*Pejuang Wisuda Quran*
"Allahuakbar Allaahuuakbar" Adzan subuh berkumandang. Aku memaksakan diri untuk bangun dari tidur ku. Hari ini aku harus bergegas, karena hari ini adalah hari Senin,jadwal menyetorkan hafalan Alquran.
Aku langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, lalu bersegera untuk Shalat subuh. Setelah Shalat subuh aku mempersiapkan hafalan ku untuk ku setorkan di sekolah.
Sesampainya di sekolah, sambil menunggu bel masuk berbunyi aku mengobrol bersama teman-teman ku.
"Eh, kalian merasa kesulitan gak sih dalam menghafal Al Qur'an?" Tanya Erika salah satu teman ku.
"Pastinya lah" Jawab Afni.
"Aku sih gak mau ikut Wisuda Qur'an jadi biasa aja" Komentar Wita.
"Ngerasa susah banget pastinya apalagi kita harus hafalin pelajaran juga" ujar ku.
"Yang mau Wisuda Qur'an semangat yaa"
Ujar Veni memberi kan semangat pada kami. Obrolan kami terhenti karena mendengar bel masuk berbunyi.Kami segera menuju tempat kelompok murajaah masing-masing.
Saat jam murajaah aku menyetorkan hafalan ku, cukup lancar meskipun tidak selancar pada saat aku mengulang nya sendiri. Ini sangat biasa terjadi.Ketika aku mengulang hafalan sendiri pasti lancar, tetapi ketika di setorkan kadang kelancaran nya berkurang.
Hari- hari berlalu seperti biasa. Aku terus berusaha menghafal meskipun banyak sekali tantangan yang ku lewati. Dan minggu depan akan ada 3 ulangan dan banyak sekali tugas yang harus ku kerjakan. Aku bingung di satu sisi aku harus fokus pada hafalan ku sedang kan disisi yang lain aku juga harus fokus pada pelajaran.
Hari ini aku harus mengulang hafalan ku karena kurang lancar. Aku pusing dan capek sebenarnya. Akhirnya aku memutuskan untuk mengutarakan sesuatu hal pada bundaku.
Aku pergi ke kamar bunda.
"Assalamu'alaikum bund ini Haliza" Kataku sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam silahkan masuk nak" jawab bunda mengizinkanku masuk. Setelah aku masuk dan duduk aku memulai pembicaraan.
"Bund aku gak jadi ikut Wisuda Qur'an yaa" Adu ku pada bunda.
Bersambung...
⚠️Perhatian⚠
Dilarang meniru cerita ini, jika meniru tanggung dosa nya sendiri!
Meniru dan terinspirasi adalah dua hal yang sangat berbeda
By:Fatihah Fathiya
