ZIFARY

776 18 0
                                        

   Aku keluar dari rumah dengan tergesa-gesa, sampai-sampai aku tidak memperdulikan ibu yang memanggilku dan menyuruhku untuk sarapan dulu.

  Oh Gosh, Almira. Bisa-bisa kamu terlambat bangun di hari pertama kuliah.rutukku dalam hati

  Ini hari pertamaku kuliah, setelah 3 hari yang lalu aku telah melakukan ospek selama tiga hari. Tiga hari yang terasa setahun, benar kata orang-orang jika ospek adalah hal yang sangat menyeramkan.

  Dihukum dan di permalukan didepan semua orang sudah aku rasakan. Dan aku tak mau lagi mengingat itu, aku benci ospek.

  Aku segera naik ke bus yang akan membawaku ke kampus tempat aku kuliah, aku berharap jalanan tidak macet dan aku bisa segera sampai ke kampus.

   Bus berhenti di halte yang berada didepan kampus, aku segera turun dan berjalan masuk kedalam kampus. Aku berjalan melewati lorong-lorong yang akan membawaku ke kelas.

  Aku menghela nafas lega saat mengetahui jika dosen yang akan mengajar di kelas belum datang, aku duduk di kursi yang berada di barisan tengah, dekat dengan kursi yang diduduki Jessica, sahabat satu-satuku.

"Untung saja mr.wilson belum datang,  Mira. Jika tidak kau pasti tidak di perbolehkan mengikuti kelasnya"ujar Jessica

"Seperti keberuntungan ada dipihaku"ujarku sambil tersenyum

"Kamu masih bekerja Mira?"tanya Jesica

Aku mengangguk, yah. sudah sebulan ini Aku bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran besar yang ada di kota Roma ini. Aku bekerja untuk membantu ibu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

  Semenjak ayah meninggal 3 tahun lalu ibulah yang menggantikannya sebagai tulang punggung keluarga, ibu mempunya toko kue kecil yang mempunyai penghasilan pas-pasan.

   Aku merasa kasihan kepada ibu yang harus banting tulang mencari uang untuk membiayaiku, oleh karna itu aku memutuskan untuk bekerja. Walaupun gajinya tidak seberapa paling tidak itu cukup untuk menambah penghasilan.

"Apa kamu tidak lelah Mira, aku saja yang melihatmu merasa lelah"ujar Jessica, maklum Jessica berasal dari keluarga yang memiliki ekonomi lumayan.

"Tidak ada pekerjaan yang enak, semua pekerjaan memang melelahkan"ujarku

  Obrolan kami harus terhenti saat Mr.wilson sudah datang dan siap mengajar.

  Tatapan kami terpokus kepada seorang pria yang berjalan dibelakang Mr.Wilson, pria itu tampak percaya diri menatap balik kami dengan dagu terangkat, aku dan teman sekelasku mentap pria itu penasaran, apakah dia anak pindahan atau mahasiswa dari fakultas lain.

   Dapat aku dengar suara-suara centil dari teman-teman sekelasku yang memuji paras pria itu, aku tidak munafik untuk tidak mengakui jika pria itu memang tampan, apalagi pria itu adalah tipe pria idamanku.

   Tapi aku berusaha cuek untuk menutupi jika akupun sama ikut terpesona oleh ketampanan dia, huh. Tapi aku tidak bisa untuk bersikap cuek, pesonanya kuat sekali.

"Kita kedatangan mahasiswa baru, dia pindahan dari Harvard university"ujar Mr.Wilson

   Aku tercengang mendengar ucapan Mr.Wilson, pasalnya dia adalah pindahan dari Harvard university yaitu salah satu kampus terbaik di dunia, sangat mengagumamkan.

   Jika aku jadi dia aku akan berkuliah di Harvard sampai lulus, tapi mungkin dia memiliki alasan mengapa dia memilih untuk pindah.

"silahkan perkenalkan namamu"perintah Mr.Wilson kepada pria yang belum aku ketahui namanya siapa.

ZIFARYStories to obsess over. Discover now