Keputusan

4.3K 182 1
                                        

  Chimon melepaskan diri dari pelukan hangat orang yang dicintainya ini, dia menatap bagaimana wajah tampan itu tampak sendu dengan tatapan rindu yang terlihat begitu kentara.

Tangannya terulur untuk menangkup rahang tegas pria dihadapannya, memberi usapan lembut yang membuat pria nya memejamkan mata karna nyaman. Matanya berkaca-kaca menahan tangis yang siap meledak kapan saja, lalu menjauhkan tanganya dan mengambil dua langkah mundur kebelakang, kepalanya tertunduk menyembunyikan sebuah tangis yang tak mampu ditahannya lagi.
  
   Nanon, pria yang sedari tadi berdiri dihadapannya itu membuka mata saat merasakan usapan dirahangnya terhenti. Nanon tidak tau harus bereaksi seperti apa, dia hanya melakukan apa yang selama ini ia butuhkan.

Dan tanpa ia sadari tubuh itu sudah berada didekapannya, Nanon memeluknya dengan erat seolah lupa bagaimana sipemilik tubuh menjauh dari dirinya dulu.

Nanon benci, sangat, tapi apa kau bisa menahan diri saat orang yang menjadi alasanmu bahagia berdiri dihadapanmu dengan tatapan bersalah yang membuatmu tak bisa berkutik.

Setelah berhasil menghentikan tangisnya, Chimon mengangkat kepalanya, mendapati Nanon yang seolah tak berkedip saat menatapnya.

“Kau tahu...kalau aku...membencimu, kan???”
Perkataan Nanon berhasil membubuhkan luka baru dihatinya yang sudah retak.

“Tapi...aku juga menginginkanmu. Lalu aku harus bagaimana???”

   Nada putus asa begitu kentara dikalimat Nanon,dia bingung pada dirinya sendiri. Tidak, dia bingung pada hatinya yang tak pernah sejalan dengan pikirannya, itu benar-benar membuat Nanon yang biasanya selalu tenang menjadi frustrasi.

“Aku merindukanmu, aku sangat-sangat menginginkanmu. Tapi kau tahu??? Setiap aku melihatmu, semua yang kau lakukan dulu selalu terputar diotakku, itu membuatku marah tapi aku begitu mencintaimu. Katakan padaku, apa yang kau lakukan padaku, apa sebenarnya niatmu, kenapa kau membuatku seperti orang tak waras hanya karna kepergian orang sepertimu.”

   Nanon benar-benar terlihat seperti orang tak waras kali ini. Mata yang selalu menatap orang-orang dengan tajam itu, kini memancarkan tatapan sendu dengan air mata yang perlahan keluar, mengalir deras dan menjadi sebuah isakan kecil yang tertahan.

Chimon tidak tahu harus berbuat apa, dia sama sekali tidak menyangka kepergiannya dulu benar-benar membuat tuan muda Kirdpan menangis terisak dihadapannya.

Beruntung saat ini mereka berada di ruangan pribadi Nanon yang kedap suara sehingga para pegawai K-Crop tak ada yang tahu sang atasan tengah menangis terisak dihadapan pemuda dengan pakaian sederhananya.

“Maaf...
Aku memang merasa bersalah karna telah melibatkanmu dalam masalah ini, tapi aku tak benar-benar menyesal, karna aku tahu semuanya adalah yang terbaik. Bukan yang terbaik untukmu ataupun diriku sendiri, tapi itu yang terbaik untuk kedua keluarga besar kita.”
Ucapan Chimon memang benar adanya, Nanon sama sekali tak menyangkal itu.

“Lalu kenapa kau kemari, kenapa kau seolah-olah memberi harapan baru untukku. Jika kau ingin pergi maka pergilah, kenapa kau harus kembali???”-Nanon.

“Yah...aku datang memang untuk itu, mungkin kali ini aku akan benar-benar pergi. Pergi dalam artian yang sesungguhnya, yang tak akan melihatmu secara diam-diam lagi, yang tak memperhatikanmu dalam jauh lagi. Pergi.....yang bahkan kau tak akan menukanku dimanapun.”

Tak dipungkiri ucapan Chimon berhasil menimbulkan rasa takut dihati Nanon. Takut, apa yang di ucapkan laki-laki itu benar adanya.

   Dan saat Chimon merasakan sesuatu yang kenyal menerpa bibirnya, Chimon hanya bisa memejamkan mata pasrah, menikmati setiap cumbuan yang diberikan Nanon padanya. Dan tanpa sadar tangannya mengalung di leher pria itu, karna sungguh dia juga merindukan setiap sentuhan sensual yang Nanon berikan padanya. Rindu, saat kata-kata cinta mengalun indah ditelinganya. Rindu, bagaimana akhirnya mereka menyatu dengan tubuh penuh peluh dan geraman pria itu serta desahannya menjadi nada paling indah yang pernah mereka dengar. Dan rindu, bagaimana mereka meneriakkan nama masing-masing saat kenikmatan dunia berhasil mereka gapai.

   Lalu, saat hasrat tak bisa ditahan, untuk kedua kalinya mereka kembali berbagi kehangatan dalam satu ranjang. Tapi mungkin ini akan menjadi akhir dari segalanya, akhir dari pertemuan mereka yang akan menjadi kenangan terindah bagi satu sama lain.

Nanon sempat berfikir dengan melakukan hal itu, mungkin pria nya tak akan pergi. Tapi Nanon salah, Chimon dan keputusannya tidak pernah bisa diganggu gugat, dan Nanon harus bisa menerima.
Menerima kalau kenyataan mereka memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama.

   Biarlah untuk saat ini mereka mengalah, karna dalam kisah cinta ini, bukan hanya mereka yang terlibat, tapi orang-orang tak bersalahpun terpaksa terseret dalam kisah ini.
Karna orang-orang itu hanya memberi mereka satu pilihan, yaitu berpisah.












Gw ngaku ini angstnya emang blm dapet njirrr, k masih b aja gt
Tp gpp lah ya,,,nikmatin aja
wkwkwk

Gw ngaku ini angstnya emang blm dapet njirrr, k masih b aja gtTp gpp lah ya,,,nikmatin ajawkwkwk

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
OneShoot (NaMon)Stories to obsess over. Discover now