Sebelum membaca cerita ini bila ada tanda baca yang salah harap dimaklumi 😊
"Laki-laki berkaos hitam,bertopi putih berjalan masuk sebuah mall,dengan senyum manis,dan lesung pipinya,masuklah ke mall, berjalan menuju tempat makan,duduklah laki-laki berkaos hitam bangku sebrangku sambil melihat menu makanan.
Aku melihat laki-laki berkaos hitam, tiba-tiba dia juga melihat kearah ku,dengan senyum manis,aku pun mulai pura-pura tidak melihatnya,sambil aku mainkan ponsel aku.ternyata laki-laki berkaos hitam itu masih melihat ke arahku ,aku balas dengan senyuman juga.
Makananku datang,aku mulai makan ternyata laki-laki berkaos hitam itu tiba-tiba menghampiri aku,dan berkata, "bolehkah aku duduk disini",akupun tersipu malu-malu,dan aku menjawabnya "sikalan kak", dengan senang hati,rasanya seperti ingin terbang.
Laki-laki berkaos hitam itu tiba-tiba,mengulurkan tangannya dan berkenalan,"hai,namaku yuza",aku pun menjawab,"aku....ulan", dengan senyum malu-malu,kita makan sambil ngobrol santai, ternyata laki-laki berkaos hitam itu,bekarja tidak jauh dari mall yang sedang aku kunjungi,kita bertukar nomor telepon,
Makan selesai,Yuza pamit ke kamar mandi,namun aku tunggu 20 menit dia gak datang lagi,aku juga memutuskan untuk pulang, tiba-tiba ponselku berdering ada telpon masuk dari nomer baru, ternyata itu "yuza", dan aku mengangkatnya,"halo,ulan aku tunggu kamu dilobi ya,didepan,",akupun buru-buru kelobi, ternyata aku cari-cari,"Yuza" gak ada,dan ternyata dia ada didalam mobil,"kamu aku antar pulang ajah ya,sekalian searah sama jalan pulang aku",kata Yuza.
Rasanya hariku yang sepi kemana-mana sendri, bertemu dengan seorang laki-laki berkaos hitam itu,aku senang banget, berbincang lah didalam mobil itu,"oh ya lan,kalau ada waktu kita jalan ya",aku pun makin senyum-senyum malu jawabnya,"iya ka,boleh".
Sampailah aku didepan gerbang kosan aku,dan tiba-tiba,"Yuza, memberikan aku satu kotak donat,dan sesampainya dikamar aku tersenyum bahagia,aku bersih-bersih dan rebahan,tak terasa sudah malam, tiba-tiba ponselku ada telepon dari, "yuza", rasanya berawal dari senyuman jadi kenal.
..
Beberapa hari kita ketemu lagi, jalan-jalan ke sebuah tempat nongkrong didaerah blok m, sepanjang jalan "Yuza", selalu menggandeng tanganku,aku merasa hidupku dan semangatku kembali lagi, duduklah kita berdua,sambil ngobrol santai, ternyata "Yuza", orangnya asik,dan baik,aku ceritakan kehidupan aku yang terlalu pahit.
Kuceritakan,bahwa aku seorang istri yang tidak pernah dianggap ada,aku pikir dia akan marah,karena dari awal tidak jujur namun, "Yuza, malahan memberikan semangat, dari sinilah aku merasakan semangat ku ada.
Beberapa bulan berjalan tiba-tiba,"Yuza" mengajakku ke Bandung pagi-pagi jam 4, perjalanan terasa begitu indah,dia menyatakan bahwa bolehkah hubungan ini bukan hanya sekedar teman,katanya,aku menjawab dengan malu-malu mau,kita mencoba kuliner dan jalan-jalan mengelilingi kota Bandung,malam pun kita memutuskan untuk kembali ke Jakarta,namun rasanya cape dan kita memutuskan untuk menginap di Bandung,disalah satu rumah sahabat nya "yuza".
Pagi-pagi jam 8 kita memutuskan untuk pulang ke Jakarta, dalam perjalanan,rasanya bahagia banget,dari ngobrolin kekonyolan kita masing-masing, sampai aku tiba-tiba tidur, ternyata "yuza", orang nya asik,baik,dan gak Sombong,tak pernah melihat kekurangan orang.
Berbulan-bulan kita jalani hubungan sahabat rasa pacar, sampai tiba dimana aku berdebad besar dengan suamiku,sampai main Tangan,tibalah aku mencari ponselku sambil mencari bantuan , ternyata telepon yang aku buru-buru telefon ternyata nomernya "Yuza", tiba-tiba dia datanglah dia menolongku dan menungguku dengan buru-buru,akupun memutuskan meninggalkan suamiku,dan pergilah aku dengan "Yuza".
