Awal Mula

101 11 3
                                        

Tenang... aku masih penghuni tetap fandom EXO dan NCT kok. Jadi fanfic sebelumnya pasti ku lanjut meski ga tau pasti kapan waktunya hehe


 Jadi fanfic sebelumnya pasti ku lanjut meski ga tau pasti kapan waktunya hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Changmin membuka pintu dengan rusuh. Tubuh kecilnya yang masih dibalut seragam sekolah tampak menggigil kedinginan. Basah kuyup terkena hujan yang turun tiba-tiba dengan derasnya. Padahal tadi hanya tinggal beberapa meter lagi ia sampai di rumah. Tapi alam benar-benar tak punya toleransi.

Changmin ingin mengumpat jadinya,

tapi mengumpat siapa?

Pada alam?

Yang ada nanti aku dianggap gila.

Monolog Changmin sambil berusaha membuka kaos kakinya yang lengket karena basah.

"Lagi pula... ini salahku juga. Harusnya tadi pagi aku tak mengabaikan perkataan Mama".

Ya, tadi pagi harusnya Changmin mendengarkan perkataan Ibunya, yang mewanti-wanti untuk membawa payung ke sekolah.



[Flashback]


"Tidak usah, langitnya cerah. Kyu yakin tidak akan hujan". Tolaknya untuk yang sekian kali sambil memakai sepatu.

"Tapi prakiraan cuacanya-
"Mama lihat sendiri kan? Di luar tidak ada awan sama sekali. Lagi pula tas Kyu penuh, berat kalau ditambah harus membawa payung". Kukuhnya tetap tak mau.

Tapi sang Ibu juga tak mau menyerah. "Sekarang memang tidak ada awan di langit, tapi bagaimana dengan siang? Atau sore? Sebaiknya kamu bawa payung, Kyu". Ia terus meyakinkan Changmin karena yakin siang atau sore nanti hujan pasti akan turun. Dan ia tak mau putra bungsunya nanti kesulitan.

"Maaa~ Kyu tidak mau, berat... Begini saja, nanti kalau pulang turun hujan Kyu pulang naik taxi. Jadi tidak usah bawa payung, ya? ya?". Tolaknya lagi sambil merengek manja. Yang kali ini disertai mata bulat dan bibir mengerucut lucu. Menyerupai tupai yang mampu membuat siapa saja luluh dalam sekali lihat—termasuk Ibunya.

"Hah... ya sudah, terserahmu saja lah. Mama lelah berdebat denganmu".

"Hehehe... aww!".

Pipi Changmin dicubit gemas.
"Malah tertawa, ya sudah sana pergi! Katanya buru-buru harus piket pagi, huh?".

"Un, iya. Kalau begitu Kyu berangkat. Dah Mama, Papa, Kak Youn! Kyu duluan!". Pamit Changmin kemudian berlalu. Meninggalkan rumah begitu saja tanpa mau membawa payung yang telah Ibunya sodorkan berulang kali.

[Flashback End]



Dan sekarang Changmin menyesal, harusnya ia bawa saja payung kekanakan itu daripada basah begini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 05, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[G] relationshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang