titt...
Klakson motor di bunyikan oleh seseorang di halaman depan gerbang. Gadis itu mengintip lewat jendela kamarnya dengan terburu-buru ia merapikan dandannya lalu segera keluar untuk menemui pemuda yang masih bertengger di motor nya.
"siap?"tanya Agra sembari memasangkan helm di kepala Ara.
Ara pun mengangguk girang.
"Ayo naik"ucap agra,Ara pun menuruti setelahnya kendaraan itu melaju menjauhi rumah Ara untuk menuju suatu tempat.
---•●•---
kring...kring..
ting..
Notif chat di hp seorang cowo yang baru saja memasuki cafe tempat janji temu yang cowo itu rencanakan dengan sang pacar.
Araavu💟
]kamu udah disana kan?
iya udah sampe ni syang[
]oke, Ara bentar lagi sampe.
iya sayang hati2[
Rd.
Setelah membeli dua minuman di bar cafe Arby mencari tempat yang nyaman dekat jendela kaca.Memicingkan mata ke arah parkir depan cafe terlihat Ara turun dari motor di bonceng oleh seseorang yang tak asing di mata Arby.
Setelah beberapa menit Ara berjalan memasuki cafe dan mendekati meja yang di tempati Arby,Arby menyambut kedatangan Ara namun tetap mencuri pandang ke arah parkiran lebih tepatnya ke seseorang yang sedang duduk di atas motornya.
Tanpa basa basi Arby langsung bertanya.
"Ara datengnya sama siapa?"
"sama Agra"
"Agra?ko bi-?"terpotong.
"By"panggil Ara.
"ya araaa,ada apa?"tatapan Arby intens serta lembut di tunjukan ke Ara.
"Ara mau kita akhiri hubungan ini sekarang"
Dengan raut yang tenang Ara mengucapkan kalimat yang mampu buat Arby tercengang,hati Arby sedikit bergetar dengan raut muka yang tak bisa di deskripsikan.
"Hahaha Ra lo ngeprank kan?Ra lo berhasil sumpah"
"mau tau berhasil apanya?lo berhasil bikin gue makin gemes maikin sayang sama lo"tingkah Arby seperti biasa.
"Arby,Ara serius. Ara cape pacaran sama Arby,tiap Ara mau ini itu Ara harus nunggu.Arby ga perna nurutin kemauan Ara saat itu juga"
"Ra tapi lo tau kan kalo gue mau sesuatu gue harus usaha sendiri.Lo taukan keluarga gue-"
"Iya Ara tau"menundukkan wajahnya."Tapi Ara pengen putus sama Arby ,Ara udah nyaman sama Agra.Maaf."Perlahan Ara mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap mata Arby. Tenang namun aura tajam matanya mampu membuat kikuk orang yang di tatapnya.
"Oh gitu Ra gapapa ko kita putus sekarang dan lo gabakal susah lagi kalo sama Agra.Selamat ya"perubahan ekspresi tenang dan ceria seperkian detik sebelum mengucap kalimat itu.
"Oke thanks By,Ara pergi ya. Ini buat ganti uang Arby minum Ara "dengan gerakan agak terburu setelah meletakan selembar uang di meja Ara segera pergi menghampiri Agra yang masih di perhatikan oleh Arby.
Perginya Ara membuat Arby kosong kecewa, menghabiskan sisa jusnya Arby langsung berdiri untuk keluar,tapi saat ia melangkah keluar matanya menangkap seseorang yang ia kenal,Salsa. Ia sedang berkutat dengan buku nya di meja tak jauh dengan meja yang arby di duduki tadi. Namun ia mengabaikannya mood nya belum baik jadi Arby pergi begitu saja tanpa menyapa. Seperti bukan Arby banget.
●------continue------●
Terimakasih sudah membaca kalo suka boleh vote kalo ga suka abaikan aja.
salam manis,author🔮
YOU ARE READING
Arby
Teen Fiction"kalo arby lagi sama caca,arby ga boleh pura pura kuat kalo lagi ga berdaya."-Salsa
