Shizuoka, 22 Desember 2027.
Aku terduduk di ruang makan rumahku, secangkir kopi instan telah tersedia ditemani dengan dua potong roti isi. Mataku tak lepas dari koran, terus membaca setiap baris yang ada.
Beruntungnya aku, karena hari ini adalah hari liburku. Sedangkan cuaca di luar sana sedang tidak bersahabat dengan temperatur dibawah 0°C. Kunyalakan penghangat ruangan hingga temperatur normal supaya seisi rumah tetap hangat.
Aku adalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang lahir dengan nama Ariel Sagara. Sekarang aku menetap di Jepang seorang diri, jauh dari sanak-saudaraku di Indonesia. Disini aku bekerja sebagai manajer SDM di salah satu perusahaan yang cukup besar di Jepang. Tak terasa sudah lebih dari 1 tahun sejak kepindahanku kemari.
Singkat cerita, seluruh koran itu sudah selesai kubaca. Tentunya selesai bersamaan dengan kegiatan sarapan pagiku. Aku pun meraih ponselku yang terletak tak jauh dari cangkir kopi. Mengabari orangtuaku yang berada di Indonesia.
Tak lama, muncul sebuah notifikasi surel entah darimana. Begitu kulihat, disana tertulis "Vanya" sebagai nama pengirim. Nama yang tidak asing bagiku. Ya, tentu saja, ia adalah mantan kekasihku di masa SMA dulu. Banyak sekali kenangan-kenangan yang telah kubuat bersamanya. Membuatku selalu mengingat namanya.
Aku sedikit bertanya-tanya, mengapa ia mengirimiku sebuah surel sedangkan ia punya hampir semua kontakku? Sudahlah, mungkin jawabannya akan terlihat jika aku membuka surel itu, pikirku. Akhirnya kubukalah surel itu tanpa basa-basi lagi, namun sayang perlu membutuhkan waktu sedikit lama untuk membuka surel itu. Mungkin ponselku atau jaringan internetku sedang bermasalah, pikirku.
Sembari menunggu surel itu terbuka, pikiranku melayang ke awal dari kisah pertemuan kami di suatu organisasi sekitar delapan tahun lalu.
YOU ARE READING
Our Promise
RomanceSuhu dingin musim ini menusuk-nusuk tubuhnya. Siapa sangka tahun ini akan sedingin ini? Kehangatan sangat dibutuhkan saat ini. Omong-omong soal kehangatan, mengingatkannya akan kenangan masa lalu. Terputar kembali dalam kepala seperti kaset rusak...
