Ketika dengan yang muda, aku selalu disalahkan dengan alasan bahwa aku tidak dewasa.
Ketika dengan yang tua, aku juga selalu disalahkan, dengan dalih "aku kuliah, bahwa tidak ada yang kudapat dikuliah selain cuma belajar"
Apakah aku dilarang marah? Dilarang mengeluarkan emosi hati?
Apakah harus aku selalu menahan semua di relung? .
Kata orang, si bungsu selalu dimanja, dinomorsatukan.
Ah, tidak.
Aku si bungsu
Tapi tidak mendapatkan itu semua.
Aku si bungsu, selalu menahan keinginanku demi memenuhi keinginan mereka yang diisebut orang tua.
Aku si bungsu, yang merasakan bahwa menjadi bungsu tidaklah semenyenangkan yang dikatakan orang orang.
Atau bukan salah "bungsu"
Namun salahku yang menjadi "Aku"
Ah, jika boleh, maukah kamu menggantikan peranku sebentar saja?
Tolong
