"We are each other's night scenery, each other's moon."
-moonchild, RM
.
Mungkin karena aku lahir di malam hari, jadi aku seperti punya koneksi khusus dengan langit malam.
Mungkin karena ibuku yang sering bercerita tentang bulan, jadi aku selalu merasa dekat ketika melihatnya.
Mungkin karena memang sederhananya, aku menyukai malam.
.
Ada monster di dalam diriku.
Pada saat-saat tertentu, dia berhasil menguasaiku. Ketika aku lelah, ketika semua yang kulakukan salah, ketika aku merasa diriku tidak pantas.
Disitulah monster dalam diriku sedang menjalankan misinya. Dia hidup di tempat tergelap. Di satu titik kecil di mana tidak siapapun yang tahu kecuali diriku sendiri.
Dia yang paling pandai menyimpan semua kekesalan, semua memori kelam, semua penyesalan yang ada dalam diriku. Maka ketika kekuatanku menurun, dia akan mengeluarkan semua penyimpanan itu ke permukaan, menghantamku habis-habisan.
Jika aku tidak melawan, aku akan kalah. Karena tabiatnya seperti bom waktu. Aku hanya takut dia akan muncul mendadak dan melenyapkanku seketika.
Apakah aku benci dengan monster itu? Aku sangat membencinya. Sangat.
Tapi berulang kali pula, aku berpikir. Dialah, yang paling harus kurangkul. Lebih aku perhatikan.
Aku tahu monster itu tidak akan hilang sampai kapanpun aku hidup, dia akan tetap ada dalam diriku.
Jadi apakah monster itu selalu berarti negatif? Apakah yang gelap itu pasti hitam? Dan kenapa hitam selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif?
Langit malam itu gelap. Namun aku selalu bisa bernafas paling lega ketika malam hari.
Aku selalu merasa paling hidup ketika bulan bersinar.
Jadi, apa hubungannya dari monster dalam diriku dan langit malam? Aku tidak akan membuat kesimpulan.
Alih-alih, aku akan bercerita hal lain, di mana dia adalah satu-satunya yang mempu menenangkan si monster.
Dia hanya muncul di malam hari.
Dia akan datang tiba-tiba dan duduk di sampingku ketika aku sedang asyik memandang langit malam.
Dan dia akan langsung memelukku erat. Mengusap kepalaku berulang kali seraya berbisik, "kerja bagus untuk hari ini pula."
Dan seperti hari-hari sebelumnya pula, aku akan menangis dalam pelukannya.
Pun, monster dalam diriku ikut tenang.
Dia adalah si Anak Bulan. Kuberi nama dia Jun —lucu saja, karena ibunya bernama Moon.
Lalu dia akan mendengarkanku bercerita tentang hari itu. Monster dalam diriku ikut kegirangan ketika aku menceritakan semua kekesalanku, dia seperti berkata, "bagus! ayo lepaskan semua bebanmu!"
Lihat? Dia bukan monster yang jahat, dia sangat peduli denganku sebenarnya.
Ia hanya akan menggenggam tanganku lalu mengarahkannya pada kepalaku sendiri, supaya aku mengusap kepalaku sendiri.
"Di lain hari di mana kamu bisa menyelesaikan harimu dengan baik."
Aku ikut tersenyum ketika dia tersenyum.
Aku tenang. Malam hari adalah waktu dimana aku bisa bernafas dengan lega.
"Kamu itu bintang paling terang di galaksimu sendiri." Aku ikut menatap langit ketika dia menatap langit.
"Meskipun kamu jatuh, kamu akan jatuh di antara kumpulan rasi bintang. Tahu apa yang aku maksud?"
Aku hanya menggeleng dan tertawa. Jun memang terlalu pandai membuat kata-kata.
"It's as simple as 'hang in there', buddy. You will always have your own self on your side. You're always special, you always deserve to be happy."
Dan dia akan memelukku erat lagi. Amat erat.
Dia memang selalu datang ketika jam menunjuk ke arah angka dua belas, ketika hari baru saja dimulai lagi.
Begitulah dia akan muncul lalu pergi.
Namun perginya bukan sejenis perpisahan yang menyedihkan, melainkan membuat dalam pikiranku muncul sebuah realisasi bahwa aku pasti mampu melewati hari baru ini, seperti hari-hari sebelumnya.
Karena apapun yang ada di depanku, yang terpenting aku akan berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin. Aku akan berusaha untuk hidup di setiap momen.
Lagipula, hidup akan terus berlanjut.
Dan bulan akan terus bersinar.
.
"It shall pass someday, surely without doubt."
-everythingoes, RM.
ČTEŠ
moonchildren
Teenfikcerambling di tengah malam dan ucapan untuk kalian hari ini, "kerja bagus! jangan lupa untuk ambil nafas dan lihat langit, mungkin tidak selalu indah, tapi tenang langit selalu menemani kalian."
