Jeonghan pov
Aku Yoon Jeonghan, pemuda berusia 20 tahun yang sedang menjalani semester 1 di masa kuliahku.Aku mengambil jurusan Teknologi Fashion Creator,aku suka dengan caraku menyampaikan makna melalui sketsa desaign ku tampak sesuatu makna yang hanya bisa dimengerti dengan rasa.
Sebenarnya aku mahasiswa yang cukup beruntung,ya beruntung aku menuntut ilmu dengan beasiswa full semester.Cukup sulit memang untuk bersaing melawan ribuan calon mahasiswa lain untuk kesempatan ini tapi wajib ku lakukan agar tidak membebankan ibu ku.
Kalian bingung bukan kenapa aku hanya mengkhawatirkan ibuku? yeah karena aku hanya memiliki ibu satu²nya karena appa ku sudah meninggal,walaupun sekarang ibu sudah menikah lagi dengan "ayah"ku aku tetap me-nomor satu-kan ibu.
Tapi sekarang aku sendiri di Seoul,Ibu ikut dengan Ayahku ke Geongmyung.Jujur...aku merasa aneh dan tidak nyaman dengan ayahku,aku bahagia melihat ia sangat menyayangi ibuku, tpi ntahlah aku hanya merasa tidak nyaman... mungkin karena aku masih belum menerimanya.
Skip tentang keluarga ku,skrg aku sedang menikmati weekend ku yang berharga di cafe kesayangan ku, walaupun sebenarnya fisik dan mental ku lelah aku punya waktu untuk istirahat sebentar.Padahal jika dikatakan tidak akan terlihat lelah,tapi percayalah badanku dan isinya sudah remuk, belajar dengan sangat giat hingga subuh agar pencapaian kkm ku terus naik sehingga beasiswa ku akan berlanjut dan kerja paruh waktu ku yang harus ku laksanakan untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari du Seoul.
Tapi terlepas dari semua itu,aku punya satu alasan untuk tetap merasa bahagia,yaitu dia... Joshua...Hong Joshua...pacarku yang sekarang sedang berjalan ke arahku.Aku sudah berpacaran dengannya sekitar 2 bulan.Bertemu dengannya seperti sudah ada yang mengatur,aku melamar kerja di toko dan dia sebagai manajer nya dan langsung menerima ku tanpa wawancara,keren bukan?
-----------------------------------------------------------------
"Sudah lama menunggu manis?" tanya joshua
"Cukup lama,kau kemana saja dulu" rajuk jeonghan sambil bersandar ke dada joshua
"haha maafkan aku,aku harus membereskan masalah dadakan diluar" jawab joshua namun, Joshua menggeser badannya ke depan yang membuat jeonghan tidak bisa bersandar
sebenarnya jeonghan kecewa dengan joshua,2 bulan berpacaran mereka tidak pernah kiss,jangan kan kiss, berpegangan tangan saja belum pernah,joshua menolak semua skinship yang jeonghan lakukan
"yasudah,minuman mu sebentar lagi mungkin datang" ujar jeonghan yang lanjut mengerjakan makalah kuliahnya
ujiannya sudah berlalu namun beberapa nilainya diujung tanduk makanya dia berusaha menyelesaikan makalah ini walaupun sekarang adalah "weekend berharga" nya
"manis,jadikan kita bertemu dengan orang tua mu sekarang?" tanya joshua dengan hati-hati
"oh iya,aku hampir lupaa,jadi kokk,nanti saja,aku udah mengatakan hal ini pada ibuku dan kebetulan ayahku juga disini sekarang" jawab jeonghan cepat
"syukurlah,aku sudah mempersiapkan banyak" sahut joshua pelan
"apa?aku tak mendengar nya" tanya jeonghan
"ah tidak,tidak apa-apa"
(dirumah jeonghan)
"Ibuuuu!!!Ayah!!!Aku pulanggg!!!" teriak jeonghan dari luar
Joshua yang melihatnya hanya tersenyum.
"Iya sayangg,tunggu" ujar suara ramah dari dalam,itu ibu Jeonghan
"Ah,kau pacarnya jeonghan itu ya,mari mari masukk" lanjut ibu Jeonghan mempersilahkan joshua masuk
"Yeobo!!! Jeonghannie pulang bersama pacarnya,kesinilahhh!!!" panggil ibu Jeonghan,ayahnya sedang dihalaman belakang.
"Ahh kau sudah disini rupanya,duduklah kita berbicara santai disini" ujar ayah jeonghan saat datang.
Ibu Jeonghan sedang meletakkan snack dan minuman sedangkan jeonghan sedang berganti pakaian.
Saat semuanya sudah berkumpul,hanya diawali perkenalan ringan, godaan ibu Jeonghan
TRINGGGGGG~~~
Telepon rumah jeonghan berbunyi dan ibu Jeonghan yang mengangkat nya,tak lama ibu Jeonghan memanggil Jeonghan
"Ah,shua-ah kau mengobrol saja dulu dengan ayahku,aku mengangkat telepon sebentar" ujar jeonghan meminta izin
-----------------------------------------------------------------
sekarang Jeonghan merasa benar-benar kecewa dengan kehidupannya,ia merasa sangat kecil, sangat tidak berdaya.Ibu didepannya sekarang juga menangis menemani ayah.
"Kenapa kau bisaa berpacaran dengannya?? kenapa kau tidak tau tentang dirinya?? kenapa kau buta dengan sekitar?!!jika kau lebih teliti,kau tidak akan seperti ini?!!!" ujar ibu Jeonghan frustasi
"Aku minta maaf ibu..."
Jeonghan menangis,dia merasa kosong, sekarang yang ia lakukan hanya menyesali perbuatannya
-----------------------------------------------------------------
"BE CONTINUED"
-----------------------------------------------------------------
haiii semuaaa!!!
ini work pertama aku dengan genre gini, butuh waktu lama buat aku berani ngambil genre gini buat nulis ide aku di tulisan gini (hehe walaupun sebenarnya sudah fujo dari lama)
mohon support dan vote nya yaa!!!
see u next story:)
YOU ARE READING
Our Path - Jeongcheol Cheolhan
FanfictionHanya kisah klasik hubungan harmonis sepasang kekasih. Diawali dengan pertemuan takdir tuhan. Dijalani dengan penuh cinta
