Kadang orang selalu berpikir bahwa semua canda tawa yang kita buat itu nyata, tapi itu cuman tiruan kerut wajah kita saja yang senantiasa berkamuflase untuk selalu menutupi kesedihan yang sedang kita pikul sendir.
Waktu terus berdetik, hari demi hari kian berganti, cerita demi cerita telah ku lalui, sedih, ceria, selalu menghampiri.
Banyak kisah yang telah ku lalui, kebahgaian yang dulu pernah ku jumpai sekarang menjadi cerita, begitu pula dengan kesedihan dan kepahitan jalan hidup ini.
Orang selalu bertanya, apa? Apa yang engkau perolah, semua orang menanti apakah dia sudah sukses atau tidak, jika engkau sukses orang lain ingin mengikuti jalan yang engaku telah lalui, mereka mengira jalan yang engaku lalui itu mudah tapi meraka tak memikirkan kepahitan perjuangan yang engkau telat laluai itu, meraka hanya melihat kesuksesan mu tidak perjuangan mu.
Semua orang menceritakan tentang keberhasilan mu dan tak akan pernah ingin tau kepahitan yang engkau telah lalui itu.
Disamping itu jikala engkau tak berhasil semua orang mentertawakan mu, orang menjadikan mu candaan, bahwa sanya engkau tak bisa untuk apa, karna perjuanganmu sia-sia.
"Tapi ketahui lah, jika kita mendengarkan perkataan orang lain tentang kita, kita tidak akan pernah bisa berjuang dan berbuat apa-apa, karna perkataan orang tentang kita itu tidak seutuh benar, dan cara penyampean mereka itu pun tidak sesuai dengan ketulusan hatinya.
Buat kebaikan sebanyak mungkin walaupun kebaikanmu di abaikan, karna kebaikan tidak seharusnya untuk meminta pembalasan, salah sekali mungkin bisa merubah seribu kebaikan, tapi kebaikan yang tulus akan menghapus kedengkian dia hati yang kita miliki.
@ugikjuhsan
#Mitos
