Lena selesai mencuci semua seragam sekolahnya,mulai dari seragam biasa,batik dan baju olahraganya. Setelah Lena selesai,ia langsung mengambil handphone dan menyalakan laptopnya,ada drama terbaru saat ini,Lena tak boleh melewatkannya.
"Lena?!" Panggil Ibu,Lena yang tengah menunggu laptop menyala lantas menghampirinya.
"Apa Bu?" Sahut Lena,Ibunya tengah mempersiapkan makan malam untuk mereka.
"Adikmu,belum pulang,coba jemput." Pinta Ibu,Lena mengangguk dan menaruh handphonenya di atas meja.
"Dia di rumah Hana." Lanjut Ibu,Lena hampir berangkat dan akan kesusahan mencari Nuri adiknya,untung Ibu memberi tahunya terlebih dahulu.
Lena mulai berjalan menuju rumah Hana,ia berjalan dengan santainya menikmati angin sore yang begitu sejuk hingga Lena menyadari sesuatu,sikap tenangnya berubah menjadi takut ketika Lena melewati sebuah rumah besar tua tak berpenghuni.
Banyak yang mengatakan bahwa banyak sekali makhluk halus di sana,karena rumah itu berusia cukup lama dan tak ditinggali tentu saja makhluk halus ingin tinggal didalamnya,kata Ibu Lena,rumah itu lebih tua dari Lena.
Lena mempercepat langkah begitu dia melewatinya,tak ada rumah lain di jalan tempat rumah itu berada,hanya ada rumah itu dan pepohonan besar berdaun rindang.
"Permisi!" Seru Lena saat sampai dirumah Hana teman Nuri,Lena memanggil penghuni rumah beberapa kali namun tak ada jawaban,Lena meraba saku celananya dan hendak menelpon Ibu namun ia baru ingat bahwa handphonennya ditinggal dirumah.
Lena tengah celingukan didepan rumah Hana lalu tetangga Hana keluar dari rumah.
"Nyari siapa Lena?" Tanya seorang tetangga yang kebetulan mengenal Lena.
"Nyari Nuri Bu,Ibu liat dia gak ya?"
"Tadi Ibu liat tapi sekarang enggak." Jelas Ibu Komala,Lena menatap jam ditangannya,ini sudah pukul 17.07 dan Lena tak tahu Nuri dimana,apa mungkin sudah diantarkan Ibu Hana?.
Lena kembali pulang,ia kembali mempercepat langkah saat melewati rumah itu.
"Bu,Nuri gak ada." Sahut Lena saat membuka pintu,ternyata adiknya sudah duduk dimeja makan,Lena lega.
"Nuri,kamu itu kalo main harus tau waktu dong,kakak kan khawatir." Ujar Lena pada Nuri dengan nada cukup tinggi,Nuri tidak menjawab dan hanya menatap kakaknya,Lena sama sekali tidak menghiraukan mimik wajah Nuri,Nuri memang selalu seperti itu setiap kali kena marah.
Malam tiba,semua orang dirumah tidur,termasuk Lena.
Lena berkeringat saat tidur ia bermimpi rumah kosong itu,Lena berlari kencang dalam mimpinya lalu ia melihat Nuri tengah menangis,Lena menghampiri Nuri.
"Nuri,kamu lagi ngapain disini?" Tanya Lena,Nuri tetap menunduk dan menangis,tak ada jawaban darinya lalu teriakan terdengar,bukan dari dalam mimpi melaikan Nuri berteriak kencang sekali saat Lena tengah tertidur,Lena lantas membuka matanya dan beranjak dari ranjang.
"Lena,sini nak." Panggil Ayah,Ayah meminta Lena berdiri dibelakangnya.
"Kenapa Yah?" Tanya Lena yang kebingungan dengan apa yang terjadi,ada seorang ustad dirumah dan Ibu tengah memeluk Nuri yang tengah menangis kencang.
"Aku mau pulang..." Rintih Nuri,suara Nuri sangat berbeda saat itu,suaranya sedikit besar.
"Yah Nuri kenapa?" Tanya Lena lagi.
Lena semakin ketakutan saat ustad membaca doa dan tubuh Nuri tiba-tiba menggigil,Ayah ikut memegangi Nuri,Nuri terus berontak.
"Panas...Panas..." Rintih Nuri lagi,Lena sangat ketakutan,ia baru pertama kali melihat orang kerasukan.
"Pulang ya,kamu bukan disini tempatnya." Ujar ustad pada Nuri,mungkin pada sosok yang ada didalam tubuh Nuri.
Nuri mengangguk pelan,lalu memeluk Ayah,mungkin Nuri sudah sadar?
"Aku mau dianterin." Ujar Nuri sambil memeluk erat Ayah,ternyata itu bukan Nuri melainkan masih sosok yang masuk kedalam tubuh Nuri,suaranya begitu berat dan serak,membuat ngeri ketika mendengarnya.
"Gimana ini pak ustad?" Tanya Ayah yang juga sepertinya ketakutan mendengar Nuri terus menangis dan sesekali tertawa sangat nyaring.
"Anterin aja pak,biar pulang lagi kerumah gede itu." Jelas ustad,Lena akhirnya mengerti,mungkin sosok ini mengikuti Nuri yang berjalan sendirian disore hari melewati rumah kosong itu.
Semua orang mengikuti Ayah yang menggendong Nuri dan sosok didalam tubuh Nuri sembari didoakan oleh pak ustad.
"Udah ya disini?" Tanya Ayah dengan nada lemah lembut,Nuri akhirnya mengangguk.
Pak ustad kembali berdoa dan akhirnya Nuri kembali dan ingin tetap digendong Ayah karena ketakutan berada ditempat yang gelap.
Dirumah,Pak ustad menjelaskan bahwa anak kecil masih suci dan rentan diikuti atau melihat hal seperti itu,ia juga mengatakan bahwa anak kecil sebaiknya jangan bermain sendiri diwaktu-waktu setelah ashar.
Btw ini aku nulis berdasarkan pengalaman horor yang beneran terjadi sama anak kecil di desa aku,jadi si hantu itu ngikutin dia dari WC umum,si anak itu kerasukan dan ga mau keluar sampe bapak anak itu nganterin lagi anaknya ke WC itu.
Jangan lupa vote ya makasi💜
