"awww gar, lo bisa pelanan dikit ngga sih ngobatinnya? sakit nih kaki gue" katanya sambil kesaksian. "lebay banget si lo baru segitu aja udah sakit. dasarnya cewek, emang lemah!" balas si cowok dengan nada mengejek. "apansi lo malah ngatain gue lemah, nih liatin nih gue udah bisa lari kaya tadi lagi. awas aja lo gue kejar sampe bengkel bu Tejo!!"
Mereka adalah Resya yang kesakitan lantaran kakinya tertusuk serpihan kaca, dan Regar yang senantiasa mengobatinya. Kebiasaan bermain ke taman sehabis pulang sekolah adalah rutinitas mereka.
Mereka berdua bersahabat dari kecil, dari bayi, dan dari lahir mungkin. persahabatan kecil mereka sangat kuat hingga sekarang berumur 10 tahun dan mungkin akan bertahan lebih lama lagi.
Resya dengan segala tingkah usilnya dan Regar yang selalu menjadi bahan candaan untuk Resya.
Sebenarnya, Resya adalah satu-satunya teman bahkan sahabat yang dimiliki Regar, karena kepribadian Regar yang terlalu tertutup membuat teman-temannya tidak ingin berteman dengannya.
Beda dengan Resya yang serba terbuka.
Oleh karena itu, berkat tuhan menghadirkan Resya dalam hidup Regar sangat membuat Regar bersyukur.
Brughh!
"AAaaaaa sakit banget kaki gueee! tolongin napa lo diem mulu dari tadi" seketika Resya terjatuh saat ia ingin berdiri mengejar Regar.
"bodoamatt gue! suruh siapa lo berdiri, sosoan mau ngejar gue lagi. eh tunggu tunggu, apalo tadi bilang? gue diem mulu? terus yang ngobatin luka lo tadi siapa hah?? upil gosong!" jawabnya sambil membantu Resya berdiri.
"Hehe yang tadi hilaf".
"Udah serah lo aja, buru balik. mau dituntun jalan aja apa gimana?"
"Digendong, bisa??" jawab Resya sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Regar hampir muntah.
"Jiji banget gue ngeliat lo kaya gitu, udah buru nai! Lain kali gausah kaya gitu apalagi ke cowok lain."
"Siap laksanakan!" sambil mengangkat 5 jari kanannya.
Sesuatu yang tidak terduga akhirnya terjadi, didalam perjalanan menuju ke rumah Resya hujan deras turun tanpa diundang yang membuat Regar kebingungan mencari tempat teduh.
"Res ujan kayaknya lama deh, makin kesini makin gede, mau neduh aja apa lanjut jalan?"
"Neduh aja gar, gue takut lo kecapean gendong gue"
Disebuah gubuk tua dimana Regar meneduhkan Resya yang masih kesakitan dengan luka dikakinya. Akibat hujan yang terlalu lebat tadi sempat membuat kaki Resya bertambah sakit.
Tidak ada percakapan diantara mereka, hanya suara gemericik air yang sudah mulai berkurang, sedangkan mereka hanya sibuk dalam pikiran masing-masing
Satu jam berlalu saat Regar dan Resya berteduh disini, namun tidak ada seorang pun yang datang ataupun sekedar lewat.
Resya melirik jam berwarna putih miliknya yang kebetulan masih bergerak meskipun sudah terkena air hujan. Terlihat jam tersebut pukul 04.45 yang menandakan hari hampir larut.
"Dingin banget gar disini.." ujar Resya sambil menyilangkan kedua kaki dan tangan yang memeluk lutut.
"Res lo pucet, Lo sabar ya Res.. gue bakal nyari bantuan. Gue ga bakal lama, gue bakal balik lagi jemput Lo disini, Lo sabar ya"
Dengan berat hati Regar meninggalkan Resya dengan memberikan jaket hitam nya untuk menutupi tubuh Resya yang kedinginan.
Regar berlari menuruni bukit dan melewati sawah. Namum kebetulan sekali, di sawah dia menemukan sekumpulan petani yang juga sedang berteduh.
Sebelumnya Regar sempat ingin menyerah karena tidak menemukan pertolongan apapun dan kembali ke gubuk tempat dimana Resya berada, tetapi mengingat betapa pucat wajah Resya tadi membuat ia menggagalkan niatnya tersebut
"Permisi pak, bapak bisa bantu teman saya? Dia sedang sakit pak, dia kehujanan"
"Dimana nak temanmu sekarang?."
"Digubuk tua sebrang taman pak"
"Ya udah hayu atuh langsung kesana aja".
"Ayo pak..'
Resya yang mulai ketakutan sebab Regar sampai sekarang belum sempat kembali, "duh.. Regar kemana si udah jam lima lebih kok ngga dateng-dateng, apa jangan-jangan dia sengaja ninggalin gue ya? Ah mungkin cuman perasaan gue aja".
#Btw maap kalo ngga nyambung, ini cerita pertama gue si aslinya🤣
iseng² aja hha..
YOU ARE READING
close friends√√
ChickLit"tidak ada yang salah dengan persahabatan, jika salah satunya tidak memendam perasaan lebih" @resya_ @regar_
