8 tahun yang lalu...
Prakkk...
Seorang anak laki-laki yang melihat dengan jelas detik-detik saat ibunya menghembuskan nafas terakhir. Bau amis mulai tercium di sudut-sudut rumah yang lumayan besar tersebut. Dengan rasa takut yg menyelimuti nya, dia memberanikan diri keluar dari persembunyiannya lalu berlari menghampiri ibunya. Dia juga melihat sosok berbadan kekar yang juga kelihatan sangat ketakutan, dengan keringat dingin mengucur deras. Tanpa basa-basi anak itu mengayunkan tangannya tepat pd pipi seorang berbadan kekar dengan sekuat tenaga
"Papa jahatt!!!"
★★★
"Woiii!!!!" Jerit Edo membayarkan lamunan Nico.
"Eh, Lo teriak udah ky bencong tau gak! Ntarr kalo kuping gue bobrok gimana?! Lo mau ganti!" Gerutu Nico sambil ngelus-ngelus kupingnya.
"Alah... lebay Lo! Liat tu ada new student. Cewek lagi. Kali ini kesempatan gue dah" ujar Edo sambil menggosokkan kedua tangannya.
"Hu....(menjitak dahi Edo) masalah cewe aja langsung!" cibir Noco
"Lo belum liat jangan asal jitak gue Napa? Gue jamin deh, Lo bakalan naksir" kata Edo dengan nada so tau nya.
"G-u-e gA do-ya-n!!!* Ucap Nico sambil ninggalin meja kelasnya menuju kantin
★★★
Nico duduk menyendiri di pojok sambil menunggu pesananya datang. Tak lama kemudian pesananya pun datang. Saat lagi enak menikmati makanannya, tiba-tiba Edo datang barengan sama cewe baru tadi.
"Gimana bro, udah cocok kan jalan sama gue?" bisik Edo ke Nico.
Seketika Nico mengangkat wajahnya berniat ingin melihat cewek tsb sekilas.
"Hai gue Icha" sapanya sambil menjulurkan tangannya.
"Nico" tanpa melihat si Icha sama sekali. Dia tetap asik sedang makanannya. Dengan pikiran di bawah sadarnya Nico, dia terus memperhatikan Icha.
Kenapa dia sangat mirip sama nyokap gue
Batin Nico.
"Kenapa? Apakah menurut Lo, gue mirip dengan nyokap Lo? Tanya Icha tiba-tiba
"Gue ga bilang begitu" jawab Nico alu pergi ninggalin meja makannya
"Bu, ntar yang bayar Edo"
"Lha? Kenapa gue?!" Ujar Edo
"Ingat bro, lu masih punya utang sama gue" bisik Nico lalu pergi ninggalin Icha dan Edo.
Icha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah berdua. Sedangkan Edo menghela nafas berat.
★★★
Gimana guys cerita nya? Kalo kurang menarik protes aja><
Jangan lupa vote:/
YOU ARE READING
My Boyfriend is My Twin
ActionTujuh belas tahun hidup tidak berdampingan dengan kedua orang tua itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Sama halnya dengan gadis ini yang hanya bisa menatap kebahagiaan anak-anak lain yang berlalu lalang dengan tertawa riang bersama orang tuanya...
