something you don't know

219 34 6
                                        

cerita ini hanya remake dari pov tiktok dengan akun @/eoomoonii_ dan sudah mendapat izin.

cerita ini hanya remake dari pov tiktok dengan akun @/eoomoonii_ dan sudah mendapat izin

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

——————————

"Istriku sedang apa, hm? Sepertinya asik sekali sampai suaminya yang tampan ini tidak dimanjakan," ucap Johnny tiba-tiba.

Dirinya baru saja kembali dari dapur untuk membuat secangkir kopi dan mendapati istri cantiknya sedang sibuk membenahi sesuatu. Tubuhnya ia daratkan di sebuah sofa yang dekat dengan posisi istrinya saat ini.

"Aku hanya merapikan bekas mainan Hendery dan Haechan. Ugh mereka bahkan sudah remaja sekarang, tapi masih saja tidak bisa merapikan ini," keluh Ten sambil menunjuk beberapa mainan yang tergeletak begitu saja dilantai. Setengahnya sudah berhasil ia rapikan, mainan mereka benar-benar banyak!

Johnny terkekeh, ia juga bingung mengapa kedua putranya masih mau bermain mobil-mobilan dan bahkan tidak mau merapikan mainannya sendiri.

"Haha aku juga tidak tau, Honey. Mungkin kita terlalu memanjakan mereka. Nanti aku akan mengajarkan mereka untuk merapikan mainannya sendiri," ujar sang dominan setelah menyeruput kopi panasnya.

Ten hanya menghela nafas, benar kata Johnny. Mereka terlalu memanjakan Hendery dan Haechan sehingga mereka tidak bisa berlaku mandiri. Juga ia terlampau sabar dan lugu, mau saja terus 'dipaksa' merapikan mainan kedua putranya.

Seharusnya ia berlaku lebih tegas, kan?

Tok tok tokk!!

Suara gedoran pintu menginterupsi kegiatan keduanya. Gedoran tersebut terdengar menuntut dan sangat terburu-buru. Sangat tidak memiliki sopan santun, eh?

"Aku saja yang membukanya, Honey. Setelah selesai merapikan itu pergilah ke kamar dan beristirahat, wajahmu terlihat pucat. I love you, Ten," beranjak dari sofanya, Johnny melayangkan flying kiss kearah istrinya dan berjalan menuju pintu.

"I love you too, Daddy!" teriak Ten membalas pernyataan cinta suaminya.

"Sangat sangat sangat mencintaimu," cicitnya pelan, sangat pelan; hampir tidak terdengar.

Johnny tersenyum mendengar teriakan balasan dari Ten. Rasanya tidak pernah berubah saat Ten mengucapkan kata-kata cinta padanya —selalu manis dan membuat berdebar.

Tangan besarnya meraih gagang pintu dan membukanya. Matanya menangkap Haechan dan Hendery dengan penuh peluh dan berderai air mata.

"Hey hey, anak Papa. Ada apa? Mengapa menangis?" jujur saja, ia merasa khawatir sekarang. Kedua anaknya terlihat sangat berantakan. Apa yang terjadi?

COUNT • JOHNTEN ✓Stories to obsess over. Discover now