Mohon kebijkannya untuk pembaca, jika salah lapak silahkan angkat kaki saja.
⚠
;
Peluh mengalir perlahan dari tengkuk si manis bermarga Jeon, dengan kedua tangan bertumpu diatas meja belajar dan kedua paha sekal yang bergetar hebat beriringan dengan suara nyaring berkecipak basah dari arah belakang.
Sang dominan menggeram puas dengan manik mata elangnya yang hampir berputar kebelakang. Kepalang merasakan nikmat lantaran batang berurat dengan bulu tipisnya dihisap masuk oleh lubang mini berwarna pink kemerahan, persis buah peach.
Sekali lagi bunyi tamparan melayang di udara dengan keras, menghasilkan getaran disekitar bongkahan bokong bulat nan besar milik sang kekasih. Pinggang kecil yang meliuk keenakan kesana dan kemari dengan berani melakukan pergerakan lawan arah yang membuat sang dominan terkekeh berat.
"Angghh- eunghhh huhhhー Tae"
"Grhhー huhh choa? Suka sayang?"
"Anghhhー Choayoo! Eunghh"
Tangan kiri Taehyung menahan kedua tangan si manis agar tetap terkunci di sisi punggungnya, dengan sebelah tangan yang terbebas ia meraih rahang mulus sang jelmaan Aprhodite. Membenturkan bibirnya kalapー memaksakan lidahnya bertarung saat itu juga dengan milik Jungkook. Liur jatuh berserakan membasahi bahu sempit si pemilik bibir feminim. Setelah melepas pagutan sang dominan meraih penis menggemaskan sang kekasih yang kepalang sangat tegang dengan sisa cum saat pelepasan ketiganya tadi.
"Nuuu~ Eunghhh kakk! Angghhh n¥ahh Ouhhhhh"
"Berisiknya huhhーmy baby doll!"
Taehyung mengganti posisi doggy nya dengan membawa Jungkook terlentang. Sang submasif lemas dengan wajah memerah lengkap dengan kelopak sayu dan bibir feminimnya yang merekahー cumbuan panas dilayangkan oleh pemuda Kim keseluruh aset sang kekasih. Dimulai dari daun telingnya yang sensitif, tengkuk yang sudah penuh bekas gigitan dan tanda cintanya, puting susu berisinya yang lecet dan kedua bilah paha dalamnya yang penuh bekas memar dan gigitan gemasnya.
Taehyung tersenyum miring, nafsunya masih diujung tanduk dengan maniknya yang menilik tajam dengan seringainya seksinya. Jungkook dibawahnya mendesah pelan saat Taehyung dengan sengaja menggoda lubang berkedutnya yang masih lapar ingin dipenuhi penis pria Kim itu lagi, Mengarahkan genitalnya lalu mengelilingi lubang sang submasif yang masih menganga kelaparan dengan sisa ceceran sperma di liang sempitnya.
"Masukkhhーahnn Taehyungiee"
"You want me again baby? Already?"
"HikssーNghhh just punish Koo! Punish-"
"Being a naughty baby isn' t good, you know that?!"
"ANGHHH! S-sowwy kak ngahhhーhikss"
Pria Kim itu mengangkat kedua tungkai si cantik untuk menyampir ke bahu kokohnya, membuat tubuh si manis menekuk sampai ia sedikit menekan perut dan juga dadanya. Benar-benar membujur indah dengan kejantanannya yang menusuk dalam dan juga cepat. Sensasi tamparan gundukan kembar itu membuat tubuh Jungkook kelojotan, deru nafas keduanya sungguh panas. Posisi yang benar-benar menggempur habis rektum sempit pemuda Jeon dibawah kukungan Kim Taehyung.
Peluh dari dahi Taehyung meluncur bebas membasahi wajah pias pemuda Jeon, dengan airmata dari kelopak jernihnya yang berurai akibat hentakan nikmat dari si pria Kim. Menengadah saat kedua bilah bibir tipis Taehyung mencari sasaran untuk menggigit gemas leher jenjang Jungkookーsesaat genitalnya telak menghantam sweet spot sang kekasih secara berulang hingga cairan hangat keduanya keluar secara bersamaan.
