Prolog

40 13 12
                                        

Penyesalan selalu datang disaat dia telah pergi

[MINE]

Vote sebelum baca.

__________

Seorang gadis dengan balutan gaun malam yang sangat ketat nampak sedang meliuk-liukan badannya seiring dengan dentuman musik yang sangat keras. Bau alkohol menyeruak ke seluruh penjuru klub. Sebuah tangan nampak melingkar di perutnya, seakan tak masalah, sang gadis malah mengeratkan tangan kekar seorang pria itu.

"Berhenti berdansa dan bermainlah denganku," ucap pria hidung belang itu pada sang gadis yang kini sudah berhenti berjoget dan berbalik menatap pria yang umurnya kisaran kepala empat.

"Aku tidak bisa dan aku tidak mau. Cari jalang yang lain saja." Sang gadis melepaskan tangan pria hidung belang itu di perutnya.

"Tapi aku hanya menginginkan mu," ucap pria hidung belang itu seraya memeluk kembali sang gadis.

"Stop!" gadis itu melepas paksa tangan pria tadi.

"Kamu sama saja dengan jalang-jalang yang ada disini!" tersulut emosi, pria tadi berjalan sangat cepat dan berniat mencari jalang.

"Pria tadi merusak kesenanganku saja." Sang gadis kembali berdansa.

Setelah lelah, gadis itu duduk di kursi bar seraya mengikat kuda rambutnya yang tergerai indah.

"Sudah kubilang jangan main ke tempat ini lagi! Kamu ini susah di bilangin!" bentakan itu terlontar dari lelaki bertubuh tinggi dengan dada bidang dan rahang tegas. Gadis itu hanya diam tak berniat untuk mengindahkan ucapan sang kakak.

"Cepat pulang!" kini tangannya di tarik paksa dan menyeretnya keluar klub.

"Apa peduli lo?" tanya sang gadis saat keduanya sudah berada di luar. Matanya menyipit, seakan banyak amarah tersimpan di maniknya. Dengan nada menantang dan wajah mendongak.

"Kamu ini adik kakak. Kakak peduli sama kamu. Kakak cuma gak mau kalau kamu salah pergaulan." Lelaki tadi menatap sendu sang adik.

"Sejak kapan gue jadi adik lo? Bukannya gue cuma bank buat kalian?" gadis itu tertawa hambar seraya memegangi dadanya yang terasa sesak.

"Gue gak ada harganya buat kalian semua. Gue cuma barang yang kalo udah jelek tinggal dibuang. Gue ... Hiks ... Gue cuma anak yang kalian temuin di jalanan." Air matanya kian menderas. Lelaki itu tak sanggup melihat adiknya selalu menangis. Ingin memeluk, namun rasanya sangat susah.

"Kamu adik kesayangan kakak. Jadi kamu gak perlu khawatir kalo kakek marahin kamu. Ada kakak di samping kamu." Tak kuasa melihat sang adik menangis, dengan sekali tarikan, sang gadis sudah berada dalam dekapan sang kakak. Isakannya semakin keras. Tak perduli tatapan orang-orang yang berlalu lalang, keduanya menaiki motor matic yang selalu di tumpangi sang gadis ketika sekolah. Motor milik kakaknya.

"Kak, maafin aku ya." Gadis itu memeluk sang kakak seraya meminta maaf. Sang kakak hanya tersenyum tipis dan mengelus tangan adiknya yang memeluknya dari belakang.

"Kamu gak minta maaf aja, kakak udah maafin kok," jawabnya.

"Kenapa kakak masih sabar ngadepin aku yang padahal nakal banget? Kakek aja marahin aku setiap hari."

"Kan kakak sayang sama kamu. Kamu itu pinter, baik kalo kamu nya mau belajar."

"Aku ke sini kan ngilangin stres."

"Kalo mau ngilangin stres, ngaji qur'an, salat, bukan ke tempat maksiat tadi."

"Iya deh iya."

"Kakak harap kamu gak nakal lagi ya kalo kakak udah dipanggil sama Allah."

"Kakak ngomong apa sih!"

Sang gadis mendengarkan kakaknya melantunkan sholawat Nabi. Rasanya menyejukan.

Dari arah samping, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sontak saja keduanya menatap cahaya yang muncul disamping kanan pertigaan.

Brukk

Motor maticnya terpental sangat jauh dan darah bercucuran dari kepala kakaknya.

Gadis itu tak menghiraukan darah yang bercucuran di kepalanya dan melewati matanya. Berlari sekencang mungkin ke arah sang kakak yang tergeletak dekat motor nya.

"Kakak," lirih sang gadis seraya mengguncangkan bahu sang kakak. Air matanya luruh tanpa diminta. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Kakinya terasa lemas.

"KAKAK!"

"KAKAK!" Ternyata hanya mimpi buruk lagi. Setiap pagi pasti seperti ini, selalu menguras air mata. Rindu terhadap sang kakak selalu bertambah setiap harinya.

__________

Alhamdulillah.
Oh iya, perkenalkan aku Nazla. Kalo mau lebih kenal bisa kunjungi lapak wattpad aku nazura-chan

See you next chapter

MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang