"Ya, kita baru saja putus."
Entah sudah keberapa kalinya dalam sehari Eva mengucap kalimat yang sama kepada semua orang yang tak sengaja berpapasan dengannya.
Astaga, kenapa mereka semua tertarik dengan kabar dirinya putus dengan Nanda?
Tak sedikit juga para mulut itu berbisik dibelakang Eva, mengatainya bodoh atau sejenisnya.
Belum lagi ada yang menyebarkan rumor tentang dirinya selingkuh atau malah sebaliknya.
Mereka berkata dirinya tak sebaik itu untuk bisa menyelingkuhi Nanda. Pasti Nandalah yang berselingkuh. Tapi banyak juga yang membela jika Nanda terlalu baik untuk berkhianat, jadi tentu dirinya yang bermain mata dengan lelaki lain.
Apa hebatnya mantan pacarnya itu?
Oke, Nanda memang sedikit tampan dengan mata coklat gelap, rahang tajam dengan hidung lancipnya serta memiliki tinggi 183 cm dan menjabat sebagai direktur utama perusahaan ternama.
Oh sialan! Apakah Eva baru saja mengagumi mantan pacarnya sendiri. Sadarlah Eva bahwa kalian sudah putus.
Kepalanya pusing sekarang, bukan karena semua cibiran itu, hanya dia belum tahu cara menghadapi ibunya nanti.
"Kalian benar-benar putus? Kenapa?"
"Oh ayolah, aku hanya ingin menikmati makan siangku dengan damai. Jangan tanyakan itu dulu."
Riana mengangguk mengerti bahwa saat ini sahabatnya itu belum mau bercerita. Hanya saja semua pertanyaan dikepalanya yang tak mau mengerti.
Dia lebih tahu dari semua orang bagaimana Nanda sangat mencintai Eva begitupun sebaliknya. Karena dirinya telah menjadi saksi perjalanan cinta yang lebih dari satu dasawarsa itu.
Kenapa mereka putus dan apa alasannya benar-benar terus menghantuinya. Apa mungkin karena orang ketiga? Jika iya, Riana akan menjadi orang pertama yang akan menguliti manusia perusak itu.
Bukannya jahat, dia hanya tak ingin pasangan favoritnya berakhir seperti ini. Riana memimpikan mereka berdua hidup bahagia dengan dua orang anak seperti di novel yang sering dia baca.
Sungguh Riana tak percaya cinta sebelum melihat Nanda dan Eva begitu saling mengerti dan mencintai.
"Jadi kapan kau siap bercerita?"
"Nanti setelah siap akan aku telepon."
Riana berdiri sambil membawa nampan makan siangnya.
"Kau tak menghabiskan makan siangmu?"
Tanya Riana berbasa-basi. Tentu saja siapa yang akan nafsu makan disaat seperti ini.
"Aku lupa sedang diet, aku akan mengganti makananku dan memakannya dikantor saja."
"Bagaimana pun kau harus tetap makan, dan aku akan setia menunggu teleponmu."
"Oh astaga, kau ini pacarku atau apa? Iya, iya aku mengerti. Akan aku telepon segera."
_-_-_-_-_-_-_- _ Just Broke Up _-_-_-_-_-_-_-_-
YOU ARE READING
Just Broke Up
RomancePutus setelah 12 tahun berpacaran menjadi hal paling menyakitkan dalam hidup Eva. Belum lagi dengan mereka yang terus menyalahkannya. Apakah Nanda sebegitu sempurna sampai semua orang terus menghakiminya sebagai wanita bodoh?! Sial, Eva sudah muak d...
