"Huaaaaaam"
Pagi tepatnya jam 8 aku sudah males lagi untuk beraktivitas.
Entah kenapa sejak 6 bulan terakhir kegiatan ku begini terus.
Tidur, makan, rebahan.
Sampai orang tuaku pusing melihat anak bungsunya diam terus di kamar.
Di umurku yang ke 20 ini. Kebanyakan Teman-teman di kampungku sudah menggendong bayi dan ada juga anaknya yang sudah masuk TK.
Aku? Begini terus. Sampai ibuku capek mengomel tiap hari karena melihat anaknya tidur terus.
Ibuku khawatir karena seharusnya aku mempunyai kegiatan yang bermanfaat.
Untungnya orang tuaku tidak menyuruhku cepat-cepat menikah.
Karena aku juga belum mau untuk memikirkan kehidupanku di bagi-bagi lagi.
Mengurus sendiri juga susah, apalagi mengurus orang lain.
"Hari ini ada berita apa yah? Wah drakor baru nih. Ahh males deh kalau banyak spill "
Gitu aja keseharianku dengan gadget.
Entah kenapa aku jadi memikirkan masa sekolah apalagi saat aku menjadi anak baru di kelas 7.
Memikirkan kembali kejadian itu, membuatku tersenyum dan sedih.
Gimana caranya aku bisa ke masa itu lagi, ingin sekali.
Setelah memikirkan itu. Aku tidur lagi. Dan setelah aku bangun. Aku merasa aku menjadi anak Smp lagi.
Kenapa ini? Apakah ini mimpi?
Aku menepuk pipiku dengan keras.
"aww" perih.
" kamu kenapa? Oh iyah boleh aku duduk di sini? "
Aku ingat. Orang pertama yang duduk denganku saat pertama kali masuk adalah sofi. Si anak santri yang agak pemilih orangnya.
Aku mengiyakan saja Karena aku disini masih malu-malu.
Sambil menunggu upacara pembukaan Mos. Aku memperhatikan Teman-temanku yang lain.
Aku berusaha ingin akrab tapi nyatanya sifat malu-maluku tidak pernah hilang.
Sampai akhirnya ada yang mau berkenalan denganku. Namanya Yulia. Dan akupun senang sekali ada yang mau berkenalan denganku.
Karena aku orangnya pendiam, paling kecil, dan tidak seperti Teman-temanku pada cantik.
Satu jam kemudian. Kita masuk kelas lagi dan melakukan ospek dengan panitia. Aku pernah mengalami hukuman pada waktu itu. Dan sekarangpun terjadi lagi.
Rasanya ini seperti menonton kaset kenangan lama yang sangat ingin ku ingat lagi. Karena pada masa itu aku baru mengenal apa itu mandiri, dan dimanfaatkan di saat mereka membutuhkan saja.
Banyak sekali kenangan indahnya.
Pertama hiking ospek, kedua kamping di sekolah, lailatul ijtima pentas seni, pramuka, milad sekolah dan paling berkesan adalah aku juara di kelas. Karena aku merasa aku tidak pintar.
Itulah sebagian kenanganku di kelas 7 yang tak akan pernah aku lupakan.
Semoga Teman-temanku yang membaca ini tetap sehat dan solidaritas kepada sekolah kita.
Maafkan aku jika aku selama bersama kalian membuat kesalahan yang di sengaja ataupun sangat jengkel terhadap keberadaan diriku.
-----
Ulfah nurul mudilah
7D
Mts Ypi Al- Ulfah
Malangbong - Garut
YOU ARE READING
Go Back
Short StoryBagaimana rasanya merubah takdir yang sudah terjadi menjadi lebih indah lagi. Mungkinkah itu? Deela Apin
