Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Eps 1 (Jealous)

2 0 0
                                        


"Iya nanti aku kesana, kamu tunggu di tempat biasa aja"

menatap sinis pemuda yang sedang menerima panggilan di hadapannya.

'Apaan ni aku-kamuan? Ditempat biasa juga? Sering ketemuan berarti kan, pasti sama perempuan lain! Gak mungkin laki-laki, masku gak homo.' batin gadis itu setengah emosi.

Klik.

Vabian mematikan ponselnya, menyimpan benda persegi panjang itu dalam sakunya.

Kini mereka tengah berada di ruang makan menunggu kedatangan Feli yang izin keluar untuk membeli makanan serta daging guna merayakan kenaikan jabatannya.

Tentu bukan hanya Vabian dan Lea, Feli juga mengundang pacar dan beberapa temannya yang sudah berkumpul membakar arang di pekarangan.

"Katanya laper mau makan nasi, gak jadi?" tanya Bian kepada gadis di hadapannya.

"Gak, aku udah kenyang." ketus Lea.

"Loh? Kok jadi jelek gitu mukanya?"

"Gak."

"Kenapa lagi? Nasinya kering? Atau masih panas? Gak ada lauk? Mau makan di luar?"

"Gak."

"Ya Allah, dek. Mas salah apalagi?"

"Banyak."

Vabian tersenyum, memang mood kekasihnya sangat mudah berubah. Baru saja beberapa menit yang lalu ceria, kemudian merengek lapar seperti anak kecil, dan sekarang? Wajahnya terlihat kesal.

"Yaudah ayo, Kak Feli udah nunggu diluar tuh." ajak Bian yang beranjak dari kursinya.

Lea menggeleng, "Males."

Bian menghela nafas pelan, yang kemudian kembali duduk.

Lelaki itu menatap gadis dengan pout dan kedua tangan tersilang.

"Apa" ketus Lea kala mendapati tatapan sang kekasih yang tak lepas darinya.

Pemuda itu tak menjawab, manik hitamnya masih memperhatikan gadis di hadapannya.

Sedangkan Lea mengalihkan pandangan ke arah lain, enggan melihat lelaki tersebut.

Hening.

"Dek?"

"Hm"

"Cuek banget"

"Ou"

"Mas cari yang lain nih"

"Cari aja sana!"

"Eh, dek?"

Lea bangkit dari duduknya, gadis itu melangkah menuju ruang tamu dan menjatuhkan dirinya diatas sofa.

Jemari kecil meraih remote tv yang tak jauh dari jangkauannya, menyalakan tv guna mengabaikan lelaki yang kini tengah berdiri di sampingnya.

"Dek" panggil Bian, namun Lea tak merespon. Gadis itu diam dengan wajah merah padam.

Tap, tap, tap.

Langkah kaki seseorang membuat Bian menoleh ke arah pintu.

"Loh, Bian gak keluar? Dagingnya lagi di BBQ tuh, Leanya mana?" tanya Feli sembari berjalan membawa beberapa kantung plastik.

Manik pemuda itu hanya melirik ke arah sofa, seakan memberi isyarat pada Feli bahwa adiknya itu sedang merajuk.

Feli hanya mengangguk dan melangkah melewati mereka, "Marah terus, cepet tua nanti" sindir Feli.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 21, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

One shootStories to obsess over. Discover now