Tinggallah aku bersama "Yuza",tak terasa hari demi hari,aku jalani dengan laki-laki yang dipertemukan tanpa sengaja,dan suatu hari datanglah mamah&papahnya dari kampung halamannya,dengan beraninya dia mengenalkan aku ke kedua orang tua nya,
"Ma,pah, ini ulan,pacar aku,dia tinggal disini,dia yang sering bikinin makanan buat uza", dengan malu dan takut aku berkenalan dengan orang tuanya.
"Makasih ya ulan udah bantuin anaku," kata mamahnya,akupun menjawab malu-malu, "iya Tante",kataku yang dalam hati takut dimarahi ternyata tidak pernah sama sekali, seminggu orang tua"yuza" di Jakarta,banyak sekali cerita lucu ketika "Yuza" kecil dan dulu selalu susah disuruh untuk kuliah,namun pada akhirnya dia lulus S1 dan jadi anak mandiri,kata mamahnya.
Rasanya aku menemukan kebahagiaan aku disini,aku sering menceritakan "Yuza",ke kedua orang tua ku juga,suatu hari berjalannya waktu lebaran idul Fitri, tiba-tiba yang aku pikir "Yuza",mau pulang ke kampung nya ternyata tidak,dia ikut pulang ke kampung aku,namun tinggalan dia menyewa hotel dekat rumahku,yang aku pikirkan lebaran tanpa suami,ternyata lebaran terspesial bagiku dengan laki-laki berkaos hitam yang diperlukan dengan senyuman itu,adalah manusia iklhas yang menemaniku,sabar dan saling berbagi.
Lebaran pun sudah berlalu,kita balik ke Jakarta, ternyata di sana ada orang tua nya,dan sudah disiapkan masakan khas Padang oleh mamahnya,rasanya bahagia banget,dan kita pun jalan-jalan ke kampungnya papahnya "Yuza",tak terasa tiba-tiba "Yuza",dan orang tuanya membicarakan tentang pernikahan kita, rasanya seperti mimpi,namun aku menjawab "aku masih istri orang", dan tibalah berbulan-bulan antara aku dan yuza,mencari jalan keluar,
Malam pun kita memutuskan untuk bertemu dengan suamiku,disaat "Yuza",membelaku mati-matian agar dicerai kan saja, namun suamiku hanya iya-iya tanpa menjalankan,pulanglah kita masing-masing dengan kondisi emosi, almarhum membentaku sesampainya diruang tamu,akupun memutuskan untuk kekamar,dan kita saling diam, keesokan harinya tanpa aku sadari orang yang semalam membentakku, membuatkan sarapan,dan langsung memelukku dan merasa bersalah dan minta maaf.
Hari-hari kita lewati,dari yang rebutan kamar mandi,namun yang aku suka dari "Yuza", adalah ketika suatu hari memperkenalkan aku kesahabat-sahabatnya, bahwa aku calon istrinya,rasanya bahagia.
Dan pada suatu hari kita dipertemukan dengan suamiku tanpa sengaja,dan suamiku berkata, "kamu mau pilih dia atau aku",dan "Yuza" melindungi ku dengan santai menjawab, "dia istrimu,tapi saya yang menafkahi dia lahir batin,dia hanya istri diatas kertas,bukankah begitu"kata yuza.
Tibalah aku diberikan pilihan antara balik atau memilih Yuza,akupun memutuskan untuk pulang ke kosan aku disaat suamiku tidak ada,dan beberapa hari saling diam antara aku dan Yuza, tiba-tiba ponselku bunyi ternyata ada telepon dari adiknya "Yuza", "ka,ka yuza kecelakaan pas mau pulang kebogor", hatiku rasanya hancur,dan bingung,aku memutuskan untuk kembali ke apartemen "yuza".
Aku bingung dan menunggu telepon lagi, ternyata salah satu sahabat nya datang ke apartemen,dengan mencoba menenangkan aku, yang aku pikir Yuza, baik-baik saja ternyata,dia sudah meninggalkan aku untuk selama-lamanya,rasanya hancur tak bisa dijelaskan 😭😭😭, sahabatnya mencoba menenangkan aku,dan mengajakku kebogor, dengan kondisi aku mata merah,jam 2 malam sampailah aku dirumah papahnya,rasanya hancur tak bisa dijelaskan.
Kulihat wajahnya masih penuh darah akupun tak bisa menahan air mataku, disekelilingnya begitu banyak orang"Yuza,bangun siapa nanti yang menemaniku,bangun",aku masih saja gak menyangka bahwa dia telah pergi untuk selamanya .
Hari-hari kulewati sendri dan tak pernah bisa melupakan kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan,dan semakin hari berusaha untuk tetep kuat.
Kesalahan terbesar yang pernah ada dikehidupanku 😊
By.ulhieacieh
