1

843 47 0
                                        

Hari ini sama saja seperti sebelum-sebelumnya, tak ada satupun yang istimewa, ,,bosan
Itulah kata yang selalu terlintas dikepala ku, entah sampai kapan aku akan menjalani kehidupan seperti ini.Terkadang aku merasa iri dengan semua orang.

Oh aku lupa satuhal, mungkin kalian belum mengenal siapa aku, panggil saja aku prem seperti kebanyakan orang memanggilku, aku masih duduk dibangku SMA kelas XI, dan hari ini seperti biasanya aku barusaja keluar dari lingkungan sekolah yang membosankan menurutku. Aku biasanya pulang menaiki bus sekitar 15 menit untuk sampai kerumah. Tapi hari ini aku ingin jalan kaki. Dengan langkah malas, aku menyusuri gang dibelakang sekolah, jalan setapak yang tidak pernah kutempuh sebelumnya, atas dasar apa aku disini?  entahlah!aku hanya tidak ingin cepat pulang. Menurut beberapa temanku, gang ini adalah jalan pintas dari sekolah menuju rumah, katanya gang ini juga biasa digunakan untuk menghindari macetnya jalan raya. Entah kenapa jalan terasa sangat sepi, apakah setiap hari seperti ini? Tidak adakah orang lewat disini? Aku melihat jam yang melingkar ditangan kiri, masih pukul 15.35.
Aku menoleh kebelakang, tak satupun tanda-tanda kehidupan disekitar sini, toh aku juga tak ambil pusing. Memang seperti inilah yang kurasa setiap hari,meski dikeramaian sekalipun. Aku hanya akan merasa seorang diri.

Bruk!!!

Tiba-tiba ada suara yang membuyarkan lamunanku, suara yang sepertinya berasal di dekat persimpangan jalan. Aku mencoba untuk tak berpikir macam-macam, aku berusaha untuk tak mau tau, 'barangkali buah jatuh dari pohon' pikirku.
Tapi, ada satu yang menghentikan langkahku, tampak seseorang tergeletak lemas di persimpangan tersebut. Ragu-ragu aku mencoba menghampiri, kulihat darah disekujur tubuhnya, wajahnya penuh memar.
Aku sangat bingung, apa yang harus aku lakukan, haruskah aku membantunya? Lama ku tatap wajahnya , hidung mancung, rambut pirangnya dan tindik yang banyak ditelinga kirinya, sudut bibirnya berdarah, dan pipinya sedikit bengkak. 'Tampan', hey!! Apa yang barusaja aku hatiku katakan, aku juga seorang laki-laki, bagaimana mungkin aku berfikiran layaknya seorang perempuan mengaggumi laki-laki. Sial  dia masih tampan meski keadaanya seperti ini. Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat supaya fikiranku kembali normal. Aku tertawa mengejek diriku sendiri.
Lalu pandanganku beralih ke seluruh tubuhnya. sepertinya dia barusaja dikeroyok sekelompok preman,  Aku mencoba membangunkannya, kugoyang bahunya supaya dia bangun, nihil. Dia sepertinya tak sadarkan diri.
Apa yang bisa kulakukan padanya, seharusnya aku langsung pulang saja, sontak aku berdiri dan mulai melanjutkan langkah ku, 'tapi bagaimana jika dia tak kunjung sadar? Apa yang terjadi padanya jika sekelompok preman itu datang lagi?'
Langkahku pun terhenti, aku mengutuk diriku sendiri karena peri kebaikan tiba-tiba muncul dikepalaku.
Aku berbalik dan menghampirinya, dia masih tak sadar. Aku berususah payah mengangkat lengannya dan membawanya berdiri, 'berat sekali'. Meskipun badannya cukup kurus, tapi ini akan menguras tenagaku untuk membawanya kerumah, setidaknya rumahku adalah tempat yang paling aman untuk saat ini.
.
.
.
.
To Be Continue



Anyeoonnggg .

Ini cerita pertama aku.
Aku masih belajar, dan cerita ini pasti banyak kekurangan
Maaf kalau tidak memuaskan,.
Mohon dukungan, kritik dan sarannya dear 😘😘😘

NB: alur, latar cerita mungkin ada yang sama dengan para penulis yang lebih profesional. Tapi saya tidak bermaksud plagiat atau meniru,  ini murni dari fikiran saya. 🙏🙏🙏🙏

Follow my ig : xihun.oh
Lempar ig dikomentar juga boleh.
Jangan lupa vote&comment nya gaessss 🤗🤗🤗🤗

You In MeStories to obsess over. Discover now