PROLOG

434 32 2
                                        

Jangan lupa follow vote dan komen cerita ini ya...
Tekan tanda bintang di posisi kiri bawah setelah baca chapter ini...
Happy reading guys 🥰🥰🥰

Cantika POV

Cantika adalah seorang manager pengembangan bisnis di perusahaan yang mendunia, Domino’s Corp. Kehidupannya begitu sempurna. Menjadi wanita cantik dengan tubuh ideal. Ditambah lagi dengan kecerdasan dan dedikasi yang tinggi membuatnya tampak seperti bintang yang bersinar namun tak tergapai. Banyak pria yang mengaguminya namun tak satupun ada yang berani mengungkapkan cinta. Karena mereka terlalu takut akan kata penolakan dari gadis itu. Dan akhirnya Cantika masih setia melajang hingga usia 29 tahun.

Dibalik kesempurnaan dirinya, ternyata Cantika memiliki memiliki kekurangan yakni dia terlalu perfeksionis. Dia tak akan mengirimkan begitu saja laporan semua anak buahnya kepada sang CEO tanpa melalui seleksi sesuai kriterianya. Dan dia pun tak segan menyempurnakan beberapa laporan agar bisa diterima sang CEO. Dan karena hal itu akhir-akhir ini dia selalu saja terlambat 1 menit saat memberikan laporan untuk presentasi.

Cantika melangkahkan kaki jenjangnya yang dibalut high heels setinggi 6cm. Langkahnya begitu cepat namun tak mengurangi kesan anggun dalam dirinya. Sesampainya di depan ruangan CEO. Dia mulai mengetuk pintu.

TOK TOK TOK…

“Silakan masuk.” Ucap sang penghuni ruangan dengan suara khasnya buang selalu mampu menggetarkan hati para wanita. Tapi tentu saja kecuali Cantika. Gadis itu bahkan selalu merasa bingung dengan pola pikir para gadis yang terlalu lebay menanggapi suara bas dari pria itu.

“Permisi, selamat siang. Ini laporan rencana perkembangan bisnis resort di inti kota London.” Ucap Cantika menyodorkan sebuah map.

Orlando sekilas melirik ke arah gadis itu. Namun kali ini tatapannya berbeda. Dia mencari segala sesuatu yang menarik dari gadis ini. Namun nihil. Tak ada satupun hal menarik yang dia temukan. Aurel memiliki level yang jauh di atas gadis ini. Bahkan kecantikan gadis ini bisa dibilang standar. Wajah ovalle khas wilayah timur dunia dengan kulit putih kekuningan. Hidung yang bisa dibilang tidak mancung ataupun pesek. Sederhana dengan garis yang pas. Mata bulat dengan bulu mata apa adanya. Netra coklat kehitaman. Bibir tipis yang dipoles lipstik nude. Gadis ini memang memiliki tubuh ideal yang lumayan bagus. Tapi karena pakaiannya terlalu formal membuatnya biasa-biasa saja.

“Ekhem… maaf Sir… ini laporan yang anda minta.” Ucap Cantika merasa risih karena terlalu diperhatikan. Sungguh jantungnya bermaraton karena dia sadar kembali telat 1 menit..

“Kau terlambat 1 menit selama 30 hari berturut-turut. Dan kau harus menerima konsekuensinya.” Ucap pria pemilik mata elang dengan netra abu-abu yang menenggelamkan.

“Maaf jika saya selalu terlambat. Tapi saya ada alasan yang bisa saya pertanggung jawabkan. Saya mengecek laporan ini dan sedikit memperbaikinya terlebih dahulu sebelum saya menyerahkannya ke tangan anda.” Ucap Cantika menundukkan tubuhnya dengan penuh hormat.

“Tetap saja. It’s late. Dan sebagai kompensasinya, kau harus melaksanakan tugas tambahan.” Ucap pria itu tanpa melepaskan tatapan dinginnya.

“Yes Sir.” Ucap Cantika mengangguk mantap.

“Buat saya jatuh cinta pada Anda dalam waktu satu bulan.” Ucapnya tenang. Tak ada keraguan dalam netra abu-abu yang mengagumkan itu.

Mr On TimeWhere stories live. Discover now