aku nafa diandra. Saat ini aku tengah mengikuti ujian praktik farmasi di ruangan laboratorium farmasi sekolahku, hari yang ditunggu kami akhirnya datang dimana ini adalah akhir dari semua yang telah di lalui dan akan menuju kepada alur kehidupan sebenarnya.
Aku mendapatkan waktu siang sesuai nama depan ku huruf N dan ketentuannya memang sesuai abjad nama depan. saat tiba giliran ku datang kami di minta berbaris untuk mengambil amplop berisikan resep yang telah ditentukan oleh pihak penguji. Disini lah suasana ketegangan sangat terasa, aku berusaha untuk tidak gugup dalam menghadapi ujian kali ini.
" Na , lo gugup ? " Tanya teman di sebelah ku
" Gue takut " ucapku
" Lo bisa na, kita semua udah belajar dari jauh jauh hari "
" Okai jangan pesimis pasti bisa!"
Aku seolah tengah menyemangati diri sendiri yang tengah gugup, berada di antara banyak penguji yang akan menilai hasil akhir ujian kali ini. saat kami mulai pada waktunya kami memilih amplop sesuai urutan barisan, lalu setelah itu mencari meja sesuai abjad yang tertera pada amplop tersebut.
" NAFA SEMANGAT!!" Lagi lagi nafa berteriak keras dalam batin nya agar tidak merasa gugup.
Peraturan telah di bacakan dimulai waktu,cara mengerjakan, poin poin yang di nilai dan lainnya. dan dimana Tiba waktunya ujian pun dimulai, nafa mulai bergegas mengerjakan lembar demi lembar serta menghitung dosis obat yang tertera pada resep tersebut
30menit telah terlewati nafa berhasil mengerjakan satu resep dan akan melanjutkan bagian berikutnya. Nafa sangat gugup saat melihat poin ke dua dimana ia mendapat resep yang tidak ia duga, nafa mulai berkeringat dingin ia mencoba mengingat perhitungan perhitungan yang pernah ia kerjakan semasa simulasi.
" God! Udah gue dua kan dapat ini " nafa terus bergumam. Ia bingung harus bagaimana. Menengok kanan kiri hanya akan mendapat masalah Nafa akan mencoba sebisa nya meski ia berusaha untuk berkomunikasi dengan sebelahnya atau di depan meja nya, kami ibarat satu team tetapi saling mengerjakan secara mandiri.
" Gue mau nangisss " nafa sangat bingung ia juga gugup ,ia takut ini gagal dan tidak berhasil. Kalimat itu terus berjalan di fikiran nya.
" Engga engga! Gue bisa gue bisa please beri keajaiban " nafa pikir ia akan nyerah namun tidak. Ia tetap mencoba mengingat apapun yang ia bisa.
Sampai pada waktunya tiba. Nafa berhasil ter acc dan lolos untuk membuat produk nya, ia lega tinggal satu step lagi menuju akhir hasil nafa terus merapalkan doa meminta terbaik untuk ujian nya agar berjalan lancar. " Na, gimana resep cream ? "
" Sumpah gue grogi ngerjain resep itu, sempet lupa hampir nyerah" ujar nafa
" Lo berhasil acc ? " Nafa hanya mengangguk kan kepala nya ,karena tidak sempat untuk berbicara banyak agar waktu nya tidak terkuras.
" waktunya tinggal 10 menit lagi manfaatkan sebaik mungkin, karena ini menentukan lulus tidak nya kalian " ucap penguji memberi informasi terkait waktu yang tersisa.
Beberapa jam kemudian tibalah waktu penguji mengkoreksi hasil dari peserta yang mengikuti ujian tersebut. Momen seperti ini membuat nafa dkk panik akan hasil akhir yang di dapatkan namun lebih lega. Karena hasil tersebut akan di umumkan serentak bersama dengan gelombang lainnya. Jadi hari ini nafa bisa bernafas lega untuk informasi satu itu.
Annyeong! Reader tercintaa ini cerita baru silakan dinikmati hasil dari kegabutankuu💜💜 love you saranghee
