kelainan ku membuat diriku malu

17 0 0
                                        

Namaku Vina, namun aku sering menyebut diriku sendiri dengan sebutan belang, ooh.. iya umurku sekarang 22 tahun di bulan Desember ini, aku sekarang kuliah di fakultas negri di kota ku,

Oohh.. iya pasti kalian bertanya kok disebut dengan belang?..what..why..

karena salah satu di bagian wajahku belang, yang kalian tau yang tentang belang lebih tepatnya pasti hitam dan putih .. it's me.. itulah yang terjadi di wajah ku yang dulu membuat aku minder sampai harus berusaha menyembunyikan wajahku dari apapun itu dari kaca ataupun kamera jika temanku meminta foto bersama..

Kenapa kok bisa belang ?

Hehe biar aku jawab : aku adalah anak perempuan yang didiagnosis memiliki kelainan didalam kulitku, aku mengetahuinya setelah aku mendapatkan dokter yang tepat.

Dulu dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang pas-passan hanya berobat lewat dari klinik kerja dari ayah saja, ditambah jika ada suatu organisasi ataupun program dari pemerintah tentang berobat gratis pasti ibuku menyarankan aku..tetapi hasilnya tetap saja tidak ada..

Setelah bulan dan tahun berlalu masih saja belum menemukan apa yang terjadi dengan kulit ku.... Aku selalu berdoa agar Tuhan menyembuhkan atau setidaknya Tuhan memberiku petunjuk..
Mungkin Tuhan sudah lelah karena aku terus saja mengeluh akan penyakit ku ini, sehingga Tuhan tidak memberiku petunjuk tetapi Dia memberikan berkat dengan ayah saya bekerja yah dengan gaji yang lebih sedikit saja dari sebelumnya,
Sehingga di waktu aku kelas 1 SMP , Tuhan memberiku petunjuk diwaktu aku berobat klinik dan mendapat rujukan ada satu dokter yang menyarankan ke kliniknya karena tidak ada rumah sakit yang menyediakan ini, singkatnya aku dan keluarga pergi berobat..

Kalian tahu apa yang terjadi ?..

mungkin rasa senang bisa tahu tetapi sedih juga karena tahu .. gak tau harus gimana..
Jawaban dokternya : kulit kamu sensitif dan ini adalah tanda dari vitiligo ..

Aku pun bertanya-tanya dalam pikiranku apa itu vitiligo.🧐🤔,

Dan booomm😧....seketika aku terdiam mendengar penjelasan dari dokter...sebenarnya aku mencoba teelihat santai didepan orangtua ku..
Setelah penjelasan dari dokternya bla...bla...bla..bla..bla..

Singkatnya yang aku ingat adalah kulit ku itu kehilangan warna kulit sehingga menyebabkan beberapa daerah menjadi warna putih bahkan lebih terang dari warna kulit didaerah yang lain,  penyebabnya karena sel-sel penghasil pigmen mati atau tidak bekerja dengan baik.

Aku pun berpikir.. oohh oke vitiligo pasti bisa sembuh.. aku pun bertanya kepada dokter : dokter apakah bisa dihilangkan😯,
Dokter menjawab : kalau untuk penyakit vitiligo gak bisa sembuh tetapi bisa untuk dipudarkan..
Mendengar jawaban dokter aku terdiam dan kebanyakan dokter berbicara kepada mama saya..

Setelah pulang aku memakan obat minum dan obat oles yang diberikan dokter, aku selalu Konsul ke dokter setiap 3 bulan sampai 5 bulan jika obatnya sudah habis,  sampai sekarang umur ku 22 tahun , obat yang diberikan dokter pun berbagai  macam salep, dan harganya pun berbagai mulai dari Rp 5.00.000 sampai Rp 1.000.000 mungkin itu masih biasa dianggap orang tetapi bagi keluarga kami itu cukup besar...

Sebenarnya hatiku sakit.. Tuhan kenapa harus aku.. kenapa aku Tuhan.. tidak bisakah aku sembuh.. kenapa...kenapa ...dan kenapa...😭😭, Hanya kata-kata itu yang kuucapkan di kamar sambil meneteskan air mataku..

Tetapi aku belum puas dengan apa yang disampaikan dokter... Aku searching di Mbah Google dan jawabannya persis yang aku dengar dari dokter tersebut... Tetapi aku masih bersyukur bahwa banyak diluar sana yang menderita dari aku bahkan mereka hampir semua badannya terkena vitiligo...
Nah aku hanya di bagian sudut bibir..dagu, dahi dan dibawah telinga..hanya berupa bercak putih saja..

Tuhan masih sayang banget sama ku, dia tidak memberiku gambar di kulit ku yang besar tetapi hanya memberiku corak warna susu yang manis🤗 di sudut bibir ku dan beberapa diarea wajahku yang frekuensinya sedikit ... But.. dibalik ini semua aku masih bersyukur atas apa yang Tuhan berikan..

Tapi cerita ku tidak sampai sini saja,. Bagaimana aku bisa membangkitkan kepercayaan diriku diwaktu aku sekolah...
Banyak perjuangan ku mendapatkan kepercayaan diriku kembali...
Bagaimana aku menganggap masa bodoh tentang teman-temanku dan orang disekitarku  yang melihat aku aneh.. terkadang mereka tidak bertanya kenapa..mungkin karena mereka menjaga perasaan ku.. tetapi tetap saja  aku merasakan bagaimana cara mata mereka melihat corak putih yang manis seperti susu di sudut bibir dan di area wajahku..😔

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Sep 26, 2020 ⏰

Ajoute l'histoire à ta Bibliothèque et tu seras prévenu des nouveaux chapitres !

berbagi cerita Pengalaman HidupDes histoires addictives. Découvrez maintenant