first

3 1 0
                                        

" HEI!! NGAPAIN LAGI KAMU?!, KAMU ITU MEMANG GAK BERGUNA! MENAMBAH BEBAN SAJA!!"

Lagi...

kata kata yang terlalu menyakitkan untuk gadis berumur 16 tahun itu kembali terucapkan.

sudah biasa menurutnya, ia bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa apa, tapi siapa yang tahu kalau ada sesuatu yang nyeri didalam sana.

ya, gadis ini memang bukan tipikal gadis yang penurut dan diam seperti di cerita cerita fiksi yang kebanyakan orang orang baca diwaktu senggang,

bahkan sebaliknya, gadis ini tak pernah menurut pada kedua orang tua nya, tak pernah mendengarkan nasehat mereka, selalu menutup telinga jika diberi nasehat, tidak pernah mau membantu ibu nya, bahkan malah semakin menyusahkan, Ya, dia sadar itu, dia tau dia bukan anak yang baik, dia bukan termasuk kriteria anak yang di impi  impikan orang tua, bahkan dirinya jauh dari anak impian.

tapi bisakah untuk lebih lembut sedikit?, Sedikit saja. dia hanyalah gadis remaja labil yang baru memasuki masa pubertas, dia ingin menjadi anak yang baik, tapi entah kenapa tidak pernah berhasil,

Watak nya memang seperti itu, tapi percaya lah, di dalam hatinya selalu ingin membahagiakan kedua orang tua nya kelak, selalu ingin membanggakan mereka, walaupun sikapnya berbanding terbalik.

" GARA GARA KAMU, PENYAKIT BUNDA KAMBUH LAGI!! MAU JADI APA KAMU HAH?! PUNYA 2 ANAK SAMA AJA SEMUA!! GAK KAMU, GAK ABANG KAMU! GAK ADA YANG BISA DIHARAPKAN!! PENGEN GAK PUNYA ORANG TUA KAMU?!! MENDING GAK PUNYA ANAK SEKALIAN,KALO KELAKUANNYA KAYAK GINI!! ABANG KAMU ITU UDAH GAK BISA DIHARAPIN LAGI, DAN SEKARANG KAMU MAU JADI KAYAK ABANG KAMU YANG BEJAT ITU HAH?!!

Brakkk..

Suara bantingan pintu itu berhasil mengejutkan nya, namanya Vrisa, lebih tepatnya AVRISA EL VERNANDEZ,

Tess...

Satu bulir air mata berhasil lolos dari kelopak mata nya, selalu seperti itu, setiap ayah, atau ibu nya membentaknya, ah tidak, setiap ia menerima teriakan atau bentakan, air mata nya tak pernah absen untuk terjun, tak pernah ada yang tau itu, karena ia dikenal sebagai perempuan cuek, dan cenderung tidak peduli, namun kenyataannya tidak seperti itu, ia peduli, dia mencerna setiap kata kata orang tua nya, meski sebuah airpod menyumbat kedua telinga nya, ia masih bisa mendengar semuanya dengan jelas, isakan demi isakan terus terdengar dari bibir kecilnya, hingga perlahan lahan mulai mereda, dan terlelap.



《ThankYou♡》

AVRISAStories to obsess over. Discover now