[ o n e s h o o t & c o m p l e t e ]
Mahasiswa baru ikut aksi tolak OMNIBUSLAW, bagaimana bisa?
Dia Andara, anak bungsu dari dua bersaudara yang hidupnya didedikasikan untuk keadilan. Bukan karena ikut-ikutan, Andara bertekad menyuarakan aspirasiny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ndar, lu ikut demo kagak?"
Pertanyaan yang benar-benar ditunggu gadis tomboy beralis tebal itu akhirnya tiba.
Melihat kakak tingkat melakukan ORMAS di depan gedung DPR dan saling bersitegang urat leher, membuatnya tertantang.
Siapa yang tak kenal Andara, bocah kampus semester pertama yang sok sok-an ingin ikut demo. Padahal, temu teman seangkatan saja masih lewat zoom meeting.
Belum lagi tugas pengenalan dan postingan twibbon di social media, anak seumur jagung yang lulus sekolah jalur Covid mana sanggup ikut demo beginian.
Dengan tegas Andara mengangkat dagunya tinggi,
"Yoi ma bro" katanya tanpa basa-basi sambil bersiap mendudukan pantatnya dilantai, memasang satu set kaos kaki dan sneakers andalannya.
Ibunya yang mendengar di belakang berjalan cepat, mengarahkan tangan kanannya yang siap menjewer telinga gadis cantik itu,
"Apanya yang yoi-yoi. Cucian ga di cuci, setrikaan numpuk. Kagak usah ikut-ikutan demo! diem aja lu dirumah!" kata ibu Andara dengan lantang mengalahkan adzan masjid depan komplek.
Bukannya tidak mengizinkan putrinya membela rakyat kecil, cuman feeling ibu-ibu itu memang tidak bisa diremehin.
Walaupun Ibu Andara yang notabenenya super galak, tapi didalam hati beliau juga tetap berjiwa ibu-ibu yang gamau anaknya kenapa-kenapa. Apalagi ini yang diajakin demo si bungsu, cewe pula. Beuh, gimana itu perasaan khawatirnya.
Andara menatap ibunya, memberikan tatapan ter-memelas yang pernah ada. Agar ibunya mengizinkan dia ikut demo.
Sedangkan kakak laki-lakinya sudah siap dengan sepatu bertali double, rambut klimis biar viral di tik tok, sama waistbag hitam andalannya. Siap meluncur ke TKP.
"Ibu haji Maimunah yang paling cantik yang Andara sayangi. Gini, itu anak yang satunya kok oke-oke aja, diizinin. Giliran saya enggak dibolehin, gimana ceritanya ini, wahai ibu haji yang Andara sayangi?" kata Andara sambil bercanda meminta penjelasan dari ibunya kenapa dia tidak diizinkan turun aksi.
Sedangkan ibunya masih standby dengan mata melotot, membuat Andara sedikit ciut ingin memperpanjang urusan per-izinan ini.
"Kalau ibu khawatir sama Andara, Andara janji ga bakalan kenapa-kenapa. Ga bakalan ada kerusuhan. Semuanya demo dengan damai kok bu, mahasiswa demonya baik-baik, iyakan bang?" lanjut Andara lagi sambil menyenggol abangnya yang asik merapikan rambut klimis di spion mobil, berharap kakak laki-lakinya itu bisa diajak berkompromi.