Here I come

7 2 0
                                        

Gue Nando kim. Tahun ini usia gue menginjak 23. di dunia yang besar ini gue cuma bagian kecil yang melengkapi. Nggak. Bahkan ada ataupun tidak ada gue bumi bakal tetap berputar pada porosnya.

Gue hanya partikel kecil yang ada di bumi. Dengan pengetahuan gue mengenai bumi melalui globe atau atlas beserta infonya. Gue pikir gue tau sesuatu hal tentang itu. Gue salah. Gue bahkan gatau apa - apa tentang bumi dan isinya.

ga cuma ttg dunia yang segede itu. Bahkan gue pun takjub atas perkembangan otak gue. Satu elemen Terpenting penting dalam hidup gue. gue pikir hidup hanyalah panggung peran yang dimana dengan lu berperan sesuai peran lu semuanya akan baik - baik saja. Tapi tidak. Semuanya sekompleks itu memang.

Mari flashback ke jaman dimana pikiran gue masih sederhana seperti tunas yang tak memiliki cabang. Dulu sering bener gue sama temen - temen gue berantem. Entah karena rebutan kelereng atau cuma gara-gara kesel kalah main layangan. Gampang bener disitu buat memutuskan siapa yang benar dan salah. Sudah pasti mereka yang salah. Gue pihak yang benar dan mau dimengerti. Ga ada pertimbangan melihat suatu masalah dari banyak sisi. That's simple but annoying. Gue paham sekarang kenapa orang tua gue ga pernah gubris aduan gue dan cuma bilang 'gapapa. Sana baikan. Minta maaf'. Karena memang bisa jadi gue yang salah. Ada pula senjata mama gue yang selalu bilang 'gapapa berantem. Namanya juga anak kecil'. gatau aja gue sekesel apa dulu tiap berantem. Tapi anehnya ga pernah lama dan tiba - tiba baikan begitu aja. Kesal sesaat. Ga pernah tuh kepikiran 'keknya dia benci banget sama gue' atau 'Jangan - jangan emang gue ga layak jadi temennya dia jadi dia jahatin gue'. No, ga sekompleks itu pikiran gue.

Ibaratkan otak adalah satu pohon yang tumbuh. saat gue memasuki remaja. Pohon itu tumbuh beberapa cm dan mulai memiliki cabang yang segar. Mulai lah gue banyak bertanya dan bisa menyikapi suatu masalah dengan cabang cabang rapuh gue yang baru tumbuh. Terkadang gue cuma bisa menyahut tanpa berpikir panjang. Seseorang pernah berkata ke gue 'saat lu dewasa nanti. Lu bakal bisa bedain salah dan bener. Hitam dan putih'. Gue ga ngerti maksud itu apa. Gue ga sabar buat jadi orang dewasa yang diceritakan. Keknya seneng aja gitu denger bagaimana orang dewasa menjalani hidupnya dengan kekuasaan yang bisa membuatnya otoriter terhadap suatu hal atau dengan kebebasannya yang berhak menentukan apapun.

Tapi semuanya hanya ....

#Tobecontinued

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 20, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DID I KNOW SOMETHING? Where stories live. Discover now