Untuk kamu,
Laki laki sopan yang datang tanpa salam tapi tak pernah pergi saat dibutuhkan, kamu yang mengusap sebab tau aku sudah babak belur di tampar kenyataan, kamu yang merangkul saat tau kakiku gemetar karena semesta banyak memberi tekanan, kamu yang mendekap karena tau aku kerap kali di tendang realita tanpa perasaan.
Yang tuturnya lembut, yang hatinya hangat, yang sikapnya ramah, yang sulit disentuh rasa marah, yang jarang menangis, yang senyumnya begitu manis.
Terimakasih sudah hadir dan berniat untuk menetap. Aku tidak bermaksud, tapi kamu yang sangat sempurna ini harus aku tolak.
Maaf untuk itu, maaf juga tidak tepat janji untuk tetap disini dan hidup baik baik saja tanpa rasa sakit, rasa hampa dan air mata.
Maaf, maaf tidak bisa bersama kamu walau aku ingin sekali.
Rasanya aku terlalu jauh untuk merangkak naik dan bersanding dengan kamu, si sempurna yang sudah sejak dulu jauh berdiri sabar menunggu aku di puncak.
Lagi pula, semesta sebegitu tak suka denganku, walau tuhan masih menunjukkan sebegitu banyak cintanya, tapi alamnya enggan berkasih padaku untuk sedetik saja.
Jadi maaf, lagi. Lain kali, ayo bertemu saat aku sudah tidak seperti ini lagi. Ayo bersama saat aku sudah jauh lebih baik dari ini.
Dadah, Jeno.
ESTÁS LEYENDO
Peluk Hangat Untuk Luna
FanfictionKita sama sama jatuh cinta, tapi tuhan tidak berkenan membiarkan kita bersama sedikit lebih lama. Property of hemarabss
