Disebuah kamar tidur terdapat dua insan manusia. Yang berbadan besar menyandarkan tubuhnya di kasur sambil memainkan handphone nya, sedangkan yang berbadan lebih kecil duduk di depan belajarnya sedang memetik gitar.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Ten," panggil yang besar.
"hmm"
"Ten," panggilnya lagi
"hmmm"
"Teeeen~" panggil lagi, kali ini dengan nada yang agak mendayu.
"HHHMMMMMMM" Ten mengeraskan gumamannya, masih fokus memetik gitarnya.
"Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Ten Te-"
"APA SIH JOHN?? GUE LEMPAR GITAR NIH YA DARI TADI TAN TEN TAN TEN MULU" Ten membalikkan badannya menghadap tersangka pemanggilan, Johnny. Tangan Ten sudah terangkat ke atas memegang gitarnya bersiap untuk melemparkannya pada Johnny.
"Whoaaa, easy... calm down Ten, I just calling you"
"Don't disturb me, please. Tomorrow I have to perform with this damn guitar, I don't have much time"
"Oke,oke sorry, silahkan lanjutkan aku tidak akan mengganggu" ucap Johnny takut jika pacarnya itu akan mengamuk.
Selama 1 jam keadaan kamar benar-benar sepi, hanya ada suara petikan gitar dan suara Ten yang ikut bernyanyi dengan lirih.
"Ten," bisik Johnny perlahan.
Tidak ada respon dari Ten.
"Ten" panggil lagi kali ini agak keras.
Masih, tidak ada respon dari Ten. Masih terfokus dengan permainan gitarnya.
"TENIEEEEEE, GAK KUAT, AYO CUDDLING" teriak Johnny tiba-tiba yang mengagetkan Ten.
"Yak!! Kaget tau gak?!" ucap Ten, matanya memicing tajam.
"Let's cuddling babe, You've been practiced for almost 3 hours. You don't love me anymore huh? I just come back from photo shot and you ignore me like that? I need to charge my self, so let's cuddle" Johnny akhirnya menumpahkan kekesalannya, berbicara cepat tanpa jeda.
Ten yang mendengar itu kemudian tersenyum, pacarnya ini merajuk ternyata.
"Ouch, I am sorry babe. Oke, Let's cuddle babe. I also need a charge." Ten kemudian membereskan mejanya, meletakkan gitarnya di pinggir meja, kemudian berjalan menghampiri Johnny yang sudah siap di kasur.
"Aigoo, Papa bear need a hug" ucap Ten smbil memeluk Johnny. Johnny yang dipeluk hanya membau aroma Ten yang manis, menghirup sebanyak-banyaknya aroma tubuh Ten yang Johnny rindukan.
"Love you, Tenie." ucap Johnny disela-sela kegiatannya mengusap rambut Ten.
"Love you too, papa bear" jawab Ten sambil mengeratkan pelukannya.