Dua orang gadis tengah berbincang ria di balkon kamarnya, hingga tak terasa mereka telah menghabiskan waktu yang cukup lama. Gadis dengan rambut panjang berwarna biru itu yang tak lain adalah Ellena Herinque Lesmana yang selalu saja membuat kejahilan dimana-mana, tingkahnya yang barbar, pecicilan dan sangat menyebalkan. Sedangkan gadis dengan rambut pendek sebahu ialah Chira Grazella Henry yang slalu bikin onar, irit bicara dan slalu setia dengan tampangnya yang cuek ataupun dingin. Namun, untuk orang terdekat ia bisa saja berbicara dengan kalimat yang panjang seperti rel kereta api.
"Zella, gue bosen nih," ucap Ellena seraya menggoyangkan bahu Chia.
"Gue juga, capek ey dari tadi ngomong mulu," jawab Zella dengan wajah yang lesu.
"Gimana kalo hari ini kita hangout?" tawar Ellena.
"Boleh juga, cuma berdua macem nih? Gak seru lah dugong,"
"Noh ngajak si Clara, Cherly, Vale, ama tuh cecurut dugong," ucap Ellena sembari mengambil hp yang berada di meja balkon.
"Dugong saha?" tanya Zella dengan menautkan alisnya.
"Si Sylla," ucap Ellena yang hanya di jawab deheman oleh Zella, setelah menghubungi satu persatu para sahabat lukcnutnya Ellena bergegas untuk mengganti bajunya sedangkan Zella beranjak pergi ke bawah untuk mempersiapkan mobilnya.
Tak menghabiskan waktu yang lama Ellena pun turun dan menghampiri Zella yang sedang asik menggunakan airphone di dalam mobil.
"Zel woi," panggil Ellena yang tak di hiraukan oleh Zella.
"Zella Dugongku tercantek woi," teriak Ellena 8 oktaf yang mampu membuat Zella terlonjak kaget.
"Astaghfirullah kamu tuh harus kalem," ucap Zella dengan mengelus dadanya pelan.
"Lu sih udah gue panggil daritadi, sekarang skuy berangkat,"
"Kemana?" tanya Zella.
"Yahh hangout lah,"
"Lha yah kemana?" tanya Zella lagi.
"Hangout zheyenk kuhhh,"
"Astaghfirullah ke kuburan atau ke cafe atau ke mall atau ke---"
"Lu ngapain ke kuburan?" tanya Ellena.
"Yah kan gue recomend kali aja lu tertarik secara kan temen lu banyak tuh yang disana," ucap Zella dengan tampangnya yang gak berdosa.
"Pan kapan deh ke kuburan,"
"Sekarang kita ke cafe," ujar Ellena lagi dan dengan cepat Zella menyalakan mobilnya bergegas menuju cafe. Sesampainya di cafe Zella dan Ellena duduk di taman cafe yang sangat nyaman, penuh dengan bunga dan lampu-lampu yang indah menghiasi suasana malam yang begitu menenangkan.
Saking asiknya mereka bermain hp hingga tak di sadari para ciwi-ciwi yang slalu bikin onar itupun datang dengan suara khas masing-masing. Yang membuat Zella dan Ellena mengangkat wajahnya untuk memastikan bahwa para sahabatnya telah sampai.
"Uhuyyyy spadaaa Clara datang," teriak Clara dengan merentangkan tangannya.
"Assalamualaikum yahh ahli kubur Sylla yang kiyowo ini telah sampai," teriak Sylla.
"wohooo Hell Angels berkumpul dengan membawa sejuta kebahagiaan," teriak Vale seraya duduk di samping Ellena.
"Permisi om tante Sherly dateng bawa anak buaya nehhhh!!! " teriak Cherly sembari mengangkat tangan milik Sylla.
"Kalian tuh berdosa banget, baru datang kek toa mesjid," ucap Zella dengan menatap ketiga sahabatnya sinis.
"hihihi maapkan aku tante, om membuat jantung kalian dagdig kek orang palling in lope," sahut Sylla dengan cengirannya.
YOU ARE READING
Hell Angels
Teen FictionHell Angels Siapa yang tidak kenal dengan salah satu genk yang sangat di takuti? Tidak ada satupun orang yang tidak kenal dengan nama genk Hell Angels, anggota Hell Angels yang beranggotakan enam cewek sebagai generasi kedua dan dengan anak buah ya...