Penis si manis menegak, memuntahkan cairan hangatnya deras kearea dada keduanya hingga sedikit mengenai leher, Begitupun sang dominan yang keluar tak kalah banyakー menyembur hingga lubang berkedut itu menganga lebar dengan semennya yang mengalir kearah belahan Jungkook. Panas dan hangat melingkupi liang dan juga perut bawahnya yang terasa kentara.
Deru nafas saling beradu sesaat setelah Taehyung memutuskan melepaskan penyatuan pusakanya, mencium dahi sang submasif mesra sembari mengecupi kedua pipi gembil milik pemuda Jeon dengan sayang. Namun tanpa disangka, seperdetik kemudian hanya mereka yang masing-masing saling terisak penuh sesak.
Jungkook mengalungkan kedua lengan kecilnya erat, memeluk Kim-nya dengan derai airmata yang sangat menyakitkan. Taehyung di dalam pelukannya mencoba menenangkanーnamun air asin miliknya juga turun hingga menetes mengenai bahu si cantik yang tersedu di dalam rengkuhannya.
"Don' tーlet me go kak hikss! Don't!!!"
Jungkook memekik dengan nada lirih yang menyayat ulu hati sang lawan bicara, menyisakannya dengan airmata dan tatapan kosong seolah tak berarti.
"Koo...just stop it! I won' t leave youー"
"But you will, you will do that kak! Hikss-"
"Stay. Tinggal disini Jungkookーkumohon"
"I can' t hyungーhikss ayo akhiri semua..."
"No, Jungkook..."
Jungkook memagut bilah bibir Taehyung, melumatnya kasar. Tidak lagi dengan cinta dan kelembutanーhanya menyisakan pedih dan juga airmata. Bibir saling melumat dengan kedua relung didada yang sama sama menyesakkan. Memagut seolah tak inginー tak ingin jalan takdir mereka berubah ketika esok hari mulai berganti.
Biarlah malam yang jadi saksinya, biarlah dentingan jarum jam yang berbicara pada keduanya bahwa waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, dengan cahaya rembulan yang menjadi salah satu saksi bisu atas dua anak manusia yang tengah berusaha melepaskan. Berusaha untuk saling menyatuーdiwaktu waktu terakhir mereka.
Pagutan terlepas dengan perlahan, beriringan dengan benang transparan dari saliva keduanya. Entensitas tercantik mengusap pelan kelopak matanya yang basah, lalu mentap kearah hazel menenangkan dihadapannyaーseulas senyuman ia gariskan untuk pria Kim itu.
"J-jadi ayah yang baik ya hyung? Untuk Ryujin noona dan-"
"Shut up Kookー"
"...anak-anakmu kelak..."
Taehyung menarik ujung bibirnya lemah, tersenyum lirih dengan dentuman didadanya yang amat menyakitkan. Airmata jatuh dengan cepat menuju pipi tirusnya, Jungkook memeluk dirinya erat sekaliーseperti mengatakan secara tidak langsung ia tau posisi, ia akan pergi sejauh mungkin sampai Taehyung sendiri tak sanggup lagi untuk menggapainya.
"So...this is the end of us baby? don' t you want to end this?"
"Hikss- let' s end this h-hyung..."
"Alright Koo, butー"
Manik doe yang berlinang airmata itupun mendongak, menatap yang lebih tua melakukan pergerakan lalu beranjak berdiri dan melepas dekapan. Taehyung menarik nafas panjang penuh sesak, kembali ditatapnya Jungkook untuk yang terakhir kalinyaー
"Tapi akuーtidak bisa berjanji Kook, aku pasti kembali padamu."
Memakai kembali kemeja dan celana kainnya, berbalik tanpa ingin melihat lagi kebelakangー dengan isak tangis yang kuat dari sang kekasih dibelakang sana yang meneriaki namanya, meraung ingin Taehyung kembali.
×××
Jika benar takdir, aku pasti kembali Jeon Jungkook.
ーKim Taehyung, Daegu 1987.
VOUS LISEZ
YELLOW [vk]
Nouvelles"It' s always you." ー pairing ; [ the most powerful couple in South Korea] ♡ Top!🐯 Bott!🐰 Begin, October 2020 End ×
![YELLOW [vk]](https://img.wattpad.com/cover/244971393-64-k469633.jpg)