Prolog

34 4 0
                                        

Prolog :
*Buka Pintu*

"Hah?? Udah dateng aja nih,cepet banget,"ucap Elsha sambil menatap Zaireus atau yang akrab dipanggil Zai menyelonong masuk ke dalam tanpa berbicara sepatah kata pun.

Zai berjalan menghampiri sofa putih yang letaknya tak jauh dari pintu masuk. Ia kemudian membuka buku
dengan tulisan 'Matematika' yang tertampang jelas di covernya.

Ya betul !! Pelajaran yang hampir dibenci seluruh murid di Indonesia bahkan dunia. Tapi uniknya, Zai sangat menyukai mata pelajaran ini.

Jika teman-teman di kelasnya tertidur di pelajaran yang membosankan ini, justru Zai akan tetap membuka matanya lebar-lebar dan memperhatikan guru dengan seksama dari awal hingga akhir.

Maka tak heran nilai matematika Zai semuanya 100. Tapi, nilai Zai tak hanya bagus di pelajaran matematika saja lho, di mata pelajaran lain juga.

Mau tau berapa nilai tekecil yang pernah didapatkan Zai?? 85 !!!

Zai adalah murid yang sangat berprestasi di sekolahnya. Ia mendapatkan rangking satu setiap tahunnya. Suatu hal yang aneh jika di lembar ujiannya tidak mendapatkan nilai 100.

"Hai" sapa Zai singkat.

"Ya ampun Elsha , Lo kayak nggak tau dia aja , dia kan orangnya on time banget . Namanya juga Zaireus Gernas nggak ada kata telat dan males di kamus dia."

"Kyaaak!!"

"Apaan sih Elsha teriak-teriak ae," kata Vera sambil mengelus-elus telinganya.

"Ya lo nya Vera !!! Ngapain coba muncul tiba-tiba kayak tuyul," oceh Elsha

"Lu nya buta atau gimana dah, gw udah ada di sini daritadi oon"
desis Vera.

"AU dah si nenek marah-marah Mulu"

"Apa si emak-emak ?!" dan akhirnya mereka berakhir beradu mulut.

"Sambil menunggu mereka selesai adu mulut biarkan aku memperkenalkan diriku.Seperti yang kalian dengar,namaku Zaireus Gernas kalian bisa panggil aku Zai. Aku yang akan menemani kalian untuk kedepannya"

ZaireusWhere stories live. Discover now