Perjuangan Para Pahlawan

9 2 0
                                        

Fella Qaireen Damia adalah anak bungsu dari seorang kiyai pendiri Pondok Pesantren Baiturrahman Gresik. Kiyai tersebut bernama K.H. Muhamad Hanif, beliau memiliki istri yang bernama Hj. Alviya an-nur.

Fella masih berumur 7 th dan menduduki kelas 1 MI di Pondok nya, meskipun usia nya masih dini tetapi Fella sudah mampu menghafal ayat-ayat Allah (al-qur'an) sebanyak 10 juz dan juga menghafal beberapa kitab diantaranya jurumiyah, alfiyah ibnu maliki,dan aqidatul awwam. Hayo siapa yang tidak mau seperti si Fella? Author mau banget nih jadi si Fella hehe :D .

Setiap sore hari, Fella memiliki aktifitas mengaji privat dengan abi nya. Entah itu hanya mengaji tartil atau nambah hafalan atau hanya murojaah. Semua itu ia lakukan dengan istiqomah dan ikhlas menuruti perkataan abi nya.

Selesai mengaji, Fella mengajak abi nya berbincang-bincang mengenai upacara memperingati hari pahlawan yang akan dilaksanakan besok pagi. Karena Fella memiliki jiwa ke-kepo-an yang sangat tinggi, maka ia akan mencari tau segalanya apa yang ia fikirkan.

"Abi, besok pagi upacara ya bi?"

"Iya nak. Besok upacara guna untuk memperingati hari pahlawan."

"Katanya kalau upacara harus berdiri terus sampai selesai ya bi? Ndak boleh duduk?" Tanya Fella dengan polosnya.

"Iya sayang. Kalau upacara ndak boleh duduk. Harus berdiri sampai upacara itu selesai." Jawab Abi sambil tersenyum dan mengelus sedetik puncak kepala sang putri.

"Yaaa Abi, capek dong." Rengek Fella sambil mencibirkan bibir nya.

"Sebelum upacara mulai, kamu harus sarapam dulu,minum susu,minum vitamin biar kuat ya."

"Tapi....."

Abi menyela omongan sang putri,
"Sekarang kamu enak sayang, hidup di jaman modern dan sudah merdeka ini. Kamu tinggal menikmati ini semua dengan bersyukur. Perjuangan kamu ringan, cuma berdiri pada saat upacara. Perjuangan pahlawan pada jaman dulu berat sekali. Makan ndak bisa, sholat tidak tenang, mau pergi khawatir ketauhan sama penjajah."

(Fella hanya mengangguk-angguk mendengarkan ucapan Abi nya.)

"Banyak sekali nak pahlawan yang telah gugur pada saat perang melawan penjajah dulu. Ada yang di kubur hidup-hidup, ada yang dikubur kepalanya saja, ada yang dipotong bagian tubuh nya dan dibuang begitu saja, dan masih banyak lagi kenangan sejarah terdahulu itu nak. Sungguh teriris hati ini jika mengingat-ingat sejarah masa lalu." Lanjut Abi.

(Fella hanya mengernyitkan dahi dan merinding ngeri setelah mendengar cerita Abi nya tersebut.)

"Sekarang enak, kamu cuma di suruh berdiri pada saat upacara untuk mengenang jasa mereka, dan mereka yang bertaruh nyawa untuk memerdekakan bangsa ini demi kalian anak cucu kita. Abi suka sedih kalau melihat anak-anak muda jaman sekarang, memang mereka tidak pernah mengalami apa yang pahlawan kita dulu alami, mereka tidak bisa menghargai perjuangan,pengorbanan para pahlawan kita dulu, pahlawan kita dulu mati-matian bertaruh nyawa,bertaruh istri, bertaruh anak, bertaruh orang tua, bertaruh orang yang dicintai demi kita semua, demi kita semua yang hidup di jaman merdeka ini. Masa berdiri pada saat upacara saja kalian tidak mau? Apakah ini balasan nya? Apakah ini balas budi nya? Tidak menghargai sesama saudara?  Egois? Saling memfitnah saudara sendiri? Menusuk bangsa sendiri dengan halus?" Ucap Abi tegas.

(Mendengar ucapan Abi panjang lebar, fella akhirnya mengerti mengapa ia harus upacara, mengapa ia harus mengenang para pahlawan.)

"I.. iya Abi. Sekarang Fella mengerti.  Fella harus mengenang jasa pahlawan kita dulu. Fella tidak boleh egois. Fella harus kuat berdiri pada saat upacara." Ucap Fella gugup dan sedikit mengeluarkan air mata.

"Masa cuma berdiri aja lemah ya bi. Hehe. Semangat Fella. Ingat berdiri itu sesuatu yang ringan dibandingkan perjuangan pahlawan yang melawan penjajah dulu." Lanjut Fella menyemangati dirinya sendiri.

(Abi hanya tersenyum melihat tingkah putri nya tersebut.)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 05, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hari PahlawanWhere stories live. Discover now