juanda (ft. jungkook & taehyung) part 1

780 112 31
                                        

"In which Jihan, 28 years old model-influencer, had to deal with her boyfriend Juanda, 25 years old college-guy who literally could do anything except doing his undergraduate thesis."

☘️☘️☘️

"JU-AN-DA! JU-AN-DA! JU-AN-DA!"

Penonton yang mengelilingi pinggiran track lari berteriak makin heboh ketika giliran Juanda yang menerima tongkat estafet. Tim mereka sebenarnya sudah tertinggal cukup jauh dan Juanda adalah harapan terakhir.

Cowok dengan rambut cukup panjang untuk diikat itu menajamkan penglihatannya. Tersisa beberapa detik untuknya sebelum menerima tongkat estafet itu.

Setelah tongkat itu berpindah tangan, ia pun berlari secepat yang ia bisa. Perlahan tapi pasti, ia bisa mengejar tim lawan. Satu lawan, dua lawan, tiga lawan, hingga akhirnya ia berhasil membawa kemenangan pada timnya.

Tim Juanda atau lebih tepatnya teman-teman satu himpunannya langsung berteriak senang karena artinya mereka berhasil mencetak hattrick untuk perlombaan atletik yang diadakan setiap tahun di kampus mereka.

Juanda berbalik dan berlari mundur merentangkan tangannya pada teman-temannya yang berada di sisi lain lapangan. Ia tersenyum bangga mendengar dukungan dari semua teman-temannya.

Gak lama setelah itu, matanya menangkap sosok mungil di antara teman-temannya yang juga tersenyum bangga melihatnya. Kedua mata Juanda langsung membulat. Tanpa babibu, ia langsung berlari menuju sisi lain lapangan itu.

Juanda langsung memeluk erat cewek berperawakan mungil itu dan dibalas tepukan lembut di punggungnya.

"Anying, bucin. Udah lah yok, bubar!" celetuk salah satu teman Juanda yang diangguki temannya yang lain. Mereka pun memberi ruang untuk sepasang sejoli itu.

"Kapan balik? Kok gak ngasih tau?"

Awalnya hanya tawa renyah cewek itu yang terdengar. "Hmm, surprise!"

Juanda melepaskan pelukannya sesaat untuk melihat wajah gadisnya. Setelah itu ia kembali membawa cewek itu ke dalam pelukannya. "Kangeeenn~" ujarnya dengan nada manjanya yang dibuat-buatnya.

Cewek itu berusaha untuk memberontak. "Kamu bau, Juan!"

Tapi tampaknya protes dari cewek itu gak digubris sama sekali oleh Juanda.



☘️☘️☘️


Mata cowok itu perlahan terbuka ketika merasakan sentuhan lembut di pipinya.

"Pagi, Bayi Besar."

Suara lembut yang menyapa telinganya itu membuat kedua ujung bibirnya melengkung ke atas. "Morning," jawabnya dengan suaranya yang masih sangat serak.

"Bangun, Sleepyhead!"

Bukannya bangun, cowok itu malah makin mengeratkan pelukannya pada Jihan. "M-hmm."

Jihan gak bisa apa-apa selain menyisir rambut panjang kekasihnya dengan jari-jarinya. "Mau sarapan apa?"

Gak ada jawaban dari cowok yang masih membenamkan wajahnya di ceruk leher Jihan.

Jihan akhirnya mencubit pelan perut Juanda. "Hei, mau sarapan apa?"

Juanda hanya menggeleng. "Gak ada, mau gini aja. Masih kangen."

Jihan menghela napas panjang setelah itu tertawa kecil. "Astaga Juan, aku cuma seminggu di Jakarta, lho. Lagian aku juga udah di sini semaleman."

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 16, 2021 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

banana milk - kim jisooHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora