialan! Apa kau tidak mengerti maksud tersirat dari kepercayaan? Kau pikir apa-apaan itu? Membeli pertemanan? Cih, menjijikan! Enyahlah! Aku muak melihat orang sepertimu!"
Setelah meledak, Haru lalu beranjak pergi, meninggalkan ruangan itu. Mengabaikan ketiga rekannya yang berusaha menahannya.
Haru sendiri tak mengerti kenapa. Yang jelas, Haru marah dan sedang ingin sendiri sekarang.
ESTÁS LEYENDO
Mission【HaruDai】
FanfictionHaru punya tugas utama. Misi terkutuk yang memaksa dirinya untuk selalu menempel dengan Daisuke. Bagi Haru, Daisuke itu partner paling menyusahkan, dan sialnya dia itu magnet masalah! Kalau begini, kehidupan damai Haru bakal terganggu. Sungguh Haru...
