Dalam kesunyian..
Tiada suara, benda, orang ataupun mahluk lain selain diriku.
Aku mengangkat kaki, langkah demi langkah kujalani tanpa tujuan yang jelas, hanya gema langkah dalam gelap yang dapat kulihat.
Entah sudah berapa lama kuberjalan, aku tak dapat mengingat seberapa jauh langkah kaki yang kulalui.
Dalam hati aku hanya harus terus berjalan, terus dan selamanya.
Gema langkahku bagai tetesan air yang menyentuh kolam.
Terasa tak berarti karena langka yang kutak tau untuk apa aku berjalan.
Tapi aku terus berjalan.
Dalam gelap.
Tanpa siapapun.
Hanya seorang diri.
Aku tidak mengetahui kenapa aku ada disini, atau apapun yang tentang diriku, aku tidak memikirkan hal tersebut, dan aku terus melangkah, lurus kedepan.
Aku tidak merasa lelah ataupun merasa bosan, lebih tepatnya aku tidak merasakan apapun selain kakiku yang terus berjalan tanpa tujuan.
Hingga suatu saat aku melihat sesuatu yang bersinar berada diujung langkahku, aku berjalan menuju cahaya itu.
Aku merasa, jika aku sampai pada cahaya itu, aku dapat keluar dari dunia gelap ini.
Aku merasa aku harus kesana, dan langkah yang terasa lambat ini, mulai bergerak semakin cepat, dan semakin cepat, seperti sedang berlari.
Langkahku menuju cahaya yang berada di dihadapanku, sedikit lagi, aku akan sampai dan akan keluar dari tempat ini.
Sedikit lagi...
Hingga akhirnya aku menjulurkan tanganku kedepan untuk meraih cahaya itu, dan seketika itu juga duniaku menjadi bersinar.
Aku mengejapkan mata karena cahaya yang tiba-tiba bersinar didepanku dan menyinari sekeliling.
Perlahan aku mulai membuka mata, dan melihat sekitarku, untuk pertama kalinya aku melihat dunia tempatku berjalan.
Kosong...
Hampa...
Hanya ada pasir sejauh mata memandang, tapi entah kenapa aku merasa senang melihat pasir yang berwarna coklat disekitar.
Layaknya padang gurun tempat yang tiada kekosongan selain harapan menemukan oasis yang terletak entah dimana.
Sungguh indah...
Bagiku yang hidup di dunia yang sungguh gelap sejauh ingatanku berjalan, ini merupakan sesuatu yang berbeda dari dunia gelap yang telah kuhuni selama ini.
Lalu aku mulai membalikkan badan lagi melihat sekeliling, dan aku mulai terkaget dengan sambil melebarkan mata dan membuka mulut.
Didepanku terdapat sesosok mahluk yang tiba-tiba muncul tanpa kusadari kedatangannya, mahluk ini memiliki tinggi yang mencapai puluhan meter, memiliki kepala elang dengan mata tajam lalu badan besar seperti singa dilehernya, sayap seperti kelelawar dipunggung dan cakar seperti harimau dan berbuntut ular.
Dan yang lebih aneh dari mahluk ini, dia berdiri dengan kedua kakinya dan memegang tongkat dengan cakarnya.
Mahluk itu melihat kearahku dengan tatapan tajam dan paruh yang sedikit tertutup, di sekitar paruh itu aku melihat ada cairan merah sedikit mengalir dan menetes.
'apa dia habis makan dan belum sempat membersihkan mulutnya?' dalam benakku berkata.
{Wahai Anak Dari Adam} mahluk itu berkata dengan paruhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jalan Menuju Dewa
PertualanganKematian adalah akhir segalanya? petualangan menuju jalan keabadian seseorang untuk menemukan akhir dalam hidup, demi menemukan jalan menuju hidup yang abadi, berawal dari kematian dan menemukan kebenaran semesta, hingga mendapatkan kekuasaan tertin...
