Pertemuan

796 38 97
                                        

Yunlan bergegas keluar dari gedung perkantoran. Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 12 siang. Ada janji temu dengan salah satu stafnya di sebuah restoran yang terkenal karena kelezatan steaknya. Makanan favorit Yunlan.

Merogoh saku celananya, ia menarik kunci mobil. Yunlan menekan tombol unlock lalu menghidupkan mesin dan menekan pedal gas dalam - dalam.

Lalu lintas di tengah hari ini cukup lengang. Memudahkan Yunlan berkendara dengan kecepatan maksimum. Ia membuka sedikit jendela , membuat beberapa helai rambutnya jatuh ke dahi karena dihembus angin. Mendekati lampu merah, ia menurunkan kecepatan, saat itu ponselnya bergetar.

Dengan satu tangan di kemudi, dan tangan lain menerima panggilan ,Yunlan terhenyak dan refleks menekan pedal rem ketika mendengar pekikan keras dari luar.

Beberapa pejalan kaki menunjuk ke depan mobilnya, saat itu Yunlan baru menyadari ada seseorang yang telah ia tabrak!

What the hell ...! Apa orang itu tiba tiba jatuh dari langit! Atau dia buta....!

Yunlan tak henti menyumpah serapah dalam hati. Ia membuka pintu mobil dan mendapati seorang pria muda berjas abu-abu setengah membungkuk dengan satu tangan bertumpu di aspal panas.

"Tuan...? Apa anda terluka?"tanya Yunlan. Tanpa menoleh, pemuda itu menggeleng dan menepuk- nepuk betisnya.

"Tidak apa Tuan, aku yang salah."jawabnya dengan suara halus yang memikat. Pria itu menegakkan punggungnya, mata mereka bersirobok. Yunlan membeku melihat pria yang menatap balik dirinya dengan keterkejutan yang dalam.

TIN...!!TIN...!!!TIN....!!!

Bunyi klakson membuyarkan kebekuan mereka. Yunlan mengulurkan tangan menangkap lengan pria di hadapannya , yang dengan cepat menepisnya.

" Wei wei.....?"panggil Yunlan tercekat.

" No no ..."sahut pria yang dipanggil Wei lirih sambil membalikkan tubuhnya, setengah berlari menjauh, meninggalkan Yunlan yang tercengang.

TIN..! TIN....!! TIN....!!!

Suara klakson kembali memekakkan telinga ,Yunlan menggertakan gigi dengan geram. Bukannya kembali ke mobilnya sendiri, ia justru dengan langkah lebar menghampiri pemilik kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

"Hehh Tuan! Apa masalahmu?"sergah Yunlan kasar. " Apa matamu buta? Ada orang tertabrak di depanku, kau tahu....?!! Lewati saja mobilku Bung...!!!" lanjutnya sambil mendelik.

Laki -laki di balik kemudi mobil tampak terkejut. Ia cepat cepat menatap lurus ke depan, sambil menjalankan mobilnya. Siapa yang tahu pria gila macam apa yang ia temui di tengah hari bolong begini.

Yunlan menghembuskan nafas kasar, ia baru akan beranjak menuju mobilnya saat matanya melihat sebuah amplop panjang berwarna coklat tergeletak di bawah pintu mobil. Yunlan berjongkok meraihnya.

UNIVERSITAS TSINGHUA

Demikian kata di amplop itu tertera dengan tinta tebal. Sebuah lengkungan tipis terbentuk di bibir Yunlan. Ia bergegas kembali ke mobilnya.

***

Sebuah tangan melambai dari sudut restoran si pemilik wajah terlihat tersenyum ramah melihat kedatangan Yunlan, sungguh tampak kontras dengan wajah Yunlan yang dingin dan bibirnya yang melengkung acuh.

"Aku bertemu Shen Wei." Yunlan berkata singkat sambil menghempaskan diri ke couch empuk.

Guo si pemilik wajah di hadapan Yunlan melongo. Ia tampak lebih terkejut dibanding Yunlan. Matanya membulat kemudian menyipit, membelalak lalu memicing. Yunlan memukul lengan Guo keras.

The Journey of UsHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora