Ini kisahku
Hanya kisah seorang gadis manja. Gadis yang bahkan tidak pandai memebersihkan tempat tidurnya sendiri. Gadis yang bahkan tak pandai didalm akademik.
Entah kalian percaya atau tidak. Akan kuceritakan tentang sebuah keanehan dikala aku mulai beranjak dewasa dan harus memulai kehidupan mandiri.
Ayah dan ibuku bukanlah orang kaya yang bisa membeli ini itu. Namun, setidaknya orang tuaku mampu membayar seorang ART. Yah itulah alasanku tidak mampu melakukan pekerjaan rumah. Eits, tapi jangan salah aku berbakat dan memasak. Yak hiraukan.
Yah kisahku dimulai aku masuk kejenjang SMA. Waktu masih gadis kecil, aku adalah seorang penakut yang bahkan ketoilet aja harus ditemani oleh mama atau papa. Entah kenpa aku selalu merasakan ada sesuatu yang selalu melihatku, mengawasiku dan bahkan seperti ada yan selalu menjahili seperti memegang pundak. Mungkin karena aku masih kecil yakan ?
Kata mamaku, waktu aku masih bayi, ahhh masa belum memiliki dosa. Tiap malam ak selalu menangis dikamar belakang. Yah dulu kedua orang tuaku tinggal disebuah asrama yang satu rumahnya hanya berisi ruang tamu, dapur, toilet dan dua kamr tidur. Mungkin saat itu orang tuaku ingin aku bisa belajar dari sekecil itu untuk tidur dikamar yang terpisah. Tapi akhirnya tiap malam selalu saja menangis. Awalnya orang tuaku mengira itu adalah hal yang biasa bagi seorang anak bayi. Tapi lambat laun kejadia itu terulang kebali.
Disitu orang tuaku pun merasakan kejanggalan. Akhinya ayahku memutuskan untuk memanngil sahabatnya. Sahabatnya ini memiliki kemampuan lebih. Hah dan yah kejanggalan itupun ada. Ayahku melakukan ritual sebar garam didalam rumah. Entah apa yang dipirkan kedua orang tuaku saat itu. Namun yang pasti ayahku melakukannya. Dengan kaki yang terseok-seok bahkan seperti dipegang seseorang hingga membuatnya sulit melangkah, ia tetap menabur garam yang sudah didoakan oleh sahabatnya. Mulai saat itu aku kecil tidak menangis lagi tiap malam. Kalian mau tau itu apa ? yaps tante hantu putih yang mukannya penuh dengan belatung dan juga berbau busuk.
Itu hanya kisah kecil saat aku masih seorang gadis keccil. Apakah ada kisah lagi setelah itu ? yah seperti yang aku bilang. Puncak kejaaadiannya itu terjadi ketika aku sudah memasuki kejenjang SMA. Bahkan disaat menulis ini pun berat, aku merinding saat menceritakannya.
Anak manja yang bahkan gak bisa mencuci bajudipaksa untuk kost. Entah mengapa juga aku bisa memilih sekolah yang jauh darirumah dan memaksakan diri ini yang bahkan gak pernah jauh dari orang tua. Entahapa yang ada dipikiranku saat itu, ya udh aku mendafta lalu diterima. Saat itukos tersebut besar dan bahkan memiliki 3 rumah. Aku menempati rumah depandengan rumah ibu kos. Rumah yang sederha dengan tumbuhan tumbuhan yang tampakasri bahkan memiliki banyak kamar. Namun entah kenapa ayahku memilihkanku kamaryang ditengah. Dirumah itu ada 3 kamar yang persis diruang tv dan kamar lainnyaberada dibelakang dan garasi. Awalnya aku merasa takut. Karena hanya aku yangada disitu. Namun, akhirnya temanku datang ketika maghrib menjelang. Hahleganya akhirnya aku memiliki teman untuk menghilangkan rasa jenuhku danketakutank
