23 November,2020
...........
Aletta melihat kearah laki laki yang tak jauh darinya itu,lalu melihat kearah kedua temannya.
"Buruan Ta"ucap cewek berambut sebahu itu,mengguncangkan lengam kanan Aletta. Namanya adalah Ririn.
Letta mendengus,"yang bener aja masa gua minta nomor Dia sih?!"tunjuk Letta dengan dagunya. Menatap laki laki yang tengah mengobrol dengan teman temannya.
"Pokoknya lu harus minta nomor Dia,salah lu ngapain tadi lu milih Dare?"ucap Caca, jika memang kejadiannya seperti ini,Ia tidak akan ingin ikutan permainan TOD itu. Sebenarnya Letta ingin memilih Truth. Tapi,ia takut kedua temannya ini bertanya tentang hal yang aneh aneh. Karena kedua temannya ini tidak ada yang benar.
"Tapi kan Ca,Rin. Kalo cowok itu gak ngasih gimana?,gua malu njir. La-lagipula gua gak kenal sama cowok itu."ucap Letta dengan gugup. Ririn dan Caca menggeleng kompak. Keduanya menatap Letta tak percaya.
"Hellow Aletta Meisa Putri. Lu gak tau Alvino?. Denger ya,Alvino itu Most wanted di SMA Angkasa. Dia itu terkenal,pake banget. Sekolah kita aja semua muridnya kenal sama Dia masa Lu enggak sih!. Alvino itu ketua geng motor yang namanya Geng Dragon."ucap Caca gemas ingin menampol Letta yang tidak tau siapa itu Alvino.
"Tapi-"
"Udah sana buruan"Ririn mendorong Letta. Membuat Letta mendengus. Letta berjalan menghampiri segerombolan cowok yang duduk di meja paling pojok.
Suara tawa itu berhenti saat melihat Letta berdiri tepat di hadapan Vino. Letta memejamkan matanya sebentar sebelum Ia menatap mata elang milik Vino.
"Gu-gua minta nomor lu"ucap Letta dengan nada sedikit gugup,lalu menggigit bibirnya. Vino menaikkan sebelah alisnya lalu menyeringai.
"Buat apa?"dua kata itu membuat Letta terdiam.
"Gu-gua em-"
Jujur gak ya?,ah jujur aja biar gak terlalu malu.
"Gua dapet Dare dari temen gua,dan Darenya itu minta nomor HP lu"
Caca dan Ririn memperhatikan teman mereka,Letta. "Eh dikasih gak ya?"
Ririn menoleh kearah Caca,"gak tau,tapi kayaknya gak mungkim deh"
Caca mengangguk setuju. Masalahnya Vino ini cowok yang tidak suka dekat dengan perempuan. Vino juga di kenal karena kekejamannya,dan Vino tidak memandang kawannya. Mau dia Laki-Laki ataupun perempuan. Jika mengganggunya,Vino akan menghabisinya.
"Kok gua deg deg kan ya?"ucap Ririn. Ririn takut jika Letta di permalukan oleh Vino. Ririn juga takut Letta kenapa napa.
"Lu sih ngasih Dare-nya yang aneh."
Mereka berdua kembali menatap Letta dan Vino. Ririn dan Caca mengerutkan kening mereka ketika melihat Vino berdiri dan menedekatkan bibirnya pada telinga Letta.
Sedangkan Letta menegang mendengar ucapan Vino.
"Mana Handphone Lu?"
Letta menggelengkan kepalanya,ia lupa jika Handphonennya tertinggal di meja,"bentar gua ambil handphone gua dulu."
Vino menahan lengan Letta yang baru saja berbalik. Letta menoleh,menaikkan sebelah alisnya. Bingung.
"Gak usah"ucap Vino lalu matanya menatap teman temannya yang juga tengah menatapnya.
"Ada yang bawa pulpen?"
"Gua bawa"ucap Laki laki yang berambut merah itu. Namanya adalah Riko, Dia mengangkat pulpen yang Dia bawa. Kemudian memberikannya pada Vino.
Vino meraih lengan kiri Letta,lalu mendekatkan pulpen itu pada telapak tangan Letta kemudian Vino mulai menulis angka ditangan Letta.
"Udah. Ada lagi?" Letta menggeleng,"ma-makasih"ucap Letta lalu berlari meninggalkan Vino dan teman teman Vino itu.
"Bos bukannya Dia-"
"Iya"sebelum Leo selesai berucap,Vino langsung memotong ucapan Leo.
...........
Jangan lupa Vote
YOU ARE READING
ALETTA
Random"Gu-gua minta nomor lu"ucap Letta dengan nada sedikit gugup,lalu menggigit bibirnya. sebelah alis Vino terangkat,Vino menyeringai. "buat apa?"dua kata itu membuat Letta terdiam, "Gu-gua em-"
